Saya teru8skan dr milis sebelah, pertanyaan : Apa ygdapat kita lakukan? 
Muzirman Tanjung



.From: Djuni Pristiyanto <[email protected]>
To: MBencana <[email protected]>; MLingkungan 
<[email protected]>; MMPBI-Publik <[email protected]>; MRantauNet 
<[email protected]>
Sent: Wed, April 14, 2010 11:16:40 PM
Subject: [Lingk] Pemprov Sumatera Barat Dinilai Lambat Soal Penanganan Paska 
Gempa

  
Selasa, 13 April 2010 , 17:57:00
Pemprov Sumatera Barat Dinilai Lambat Soal Penanganan Paska Gempa

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Barat (Sumbar), 
Alirman Sori menilai lambannya penanganan pasca gempa Maret 2007 dan 30 
September 2009 di Sumbar merupakan sebuah konsekuensi dari rendahnya rasa 
tanggung jawab dan komitmen pemerintah provinsi dalam melaksanakan kewajibannya 
memperbaiki keadaan.

"Saya tidak yakin terhadap pendapat yang mengatakan bahwa memburuknya kondisi 
Sumbar pasca gempa bumi akibat dari minimnya perhatian pemerintah pusat 
terhadap Sumbar. Yang terjadi sesungguhnya adalah lemahnya kemauan dan komitmen 
pemerintah provinsi dalam memperbaiki daerahnya dengan cara melibatkan 
pemerintah pusat," tegas Alirman Sori dalam diskusi yang digelar Forum 
Komunikasi Anggota DPR dan DPD asal Sumbar, di ruang rapat Ketua DPD RI, Selasa 
(13/4).

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua DPD RI Irman Gusman itu, di Senayan Jakarta, 
Selasa (13/4), Alirman menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat sudah lebih 
dari cukup. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) ke Sumbar beberapa hari setelah gempa 30 September 2009 terjadi.

"Saat itu, di hadapan Muspida dan sejumlah menteri, Presiden SBY meminta 
Gubernur Sumbar segera menyusun tim penanggulangan bencana berskala nasional. 
Yang sangat kita sesalkan, kenapa Gubernur Sumbar saat itu Gamawan Fauzi tidak 
mengindahkan permintaan Presiden SBY. Bahkan gubernur menjamin bahwa bencana 
ini bisa ditangani oleh pemerintah daerah," ungkap Alirman Sori.

Demikian juga halnya terhadap desakan sejumlah perantau Minang dan anggota DPR 
Irwan Prayitno agar pemprov membentuk Tim Task Force penanggulangan bencana 
seperti yang dibentuk oleh Daerah Istimewa Yogyakarta. "Pemprov ternyata sama 
sekali tidak menggubrisnya. Jadi kalau saat ini ada desakan masyarakat pihak 
mana yang paling bertanggung jawab terhadap penanganan bencana alam ini? Saya 
pikir jawabannya sudah jelas, yakni Gubernur Sumbar saat itu Gamawan Fauzi," 
tegasnya.

Selain itu, Alirman Sori juga menilai periode kepemimpinan Gamawan Fauzi saat 
jadi Gubernur di Sumbar adalah masa-masa yang kian menyulitkan Sumbar karena 
selaku Gubernur, Gamawan Fauzi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk 
berwacana terhadap berbagai hal di luar tugas-tugas pokoknya.

"Fenomena wacana itu pun beranjak ke Depdagri setelah beliau diangkat jadi 
pembantu presiden, berbagai wacana yang terkadang berbenturan dengan konstitusi 
pun bergulir antara lain posisi gubernur cukup dengan hanya penunjukkan 
presiden sementara wakil bupati dan wakil walikota harus dari PNS. Ini jelas 
bertentangan dengan konstitusi," kata Alirman Sori.(fas/jpnn)

http://www.jpnn. com/berita. detail-61945




Selasa, 13 April 2010 , 23:37:00
Gamawan Salah Tangani Bencana Padang?

JAKARTA - Sejumlah Anggota DPR RI asal Sumatera Barat menuding Gamawan Fauzi 
telah mengambil keputusan yang salah dalam menyikapi bencana gempa bumi 
Sumatera Barat yang terjadi 30 September 2009 yang lalu. "Selaku Gubernur saat 
itu, mestinya Gamawan Fauzi harus meyakinkan pemerintah bahwa bencana tersebut 
masuk dalam kategori bencana nasional dan harus ditangani secara lebih 
komprehensif oleh semua instansi terkait di pemerintahan, " tegas Anggota 
Komisi III DPR asal Sumbar Taslim, usai diskusi di Forum Komunikasi Anggota DPR 
dan DPD asal Sumbar di ruang rapat Ketua DPD, Senayan Jakarta, Selasa (13/4).

Jika saja Gamawan Fauzi mau dengan rendah meyakinkan Presiden SBY bahwa bencana 
gempa tersebut adalah bencana nasional lanjutnya, tentu penderitaan rakyat 
Sumbar tidak berkepanjangan. “Ini kesalahan gubernur yang lalu yang menolak 
dijadikannya bencana gempa itu menjadi bencana nasional,” tegas Taslim lagi.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi, hingga saat ini belum 
menemukan jawaban pasti terhadap sikap Gamawan Fauzi yang bersikukuh menetapkan 
bencana gempa 30 September 2009 itu sebagai bencana daerah. “Saya heran mengapa 
gubernur Sumbar ketika itu menolak untuk dijadikan bencana nasional. Padahal 
1117 nyawa melayang dan sekitar 40 ribu rumah masyarakat hancur," kata Mulyadi.

Akibat keputusan gubernur saat itu, lanjutnya, saat ini Sumatera Barat tidak 
lagi jadi prioritas dalam penanggulangan bencana, sementara ribuan rakyat masih 
menderita. "Akan lain faktanya jika bencana itu masuk dalam bencana nasional 
karena seluruh potensi bangsa ini akan fokus mengurus daerah dan rakyat Sumbar.

Sementara Anggota Komisi I DPR, Irwan Prayitno menilai terpuruknya kondisi 
Sumbar pasca gempa menandakan lemahnya komunikasi pemda dengan pemerintah 
pusat. "Ini berbeda dengan kondisi sebelum tahun 2005 yang mana lobi pemda 
masih kuat dengan Jakarta, baik itu dengan pemerintah maupun DPR."

Untuk itu, lanjutnya, kami di legislatif ini baik Anggota DPR maupun DPD sudah 
bersepakat untuk terus memperjuangkan rakyat Sumatera Barat. Terutama soal 
kelancaran pencairan dana APBN untuk penanggulangan bencana gempa di Sumbar.

Menyikapi buruknya komunikasi antara Anggota DPR dan DPD dengan Gubernur Sumbar 
tersebut, Ketua DPD Irman Gusman mengatakan perlu sebuah tindakan kongrit untuk 
mencairkan komunikasi itu. "Dalam waktu dekat, saya akan mengundang seluruh 
calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur ke Jakarta untuk bersilaturrahim dengan 
seluruh Anggota DPR dan DPD asal Sumbar," kata Irman Gusman.

Jika kondisi memungkinkan, lanjut Irman Gusman, forum ini akan membuat kontrak 
politik dengan mereka, sehingga pengalaman buruk selama ini tidak terulang 
kembali, imbuhnya. (fas/jpnn)

http://www.jpnn. com/berita. detail-61955



Pelaksanaan Rekomendasi Penanggulangan Gempa Baru 45 Persen
Rabu, 14 April 2010 02:16 WIB

Padang, (tvOne)

Kalangan anggota DPRD Padang menilai pemerintah kota setempat baru melaksanakan 
45 persen rekomendasi yang diberikan dewan terkait penyelesaian masalah-masalah 
yang timbul pascagempa 2007 dan 2009.

Sejak dua bulan lalu rekomendasi dikeluarkan DPRD dan baru sekitar 45 persen 
yang telah dilaksanakan pemerintah kota, kata anggota DPRD Padang M Dinul Akbar 
di Padang, Selasa.

DPRD Padang dalam rapat paripurna pertengahan Februari 2010 telah mengeluarkan 
tiga rekomendasi terkait penanggulangan masalah pascagempa 2007 dan 2009 yang 
melanda ibukota provinsi Sumatra Barat ini.

Rekomendasi itu meliputi, pertama, segera dilakukan relokasi kios darurat yang 
dibangun Pemko Padang di badan jalan Pasar Raya dan jalan Pasar Baru pascagempa 
2009 yang merobohkan dan merusak banyak bangunan di pusat perdagangan 
tradisional terbesar di Sumbar itu.

Rekomendasi kedua, relokasi terminal angkot Padang yakni merealisasikan 
pembangunan terminal angkot di Pasar Raya Padang paling lambat akhir tahun 2010 
dan mendukung pembangunan terminal di Lubuk Buaya dan Lubuk Begalung sesuai 
ketentuan yang berlaku.

Rekomendasi ketiga, terkait masalah bantuan gempa 2007, yakni segera disalurkan 
dana bantuan yang belum dibayarkan paling lambat dua bulan sejak rekomendasi 
dikeluarkan.

Akan tetapi, menurut Dinul, setelah dua bulan rekomendasi dikeluarkan, 
pelaksanaannya oleh pemerintah kota Padang baru 45 persen. Untuk itu didesak 
pemko lebih serius melaksanakan rekomendasi terkait penanggulangan gempa 
tersebut.

Ia menambahkan, meski Pemko Padang telah menyerahkan rencana aksi rekomendasi, 
namun pelaksanaannya masih lambat, karena beberapa item rekomendasi hanya pada 
tahap perencanaan.

Ia mencontohkan terkait rekomendasi relokasi kios darurat hingga saat ini masih 
dalam tahap pencarian lokasi, sedangkan dalam rencana aksinya dijadwalkan 
pembangunan dan penempatan pedagang yang direlokasi dimulai 20 April sampai 2 
Juli 2010, katanya.

Untuk rekomendasi kedua, DPRD Padang memberikan tenggat waktu hingga akhir 2010 
dan rekomendasi penyaluran bantuan gempa 2007 sudah didistribusikan kepada 
kelompok masyarakat penerima.

Namun, penyaluran bantuan ini menemui masalah karena adanya penambahan jumlah 
korban penerima sebanyak 500 orang lebih, katanya.

Ia mengharapkan, pemerintah kota dan pihak-pihak terkait serius melaksanakan 
tiga rekomendasi itu sehingga item-itemnya dapat diselesaikan sesuai target 
yang diberikan DPRD.

http://sosialbudaya .tvone.co. id/berita/ view/36618/ 2010/04/14/ pelaksanaan_ 
rekomendasi_ penanggulangan_ gempa_baru_ 45_persen/



__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
Messages in this topic (1) 
Recent Activity:        * New Members 14 
Visit Your Group 
===== Petunjuk Milis Lingkungan ===========

Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa
Berlangganan: [email protected]
Berhenti    : [email protected]
Milis Lingkungan tidak menerima segala bentuk ATTACHMENT, bila ada
yang akan kirim ATTACH harap di-COPY & PASTE di BADAN EMAIL.

===== Motto:Lestari dan berseri Indonesiaku ======

Arsip berita-berita lingkungan di Indonesia :
http://groups.yahoo.com/group/berita-lingkungan/
Berlangganan : [email protected] 
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
. 

__,_._,___


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke