Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Dari buku kaba Cindur Mata yang ditulis A. Dt. Majoindo (Balai Pustaka 1987) ambo kutipkan salah satu episode ketika Cindur Mato dihadang oleh penyamun di Bukit Tambun Tulang.
Dari sini kita ketahui/pahami bahwa gelar gelar *Baruak Pajaguang, Datuk Gampo Cino* dlsb. yang sejenisnya adalah gelar yang dipakai oleh kelompok penyamun. Datuk Gampo Cino, besar kekuasaan dan wibawanya dalam kelompoknya yang bisa menimbulkan gempa di negeri Cina..! Begitu pula dengan gelar lainnya yang dilekatkan pada anggota penyamun tsb. dan mungkin itulah gelar adat yang pantas untuk para penyamun di dalam masyarakat MK zaman dulunya. Setantangan perlunyo "*curito kaba*" jo "*tulisan sejarah*" ambo referensikan diklik di: http://nagari.or.id/?moda=tambo *Cindur Mata memandang arah ke kiri, tampaklah tengkorak kepala orang bertimbun timbun, lalu turun Cindur Mata dari atas si Gumarang, dihampirinya tengkorak itu. Maka menangis Cindur Mata, sedih hatinya bukan kepalang mengenang nasib orang orang yang teraniaya itu, lalu dimakannya sirih sekapur, dikunyahnya pinang sebuah, disemburkannya kepada tengkorak banyak itu. Dengan kodrat Allah Ta'ala, terdengarlah suara dari dalam timbunan tengkorak, "Ampunlah saya tuan bujang, dengarkanlah kata saya baik-baik. Saya minta sungguh-sungguh, janganlah ditempuh jalan ini, baiklah Tuan bujang surut pulang! Jika Tuan tempuh juga, mau tak mau tentu mati, dibunuh oleh orang penyamun. Inilah rupanya nasib kami, habis dianiaya orang penyamun. Mereka bukan menyamun emas perak, bukan menyamun utang negeri, bukan menyamun karena kasumat hanyalah menyamun nyawa badan. Mereka tidak pandang-memandang, imam lalu imam mati, khatib lalu khatib mati, bilal lalu bilal mati, syekh lalu mati juga. Bukan sepuluh duapuluh, orang yang mati terbunuh, tetapi sudah beratus dan beribu. Penyamunnya orang pilihan semua, menahan sepit dengan gunting, menahan godam gergaji. Penghulunya berbilang puluh, seorang bernama Datuk Gempa Cina, lembingnya seluas daun birah, pedangnya seluas daun pisang. Kulitnya tidak dimakan besi. Yang seorang bernama Datuk Biduri Sakti, yang memakan emping besi, yang menggetu dengan pahat, menggaruk dengan gergaji; Seorang pula Datuk Rendang Kacang; bunyi tuturnya tak bertentu, bagai jagung masak direndangan; Seorang pula Datuk Gerak Gasing, orang yang berbaju belang buruk, yang bertopi rerak bingkai; Seorang pula Mancit Pelejang Antah, buruk sekali perangainya, perut besar makannya banyak, peminta bukan alang-kepalang, tidak perduli ini itu, asal perutnya akan kenyang; Seorang bernama Teras Jelatang, lain pula kelakuannya, hidung bengkok matanya merah, mulut buruk ketiak amis, rambut keriting kutu banyak; Seorang bernama Salah Cangkung, tinggi duduknya dari tegak, cepat larinya bukan kepalang, mulut panjang lidah terulur; Yang seorang bernama Singa Lancang, suaranya sepantun guruh, tidak pernah berkata manis; Yang seorang bernama Emping Besi, besar panjang putaran angin, hidung besar bibir berjungkat; Yang seorang bernama Biawak Kesat, kulit berduri macam cempedak, * *NB*. Kabanya alm. Presiden Soekarno, *berhasil menjadi orator ulung* yang memukau para pendengarnya karena meniru susunan kalimat kaba yang ada di dalam sastra MK. Silakan baca dan cermati susunan kalimat pidato pidato Soekarno Salam AI -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
