Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Prof Mochtar Naim telah dapat mengenalpasti dasar kelemahan asasi atau
ketidakberesen asasi yang cukup mendasar
akan permasaalahan Indonesia yang telah menghantui nya/*bedeviling* sehingga
hari ini. Selain mengenalpasti punca permasalahan, Pak Prof juga telah
melontarkan kerangka policy/*policy framework* bagaimana punca
ketidakberesan ini boleh di atasi. *Policy framework* ini termasuk
meletakkan semula peranan propinsi dalam struktur otonomi daerah. Kelemahan
yang menjolok mata ini yakni keterbiaran kuasa propinsi dalam struktur
politik Indonesia pasca otonomi daerah telah menimbulkan banyak ketempangan
artifisial dalam berpolitik di lapangan.

Saya amat bersetuju dengan pandangan menjadikan Indonesia negara federal.
Banyak menfa'atnya dari negara kesatuan. Lambat laut, mahu atau tidak mahu,
dipaksa atau tidak negara Indonesia akan kembali kepangkuan federal. Sudah
pasti *federal regime* akan meletakkan dasar kukuh bernegara di Indonesia.
Insya'Allah .

Selain dari dua hal diatas, amalan dan sendi sendi *electoral democar*cy
yang membelenggu pendemokrasian Indonesia yang telah di kupas panjang oleh
Pak Mochtar Naim tempoh hari dan juga oleh Yudi Latif dengan tema Korupsi
Demokrasi, patut di rumus semula/*reformulated*  agars nilai pendemokrasian/
*democratizationism*
yang asli Indonesia dan berpijak dibumi nyata, terwujud kembali, dan kali
ini menyeluruh dan tidak berkepentingan berpehak kepada suatu satu kaum atau
daerah.
2010/4/16 Mochtar Naim <[email protected]>

>
>
>
> *PERSPEKTIF INDONESIA*
>
> *KE MASA DEPAN*
>
> * *
>
> *Mochtar Naim*
>
> * *
>
> * *
>
> Ceramah di Hadapan Mahasiswa Indonesia
>
> Di University of Queensland
>
> Brisbane, Australia
>
> Kamis, 15 April 2010, 18.00-20.30 pm
>
>
>
> *Wa tilkal ayyāmu nudāwiluhā bainan nās, *
>
> *wa liya’lamallāhul ladzīna āmanû (Āli ‘Imrān 140)*
>
> “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan
>
> di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran),
>
> dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman
>
> (dengan orang-orang kafir)”
>
> * *
>
> *Pengantar*
>
>
>
> Di hari yang berebut senja dengan malam ini,
>
> di kampus University of Queensland, Brisbane,
>
> di negara tetangga ‘Kang Guru’ ini,
>
> tempat Anda sekarang berasyik-maksyuk
>
> kerja keras menuntut ilmu di bidang Anda masing-masing,
>
> saya sejenak akan mengajak Anda sekalian,
>
> sebelum kita berdiskusi nanti,
>
> untuk berkontemplasi, melakukan perenungan,
>
> apa gerangan yang telah kita lakukan sejak kita berbangsa
>
> dan bernegara merdeka ini
>
> selama lebih dari 60-an tahun ini.
>
> Dan bagaimana gambaran perspektif negara kita Indonesia tercinta ini
>
> ke masa depan,
>
> dengan kita melihat keadaan sekarang dan sebelumnya.
>
>
>
> I
>
>
>
> H
>
>                    ARI ini adalah hasil pergumulan dari hari kemarin,
>
> sebagaimana hari beresok adalah hasil pergumulan
>
> dari hari sekarang.
>
> Dengan kita melakukan kilas balik ke masa lalu
>
> dan mengamati apa yang terjadi sekarang,
>
> kita akan bisa melihat perspektif ke masa depan.
>
>
>
> Bagaimanapun, dalam perputaran sejarah,
>
> tidak ada yang selalu di atas,
>
> sebagaimana juga tidak ada yang selalu di bawah.
>
> Semua itu dipergilirkan.
>
> Ibarat roda pedati: sekali di atas, sekali di bawah.
>
> Inilah yang sunnatullah itu
>
> sebagaimana terekam dari ayat yang dikutip di atas:
>
>
>
> “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan
>
> di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran),
>
> dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman
>
> (dengan orang-orang kafir).” [Āli ‘Imrān 140]
>
> * *
>
> Bagaimana dengan Indonesia? Sama!
>
> Hukum sejarah harus berlaku.
>
> Hanya ritma dan denyut temponya yang bisa berbeda.
>
> Karenanya, ada yang berubah cepat, ada pula yang berubah lambat.
>
> Ibarat melihat pokok pohon,
>
> semakin kita masuk ke intinya
>
> semakin lambat gejala itu berubah.
>
> Sementara ke kulit-kulit luar, semakin silih berganti perubahan itu
> terjadi.
>
>
>
> [SELANJUTNYA BUKA ATTACHMENT!]
>
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke