Dear All,
 
Melengkapi wawancara menarik dari Syaf Al ini, silahkan download BEBAS, copy, 
teruskan ataupun posting di blogs masing-masing utk membantu promosi Tour de 
Singkarak. Sampai hari ini, baru dari link ini info terkini utk Jadwal dan Peta 
setiap etape yang bisa diunduh secara terbuka (sewaktu-waktu masih bisa 
berubah), hasil rapat koordinasi terakhir 8 April 2010 di Hotel Sari Pan 
Pacific:
 
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=2148&catid=51
 
Atau buka www.west-sumatra.com, lihat Latest Forum di halaman depan bawah dg 
judul: Photo Contest - Tour de Singkarak 2010.
 
Mari kita bantu bersama-sama dorong agar "promosi raksasa" utk 
pariwisata Sumbar ini meningkat dan semakin meluas setiap tahunnya. Tapi tolong 
TOILET UMUM please....
 
Terima kasih...
 
Salam,
Nofrins Napilus
www.4r5lb.west-sumatra.com
 

--- On Sat, 4/17/10, Syafruddin Ujang <[email protected]> wrote:

From: Syafruddin Ujang <[email protected]>
Subject: Re: [Wisata Minang] Promosi Tour de Singkarak di Harrods
To: [email protected]
Date: Saturday, April 17, 2010, 6:45 AM



  







Uni Z Yth.
Ini Syafruddin AL/Wartawan Singgalang, Padang. Rasanya kita pernah jumpa di 
acara pameran Indonesia di Warsawa, Polandia, Meni 2008 silam. Cuma waktu itu 
awak ndak banyak cerita, cuma berbagai kartu nama saja. 

Oh, ya, untuk konfirmasi Tour de Singkarak, bisa dengan Pak DR Sapta Nirwandar 
(Dirjen Pemasaran, Kembudpar) karena program ini adalah gawang beliau. Nomor 
Hp.nya: xxxxxxxxx. Dua tahun terakhir, perhatian beliau ke Minang melebihi 
perhatian orang Minang sendiri terhadap kemajuan pariwisata di kampung 
halamannya.

Berikut ini adalah sepenggal wawancara saya dengan beliau beberapa waktu lalu.


Dirjen Pemasaran Kembudpar, DR. Sapta Nirwandar:
Tour de Singkarak, ‘Menjual’ 
Ranah ke Mancanegara
 
KUALA LUMPUR - Minangkabau Food Festival tidak melulu menyajikan makanan 
tradisional Ranah Bundo Kanduang, tapi juga mempromosikan Tour de Singkarak 
2010. Iven olahraga balap sepeda internasional ini akan digeber 1-6 Juni 2010 
mendatang. 


Pada malam pembukaan Minang Food Festival itu, video berdurasi sekitar tiga 
menit di putar dengan latar keindahan alam ranah Minangkabau yang dijelajahi 
para pembalap pada Tour de Singkarak 2009 lalu.  Tahun ini, menurut Dirjen 
Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, Tour de 
Singkarak akan diikuti oleh 25 negara dan 10 tim balap sepeda tanah air. Rute 
balapan tahun ini juga semakin penuh tantangan dan teresulit di dunia dengan 
masuknya kelok 44 di Maninjau, Kabupaten Agam. 


Bagaimana keseriusan Kembudpar mempromosikan pariwisata Ranah Minang dengan 
menggelar Tour de Singkarak dan berbagai ivent lainnya itu? Berikut ini 
penuturan Sapta Nirwandar kepada Syafruddin AL dari Singgalang di ruang 
kerjanya, Lantai 17 Gedung Sapta Pesona, Kembudpar, Jakarta, sebelum terbang ke 
Kuala Laumpur untuk menghadiri Minang Food Festival, 12-14 Maret lalu.


Bagaimana Anda melihat potensi wisata Ranah Minang hingga akhirnya menggelar 
Tour de Singkarak?
 
Wah, panjang ini ceritanya. Tapi, begini. Ranah Minang itu kan negeri yang 
elok. Pemandangan alam yang indah; ada laut, ada gunung, ada ngarai, ada lembah 
dan ada alam pertanian. Kemudian, Minang juga punya budaya yang unik, termasuk 
masakannya yang mampu mengubah selera dunia.
 
Untuk Indonesia kawasan barat, tak ada yang akan membantah keindahan alam dan 
keunikan budaya Minangkabau yang matrilineal itu. Sayangnya, semua ini berlum 
tergali, tertata dan terkespos dengan baik. 
 
Tahun 2007 kita ikut menggelar Festival Singkarak-Danau Kembar. Menurut saya, 
itu adalah sesuatu hal yang menarik dan punya gaung yang bagus. Selain ada 
pesta kesenian rakyat, juga ada peragaan pakaian adat dan lomba masak ikan 
bilih. Tetapi, festival itu saja tidak cukup. Perlu ada daya tarik lain 
mendatangkan orang ke Ranah Minang yang punya banyak danau nan indah-indah ini. 
Itulah yang kemudian menginspirasi digelarnya Tour de Singkarak. 


Hasil apa yang bakal dipetik dari Tour de Singkarak?
 
Utamanya, tentu PR-ing (promosi) untuk Ranah Minang. Melalui Tour de Singkarak 
inilah nantinya orang akan mengenal Sumatra Barat dengan segala seluk beluknya. 
Ibarat pepatah Minang juga, meski papeh (pancing-red) yang dibentuk, ikan di 
laut yang dihadang. 
 
Contoh saja Langkawi di Malaysia. Siapa yang mengenal daerah itu kalau tidak 
dengan balap sepedanya. Setelah Tour de Langkawi jalan, Malaysia pun berkibar. 
Kita di Sumatra Barat juga ingin begitu. Danau Singkarak yang menjadi ikon tur 
ini, dan Kelok 44 di Maninjau yang merupakan tantangan tersulit di dunia balap 
sepeda, dipastikan akan mampu menjual Ranah Minang hingga ke Mancanegara.
 
Bagaimana orang mengenal Minang lewat Tour de Singkarak?
 
Banyak pintunya. Pertama, ada 25 negara yang ikut Tour de Singkarak tahun ini. 
Satu tim, akan terdiri dari 10 hingga 15 orang anggota. Tapi, liputan terbesar 
akan dilakukan oleh rekan-rekan anda dari berbagai belahan dunia. Ada 
Eurosport, TV olahraga dunia yang akan tayang tentang Tour de Singkarak. Ada 
sejumlah fotografer dunia yang ikut terjun mengabadikan lomba balap dengan 
landsecap pemandangan alam Ranah Minang.
 
Anda bisa bayangkan bagaimana seorang cameramen televisi dan fotografer dari 
alat helicopter akan mengabadikan para pembalap saat mandaki kelok ampek puluah 
ampek dengan latar belakang danau Maninjau. Begitu juga saat mereka memasuki 
Ngarai Sianok hingga ke Jam Gadang di Bukittinggi. Ketika melintas di Istano 
Basa dan saat mengelilingi danau Singkarak itu sendiri.
 
Keindahan alam itu akan membuat orang yang belum pernah datang, akan berusaha 
berkunjung ke Sumatra Barat. Akan lebih lengkap lagi bisa setiap momen yang 
ada, kita bisa membuat cerita. Bagaimana sejarahnya pantai Gondoriah di 
Pariaman, Kuburan Siti Nurbaya di Kota Padang, cerita tentang Danau Maninjau 
dan Kelok 44-nya. Apa betul ada terowongan air yang menghubungkan antara Danau 
Singkarak dengan Maninjau. Bagaimana pula Ngarai Sianok bisa ada, dan segala 
macam ceritanya.
 
Di setiap etape atau daerah-daerah yang disinggahi, kita kan juga akan 
menyajikan atrakasi kesenian rakyat dan kulinernya. Semua harus dikemas dengan 
baik dengan penjelasan riwayatnya, sehingga bisa memberi pengetahuan untuk 
pengunjung dan peminat lainnya. Coba Anda datang ke Ngarai Sianok, kalau cuma 
sekedar melihat ngarainya, bulan depan kan kita tak mau ke sana lagi. Lewat 
foto atau visual lainnya kan bisa dinikmati.
 
Jadi, harus ada ceritanya?
 
Iya dong. Itu harus anda pikirkan. Wong Allah SWT sudah memerintahkan ummatnya 
lewat iqraq. Baca…baca… Iya toh. 
 
Tour de Singkarak kan tidak hanya tahun ini?
 
Ya, kita sudah program hingga lima tahun ke depan. Artinya, setelah lima tahun 
tour ini akan tetap jalan. Sama dengan Tour de Langkawi atau Tour de France. 
Kita berharap Tour de Singkarak akan menyamai rekor Tour de France, akan 
diikuti oleh pembalap-pembalap dunia. Kalau sekarang kita baru menyertakan 
juara Asia, tahun ketiga nanti akan kita usahakan pembalap dunia yang ikut di 
Tour de France bisa bergabung. Rute Tour de Singkarak juga akan terus kita 
perpanjang. Dari awal Cuma 500 kiloan meter, tahun ini menjadi 638 Km. Tahun 
depan, bisa saja dari Danau Kembar akan tembus ke Pesisir Selatan.
 
Sejalan dengan peningkatan kulitas peserta, keterlibatan sponsor pun akan makin 
meningkat sehingga peran kita di Kembudpar bersama pemerintah daerah provinsi, 
kota dan kabupaten bisa dikurangi. Terutama dari segi pendanaan. Namun hasil 
Tour de Singkarak yang akan kita petik adalah limpahan pengunjung yang akan 
datang ke Ranah Minang.
 
Bila sudah kenal, orang akan datang sendiri ke Sumatra Barat. Kalau sudah di 
kenal, kita pun tidak perlu pasang iklan atau bikin artikel di surat kabar 
dunia. Sama seperti Patung Liberty di Amerika, menara Eifel di Paris, dan 
Patung Fizza di Italia. Toh, dari bayi yang belum tumbuh gigi hingga kakek dan 
nenek yang sudah ompong sudang mengenal menara Eifel itu. 
 
Bagaimana Anda melihat kemasan obyek wisata ranah Minang sendiri?
 
Sebagaimana yang saya utarakan di atas, banyak hal yang bisa dikembangkan di 
Sumatra Barat. Tergantung kreatifitas daerah. Danau yang indah harus diberi 
sentuhan sehingga jadi menarik. Lahan pertanian pun bisa dibikin agrowisata. 
Tinggal, bagaimana kita mampu melihat peluang dan memberikan model pelayanan 
dengan fasilitas yang prima. Kalau WC-nya jorok dan orangnya sering makan 
jengkol, kan membuat orang enggan datang.
 
Kulinernya, menurut Anda?
 
Minang itu serba lengkap. Kulinernya pun bisa mendatangkan orang ke Sumatra 
Barat. Mana ada istilah dendeng batokok kalau bukan dari Minang. Mana ada bubur 
kampiun, sate Mak Syukur, ampiang dadiah, sala lauak dan segala macamnya itu. 
Makanya, kita juga memperkenalkan masakan ranah awak ini ke mancanegara. Tahun 
ini kita mulai dulu dengan  Kuala Lumpur. * 

--- On Fri, 16/4/10, Zeynita Gibbons <z_gibb...@yahoo. com> wrote:


From: Zeynita Gibbons <z_gibb...@yahoo. com>
Subject: [Wisata Minang] Promosi Tour de Singkarak di Harrods
To: "map...@yahoogroups .com" <map...@yahoogroups. com>
Cc: "zeynita gibbons" <z_gibb...@yahoo. com>
Date: Friday, 16 April, 2010, 10:18 PM


  






Dear Admin Mappas

AKu mau menulis mengenai promosi Tour De Singkarak di Harrods yang tengah 
berlangsung selama sebulan April ini

Kepada siapa ya aku bisa minta komentarnya menegnai promosi Indoensia di 
superstore megah milik pengusaha Mesir Muhammad Al Fayet, ayah mendiang Doddy 
Al Fayet yang meninggal dunia bersama Putri Diana dalam kecelakaan di Paris 
beberapa tahun lalu.

Aku ingin minta komentar yang berwenang atau pun masyarakat Pecinta SUmatera 
Barat ini mengenai promosi Tour de Singkarak ini 

atas perhatian dan komentarnya saya aturkan terima kasih, mohon email langsung 
ke email saya di z_gibbons@ yahoo.com

Kebetulan saya berasal dari Paninjawan, deket sulit air dan tidak jauhd ari 
Danau Singkarak yang beberapa puluh tahun lalu pernah ikut berpartisipasi 
dengan ibu ibu asal SUmatera Barat menanam sejuta Beougenfil di Danau 
Singkarak, saat Menteri Dalam neegri waktu itu masih menjadi Bupati Solok

Sekali lagis aya aturkan terima kasihd an ditunggu komentarnya

salam
ita     
 

Zeynita Gibbons 
24 St. Augustine mews 
Priory Street - Colchester 
ESSEX - CO1 2PF  
ph: (44) 01206 523242 
hp: (44) 0790 541 6450
http://gibbons. blogdrive. com



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke