Maaf ambo indak tau kondisi terkini. Sarato indak mengeneralisir suatu daerah...


Info nan ambo tarimo :

Didaerah Luhak nan Tigo. Terutama Agam. Dilapau Kampuang Mungkin alun dijua 
MIRAS...

Kok ka mancari Bir atau Miras lain mungkin cuma ado dipasa di Kecamatan

Kalau di pasisie. Bir bisa ditamui di lapau dipantai

Tapi maso judi bebas. Lapau selain tempat maolah angko sakti juo bisa jadi 
tampek manjua angko tsb dan jadi bandar kecil

Salam
TR 
Pal
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Syafroni \(Engineering\)" <[email protected]>
Date: Mon, 12 Apr 2010 10:03:56 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] LAPAU

Dari milis sabalah,

Maaf kalau lah ado nan mandapek..

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of anwar muis
Sent: Saturday, April 10, 2010 3:13 PM



LAPAU...Warung kopi yang banyak terdapat di nagari Taluak dan seluruh
nagari di Pesisir Selatan (wilayah Sumbar) itu semula memiliki konsep
ekonomi. Pranata utang terjadi di lapau, yakni barang dapat diambil
lebih dulu dan baru dibayar saat panen tiba (sudah tuai). Ketika itu
Lapau disamping jualan kopi dan kue-kue seperi pisang gorieng, ubi
gorieng, lompong sagu, onde-onde (sipuluik/ketan dan singkong), lapek
bugi, bika, lupis, katupek, kolak, pinukuik, dan pagi hari biasanya ada
ketan dengan gorieng pisang. Disamping itu Lapau juga menyiapkan bahan
kebutuhan sehari-hari barang-barang "kumango" dinamakan kini dikenal
dengan sembako plus. Saat ini, Lapau hanya jual makanan dan minuman
saja, sedangkan kumango menjadi toko yang sudah berpisah dari Lapau. 

Konsep ekonomi masih mendominasi lapau yang berderet di sepanjang jalan
raya Padang-Painan-Kambang-Silaut. Lapau di situ menjadi tempat
beristirahat sambil membelanjakan uang. Lama-kelamaan, fungsi lapau
bergeser menjadi semacam media pertemuan informal serta tempat
pertukaran informasi dan ekonomi. Lapau demikian, tahun 1970-an
menyediakan radio transistor dengan pemancar yg ditangkap RRI Padang,
Nusantara II Medan, RRI Palembang, Pekanbaru dan Malaysia, kini lapau
menyiapkan televisi dan tape recorder serta permainan, seperti kartu
remi dan domino dari tanduk yang kalau sedang main, batu domino itu
dihempaskan (diampekan) ke meja sehingga menimbulkan bunyi keras..

Bapak-bapak nongkrong di warung kopi biaanya sore menjelang senja dan
sesudah shalat isya, ota (bicara) tidak terstruktur. Jiika sedang main,
pendampingnya adalah rokok, ketika itu  merek rokok putih  yang beredar
antara lain Kansas, Escort, Commodore, Kisaran dan Best, sedangkan rokok
kretek belum ada di Taluak (Pessel). Yang menghisap rokok putih itu
jarang, kecuali pada hari-hari besar (hari raya), yang umum dihisap
adalah rokok nipah dengan tembakau dari Besuki-Jawa Timur. Rokok putih
dihisap sekali-sekali, belinya juga paling banyak 2 batang, sebatang
dihisap dan sebatang lagi "basalekkan" di telinga

Tahun 1950-1960-an koran yang mampir di Lapau adalah Haluan dengan
cerita bersambung "Bujang Jibun". Dari Koran dan radio transistor lah
topik-topik ota di Lapau berkembang. Sehingga Lapau dapat dikatakan
wadah pendidikan informal, yang akhirnya "mendidik" kaum laki-laki di
Pasisie (Minang) untuk terbiasa menyampaikan pendapat, bertukar pikiran,
berdebat, tetapi tetap menghargai pendapat orang lain. Pembicaraan di
lapau biasanya terpengaruh kondisi termutakhir, kalau kini tentulah
tentang topik-tapik atul seperti century gate, Gayus Tambunan, dan sudah
barang tentu dikupas habis tentang sepak terjang polisi dengan Susno
Duaji.  (Anwar Muis, Bukit Sentul 10 April 2010)

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke