Rita, Ridha, dan Dunsanak Sadonyo. Iyo, pengertian umum nyo sarupo nan disampaikan Ridha - satu baris (tepatnya satu kalimat).
Sabananyo ketentuan ko debatable. Kalau ambo pribadi, labiah suko mabaco respon urang yang hanya satu kalimat yang terdiri dari satu satu kata (bahkan satu emocation icon, kalau perlu) dibandingkan tulisan yang panjang lebar, tapi isinya kebanyakan "sampiran", sedangkan "isi" nya, ya sangat2 pendek. Yang mana yang lebih menghabiskan bandwith? (Isu tentang bandwith pun rasanya untuk kondisi internet untuk penggunaan email di Indonesia sekarang mungkin tidak terlalu kritikal lagi). Tapi yang namanya pertauran yo peraturan, ambo barusaho patuah. Dan kalau sesekali tapaso juo, ambo cantumkan permintaan maaf ambo "maaf oneliner". Tentang istilah SOL, ambo ndak pernah menggunakan itu. Rasanya SOL = Sorry One Liner itu merupakan istilah baru, dan mungkin hanya digunakan di Indonesia (CMIIW). Aslinyo (atau internationally) SOL itu merupakan akronim dari "S**t Outta Luck". Itu yang ambo tau dari dulu. Untuak mencek, pengertian mana yang lebih umum, coba dari google. Kalau keywordsnya hanya SOL internet slang atau acronym, maka yang dia tunjuk adalah akronim nan ambo sampaikan. Tapi kalau diarahkan dengn SOL Sorry One Liner, memang banyak juga, tapi bisa "dirasa2" batasan lingkungan pemakainya. Memang soal istilah itu soal kesepakatan, tapi mungkin ada baikknya diperhatikan "lex generalis" dulu, karena dunsanak di Palanta kan datang dari berbagai tampek, lingkungan, dan latar belakang. Riri Bekasi, l, 47 On 15/04/2010, Ahmad Ridha <[email protected]> wrote: > > 2010/4/15 Rita Desfitri Lukman <[email protected]>: > > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > > > > Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh, > > > Dalam pengertian ambo salamoko..., > > 'one liner' nan dilarang bukanlah ISI PESAN nan cuma satu line (satu > baris), > > tetapi BENTUK KOMUNIKASI nan cuma satu line (satu chanel, ibarat > manelpon). > > > > Dalam netiquette yang umum maksud pesan one-liner memang pesan yang > hanya berisikan satu baris. Tidak disukai karena seringkali pesan > seperti itu tidak memiliki nilai tambah yang memadai untuk > menghabiskan bandwidth banyak orang di milis misalnya sekadar > berisikan: "Setuju!!!," "Saya juga," "Lucu banget," dan yang > semacamnya. Apalagi kalau pesan tersebut menyertakan e-mail > sebelumnya yang jauh lebih panjang, padahal semua orang di milis sudah > menerimanya dan banyak milis memiliki arsip online. > > Dalam kasus e-mail Pak Riri, dapat dikatakan sebagai one-liner yang > wajar karena pesan yang dikirimkan memiliki nilai tambah penting > sesuai topiknya (yakni agama orang di artikel itu). Namun untuk > kesopanan Pak Riri menambahkan maaf tersebut (yang juga dapat > disingkat sebagai SOL = Sorry One Liner). > > Lihat: > > http://linux.sgms-centre.com/misc/netiquette.php > > -- > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
