Da Riri sarato adi dunsanak kasadonyo,
Keputusan akhir sebuah kebijakan Perkereta Apian boleh jadi ada di Ditjen,tetapi usulan kebijakan tersebut menurut saya bisa jadi dari banyak inisiator.Ditjen sebetulnya lebih bersifat kepada mengakomodir usulan2 kebijakan yang masuk,apakah itu dari Pemprov,Pemkab/Pemko, PT.KAI ataupun dari MPKAS sendiri,asalkan usulan kebijakan itu valid dan reasonable. Jadi tidak cukup kita bertanya apa kebijakan dari Ditjen saja,tetapi akan lebih bijaksana kalau kita juga harus aktif membuat dan mengusulkan suatu kebijakan itu.Nanti biar mereka yang akan menguji,apakah kebijakan mereka yang tepat atau usulan kebijakan dari kita yang lebih tepat.Kalau ternyata usulan kebijakan kita yang lebih valid dan reasonable,tentunya mereka tidak akan sungkan2 untuk menjalankannya. Dan itu telah terbukti dengan usulan kebijakan dari MPKAS untuk mengaktifkan seluruh jalur KA Wisata di Sumatera Barat,khususnya jalur Padang - Padang Panjang - Sawahlunto dan program memulangkan Mak Itam dari Ambarawa ke Sawahlunto tempohari itu. Jadi kalau dalam permain bola,haruslah kita yang menjemput bola,karena tidak cukup hanya menunggu bola saja,kalau memang betul2 ingin mencetak gol.Begitu juga dengan kebijakan Perkereta Apian di Sumatera Barat ini,tidak cukup kita hanya menunggu kebijakan dari Ditjen saja,tetapi kita harus bersikap "Pro Aktif" memberi masukan usulan kebijakan itu, dan alhamdulilah ini telah kita lakukan sejak tahun 2006 yang lalu. Kesimpulan Karena bagaimana pun juga sudah menjadi Sunatullah,kalau manusia itu tidak bisa melihat telinganya sendiri.Karena itulah,boleh jadi orang jauh lain lebih tahu siapa diri kita daripada diri kita sendiri. Makanya Allah dalam Al Qur'an berfirman,....Demi Masa.Sesunguhnya Manusia itu dalam keadaan merugi,kecuali orang2 yang beriman dan beramal saleh,yang saling nasehat menasehati dengan kebenaran dan nasehat menasehati dengan kesabaran... Jadi tidak ada seorang pun di dunia ini yang manusia super sebetulnya,yang serba tahu segala2nya,untuk itulah kita perlu saling nasehat menasehati....dan usul mengusulkan.... Wasalam, Kurnia Chalik (MPKAS) _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Riri Chaidir Sent: Friday, April 09, 2010 9:12 PM To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Pengadaan Railbus 1 (satu) Set @ 3 Unit Untuk Sumatera Barat (multi Years) Adek, kalau untuak iko, kita tidak perlu menduga2. Saya sudah baca rencana Dephub - Ditjen Perkeretaapian di media, setidaknya sejak tahun 2008. Ini rencana Ditjen Perkeretaapian, bukan KAI (sekali lagi, kebijakan perkeretaapian itu ada di Ditjen, bukan KAI, apalagi anak perusahaannya. Keterliban KAI (melalui PT Railink) adalah sebagai salah satu kontraktor pembangunan/ pengadaan. Dan ini juga bukan rencananya pariwisata, ini murni rencana pemerintah untuk mengatasi masalah pengangkutan antara pusat kota dengan bandara. Tapi, apapun alasan pembangunan kereta Bandara itu, buat saya terimakasih. Dan kembali ke laptop ... eh maaf, latah ikutan Tukul ... kembali ke isu semula, concern saya adalah pengembangan perkeretaapian Sumatera Barat, dan tampaknya itu yang belum terjawab. Dan menurut pendapat saya - karena ini kebijakan, bukan eksekusi - informasi yang lebih tepat nampaknya memang perlu dicari dari Dephub - Ditjen Perekeretaapian. Riri Bekasi, l, 47 2010/4/9 Kurnia Chalik <[email protected]> Da Riri sarato adi dunsanak kasadonyo, Sebagaimana kita ketahui bersama,setelah peresmian KA Wisata Danau Singkarak dan Mak Itam 21 Februari 2009 ybl,maka sekitar bulan Agustus 2009 , PT.KAI pusat berinisiatif membentuk anak perusahaannya yang baru yaitu PT.KA Wisata Indonesia (nama ini belum resmi saat itu),dimana ruang lingkup bisnisnya adalah KA untuk wisatawan,bukan KA Komuter ataupun KA penumpang. Dan sebagaimana kita tahu, salah satu pintu gerbang utama tempat masuknya wisatawan tidak lain adalah Bandara. Boleh jadi inilah salah satu faktor yang melatar belakangi kenapa arah pengembangan Perkereta Apian saat ini sepertinya diarahkan ke daerah Bandara (Soekarno Hatta,Kualanamu dan BIM). Mungkin demikian saja sedikit masukan dari saya Da Riri. Wasalam, Kurnia -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
