Iko bahaso diplomatis dari Kepala BNPB. Kito harap maklum karano berhadapan 
dengan publik. Ambo dapek info Pak Syamsul subanyo memang 'berang' jo 
kelambanan ko. Itu karano dana awal Rp313 ko dikucurkan melalui APBD Sumbar. 
Jadi mangurus pencairan sampai bolak-balik 3 kali ka Jakarta.

Kabanya Pak Syamsul 'mengancam' tidak memasukkan dana Rp1 triliun nan ka 
manyusul ka APBD Perubahan 2010, tapi langsung biar lebih cepat.

Masa dana Rp313 sudah masuk kas sejak Desember 2009 sampai kini baru 10 persen 
nan tapakai. Itupun kebanyakan ka proyek di dinas, bukan untuk pembangunan 
rumah.

Syof (39+/Padang)

--- On Fri, 16/4/10, Muzirman -- <[email protected]> wrote:

From: Muzirman -- <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] PENANGAN PASCA GEMPA, Bukan Lambat, Tapi Hati-Hati
To: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>
Date: Friday, 16 April, 2010, 10:56 PM

Bp, Bundo, mamak dan sanak se balairung, Yth,
 
Wah, "gayung bersambut" ATAU BERSILAT LIDAH"kemaren ini ada kritisi dan diskusi 
kita "Pemprov Sumatera Barat Dinilai Lambat Soal Penanganan Paska Gempa", Ini 
respon Ketua BNPB dr Singgalang.

 
Tentu saja beliau bisa berpendapat begitu, masalalhnya bisakah kita mengetahui 
apa" indikator "nya,
parameternya, ukurannya,.Itu lah cara yg elegant, dan baru kita bisa 
berpendapat lain
 
Bukan para korban gempa seharusnya mendapatkan bantuan sebaik nya lbh di 
percepat, sehinggaa  mempergiat roda perekonomian, serta roda kehidupan 
berputar sebagaimana adanya dan kembali spt semulanya dan secepatnya.

Kapan turun nya dana, dalam sehari apa2 yg telah dikerjakan dan bisa teruklur,. 
saya yakin ada "standard best practice' dlm hal ini,.. disinilah kita 
membandingkan dgn kinerja Pemda..

Berpendapat "Bukan lambat, tapi hati-hati" hanyalah membuat rakyat 
bertanya2,..Apakah Pemerintah ku sungguh 2 mengupayakan kesejahteraan rakyat 
nya..?.Apakah ini memperbodoh rakyat atau menganggap rakyat memang 
bodoh,.Antalah sanak..."The King can do no wrong".

Pengalaman saya berkomunikasi dgn Pejabat yg berkaittan dgn penangan pasca 
Gempa ini tak pernah di gubris, walaupun sdh 2 kali (X) meng email nya. Mungkin 
akan saya posting pd balirung diskusi kita ini. InsyaAllah.

 
Dan kita harapkan kasus Mbah Priok tidak menyemai di hati rakyat korab gempa, 
semoga rakyat tetap bersabar.
 
Wass. Muzirman Tanjung,
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 Jumat, 16 April 2010
Bukan Lambat, Tapi Hati-hati

KETUA BNPB SOAL BANTUAN GEMPA
Padang, Singgalang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Ma’arif menilai 
penyaluran bantuan untuk korban gempa Sumatra Barat, bukan lamban tetapi 
pemerintah daerah cukup hati-hati.

Bantuan rehab-rekon yang dikucurkan tahap awal Rp313 miliar. Sementara tahun 
ini akan turun lagi bantuan dari BNPB sebesar Rp1 triliun untuk seluruh sektor 
(RS dan fasilitas public) bukan perumahan saja. 
“Kita melihat Pemprov Sumbar cukup hati-hati dalam mengucuran bantuan 
rehabilitasi dan rekonstruksi tahap awal gempa 30 September 2009 agar tak 
menyalahi aturan sehingga kesannya agak lamban,” kata Ketua BNPB, Syamsul 
Ma’arif kepada wartawan di Padang, Kamis (15/4).

Rencana awal untuk 2010 ini akan dipersiapkan sebesar Rp2 triliun untuk Sumbar, 
namun dari DPR RI merekomendasikan pada Menteri Keuangan dana tersebut Rp1 
triliun untuk Sumbar dan Rp1 triliun untuk Jawa Barat yang juga mengalami 
bencana alam. Sedangkan pada 2011 mendatang, BNPB menargetkan pengucuran dana 
untuk bencana Sumbar sebesar Rp4,9 triliun. 


“Dana ini akan turun tahun ini, kita akan salurkan ke pemerintah provinsi 
setelah dana Rp313 terserap semuanya,” sebutnya.
“Ke depan kami akan berusaha menyinkronkannya dengan pemerintah pusat, sehingga 
bantuan ini bisa tersalur dengan cepat,” jelas Syamsul.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan BNPB ini dana kemanusiaan jangan sampai 
dipolitisi dan jangan pula diperlamban penyalurannya. 
Syamsul Ma’arif bersama sejumlah deputinya dan perwakilan Asian Development 
Bank (ADB) ke Sumbar, dalam rangka menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan 
bencana yang canggih untuk Provinsi dan 11 kab/kota.

Bantuan peralatan bencana senilai 3 juta dolar Amerika tersebut diterima 
langsung Gubernur Sumbar, Prof. Marlis Rahman disaksikan Senior Financial 
Manajemen ADB, Renaldi Budiman dan para bupati walikota dari 11 kab/kota di 
halaman kantor gubernur Sumbar, Kamis.

Peralatan penanggulangan bencana itu, meliputi satu unit mobil komunikasi, 12 
unit mobil rescue, 25 unit sepeda motor rescue, 12 tenda posko, 18 tenda 
sekolah, 12 unit perahu karet bersama mesinnya, 120 pelampung, 12 unit komputer 
jinjing, 12 printer, dan 12 unit meja komputer. Bantuan peralatan diperuntukkan 
untuk Provinsi Sumbar, Padang, Solok, Bukittinggi, Pariaman dan Kabupaten 
Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam 
dan Pasaman Barat.

“Kita harapkan peralatan bencana ini difungsikan dan jaga secara baik, ketika 
terjadi bencana mobil komunikasi yang tersedia bisa difungsikan. Sinergi antar 
kabupaten/kota, provinsi dengan pusat juga mesti ditingkatkan. Sehingga 
penanggulangan bencana akan lebih baik di masa mendatang,” pintanya.


Senior Financial Manajemen Asian, ADB, Renaldi Budiman mengingatkan pemerintah 
Sumbar dan BPBD supaya merawat bantuan peralatan bencana yang canggih tersebut, 
sehingga bisa dimanfaatkan dalam waktu lama.
Gubernur Marlis mengatakan, selama ini Sumbar dihadapkan keterbatasan peralatan 
dalam penanggulangan bencana sehingga memperlambat informasi dan tindakan ke 
daerah bencana. Dengan adanya bantuan ADB melalui BNPN, tentu akan mendukung 
upaya penanggulangan bencana.

“Kita berterima kasih kepada ADB dan BNPB yang telah menyalurkan bantuan 
peralatan-peralatan yang canggih untuk penanggulangan bencana di daerah ini. 
Justru itu, kabupaten dan kota yang mendapatkan agar memanfaatkan dan merawat 
secara baik karena untuk mendapatkan mengandalkan anggaran daerah akan sulit,” 
katanya. (107)





-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke