Betul pak Abraham Ilyas Memang perlu mensosialisasikannya Agaknya dilakukan program pelatihan Sehingga ibu2 mendapat pelayanan yang lebih baik dan bermutu
Salam Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Abraham Ilyas <[email protected]> Date: Wed, 14 Apr 2010 10:19:54 To: <[email protected]> Cc: Sma<[email protected]>; al ausrita ietje<[email protected]>; herlinamet<[email protected]>; <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] Bidan Palalawan *Hampir 80 persen tubuh kita adalah air, akan senang berendam dalam air dan air adalah sumber kehidupan. Bayipun didalam rahim berada dalam air ketuban. * Angku Dr. Suheimi yth. Ambo ingin tahu, apakah proses melahirkan sambil berendam di air yang dihangatkan (waterbirth) iko nantinya bisa dilakukan dalam pengawasan bidan atau dokter yang bukan SPOG; dengan kata lain menjadi "pilihan" proses melahirkan pada ibu ibu di masa depan tanpa perlu pengawasan dokter SPOG. Kita tahu bahwa untuk mendapatkan pelayanan langsung dari SPOG tentu masih sulit bagi masyarakat pedesaan. Biaya pendidikan yang mahal dan waktu pendidikan yang lama tentunya akan menjadi kendala untuk menghasilkan dokter SPOG. Kalau melatih/kursus terhadap bidan bidan saja, saya kira pemerintah akan mampu melakukannya. Kalau manuruik ambo tentang masalah aie iko, niniak awak urang MK lah nan paliang dahulu menyadarinyo, karano asa kato "*minang*" itu maknanya ialah mata air besar, sarupo nan alah ambo *kabakan* malaui milis iko. Salam AI Pada 14 April 2010 09:33, <[email protected]> menulis: > Bidan Palalawan > Oleh K Suheimi > > Tergetar hati saya menyaksikan bidan2 membawa panji-panji kemanusian. > Masing-masing ranting membawa 1 panji. Panji ini diusung oleh bidan yang > tercantik dan terangun di ranting itu, lebih anggun lagi ketika panji itu di > gelar dengan memakai pakaian adat yang ada kecamatan masing-masing memang > cantik dan apik. > > Panji yang diusung itu adalah melambangkan panji-panji kemanusian. Penuh > Pentas yang di gedung Mangkudiraja yang ter indah dan terbesar di Palalawan. > Disaksikan oleh Bupati, muspida dan pejabat serta staf di Palalawan. Gedung > yang besar itu tumpah ruah penuh, begitupun pekarangannya dipenuhui Mobil. > Wajar tempat ini di penuhui kerna hari ini Selasa 13 April 2010 ada > Musyawarah IBI (ikatan Bidan Indonesia ) Cabang Palalawan. Indaragiri Hilir > > Panji yang diusung adalah sebagai perlambang bidan adalah pengibar > panji-panji kemanusiaan di barisan terdepan > > Demikian terdepannya, tergambar, salah seorang bidan Rafiah Juara nasional > dan dapat penghormatan dari presiden dari pulau terpencil pulau serapung, > pulau paling ujung Indragiri Hilir yaitu pulau serapung . Pulau ini lebih > dekat ke malaysia, berlayar 1 jam sampai dan 4,5 jam kalau mau pergi ke > Palalawan. > > Rafiah berhasil membantu dan menolong serta mengorganisir masyarakat jauh > di penghujung Indonesia mencapai ke sehatan diri mereka > > Saya terkesima ketika ketua IBI Cabang Palalawan bidan kristina berpantun > Dr Pmc ke rs selasih > Prof suheimi dtg bawa ilmu > Kami bidan berterima kasih > Kepada prof Suheimi yg membantu > > Memang ada104.000 bidan > 11 cabang dan 133 ranting di Riau > > Namun Cabang palalawan Istimewa sekali > > Ketika Bupati mengungkapkan bahwa > Mengibarkan panji2 kemanusiaan di barisan terdepan tanpa mengenal waktu, > tanpa mengenal lelah dengan pengorbanan yg ikhlas > > Namun pernah kejadian seorang bidan dijemput malam dan dibunuh dengan > sadis. Sejak saat itu bila bidan di panggil tengah malam menolong pasien, > harus ditemani perangkat desa, tutup pak Bupati. > > Daerah terpencil di tempat yang di sebut 1000 parit, masing2 parit seluas > 4-6 km. Dan tak jarang bidan-bidan ini jalan kaki sejauh 14 km, melintasi > banyak jembatan karena banyaknya parit. > > Ketika saya diminta memberi ceramah saya awali dengan mengajak bidan yang > 200 orang itu menyenandungkan lagu "Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah > hati" > > Klimax nya seluruh bidan dengan suara sendu dan terharu "Kini ibu sedang > lara, merintih dan berdo'a" > > Merintih karena kesakitan, lara kerna persalinan macet dan lama. > Nah sekarang ada methode yang menawar rasa sakit dan mengurangi macetnya > persalinan serta memperlancar proses persalinan. Ialah dg Waterbirth > > Hampir 80 persen tubuh kita adalah air, akan senang berendam dalam air dan > air adalah sumber kehidupan. Bayipun didalam rahim berada dalam air ketuban. > > Beberapa keuntungan untuk ibu dan untuk bayi bila melahirkan di dalam air, > antara lain; > Keuntungan yang diketahui dari persalinan dalam air (waterbirth): > > -Mempercepat proses persalinan > -Menurunkan tekanan darah > -Memberikan Ibu kemampuan untuk mengontrol dirinya > -Menghilangkan sakit dengan cukup signifikan > -Memberikan efek relaksasi > -Ibu dapat menyimpan tenaga > -Mengurangi kebutuhan akan obat-obatan dan intervensi medis > -Mengurangi trauma perineal dan menghindari episiotomy > -Menurunkan angka operasi caesar > -Disarankan oleh banyak ahli kandungan berpengalaman > -Memberikan persalinan yang lebih mudah bagi Ibu dan kelahiran yang lembut > bagi bayi > > Hadirnya kolam yang penuh air pada ruang bersalin merubah atmosfer ruangan > secara langsung. Suara menjadi lebih lembut, Ibu menjadi lebih tenang dan > semua orang berkurang stressnya. > > Efek dari kenyamanan dari perendaman pada air memberikan ruang bagi Ibu > untuk bergerak dengan spontan. Ibu tidak memerlukan bantuan untuk berpindah > posisi. Ibu dapat menggerakkan tubuhnya seiring dengan pergerakan bayinya. > Pergerakan ini membantu pembukaan pelvis, memberikan jalan bagi bayi untuk > turun. > > Disaat Ibu bersalin dapat tenang di dalam kolam air yang hangat, bebas dari > gaya gravitasi yang menarik tubuhnya, dengan rendahnya stimulasi sensori, > maka rendah pula kemungkinan tubuh Ibu mengeluarkan hormon yang > stress-related. Sebaliknya tubuh Ibu akan menghasilkan endorphin (hormon > inhibitor rasa sakit) yang memudahkan persalinan.. Nonadrenalin dan > catecholamines, hormone-hormon yang dilepaskan pada saat stress, dapat pula > menaikkan tekanan darah dan dapat menghalangi bahkan memperlambat > persalinan. Ibu bersalin yang dapat tetap tenang secara fisik, dapat pula > menjadi tenang secara mental. Banyak dokter, bidan dan ibu yang mengakui > efek analgesic dari air. Ibu-ibu ini menyatakan tidak akan lagi bersalin > tanpa air. > > Air memberikan efek menenangkan dan atmosfir yang tenang dan damai. Banyak > ibu yang menyatakan mereka menikmati persalinan mereka dan mendapatkan bahwa > air memberikan mereka kebebasan sesungguhnya dalam bergerak dan > berkonsentrasi penuh. > > Saya ingin memberikan yang terbaik pada pasien saya, semoga rintisan usaha > ini membuat ibu dan bayinya serta keluarga berbahagia > > Kolam ini nantinya akan diisi dengan air hangat dengan suhu antara 35-37°C > dengan kedalaman disesuaikan dengan tubuh sang ibu, biasanya berkisar antara > 50-60 cm. Bila sang ibu telah memasuki pembukaan 6 barulah ibu boleh masuk > kedalam air. > > Pertanyaan yang sering timbul adalah berbahayakah water birth buat bayi? > mengingat proses kelahiran dilakukan didalam air. memang prose water birth > sendiri dilakukan didalam air dan bayi yang keluar pastinya akan berada > didalam air sekitar 5 -15 detik, tergantung pada lancar tidaknya proses > persalinan itu sendiri. Tapi tidak perlu panik, karena dapat dipastikan > bahwa bayi yang lahir dengan menggunakan metode water birth ini tidak akan > menghisap air kolam atau tenggelam, karena sesaat setelah lahir bayi > tersebut masih bernapas dengan tali pusarnya. Bila Anda masih kurang yakin, > ingatlah bahwa selama Anda mengandung, bayi Anda juga berada didalam air, > yaitu dalam air ketuban, jadi Anda tidak perlu khawatir. > > Palalawan Pangkalan Kerinci 13 April 2010 > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject. > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
