Dunsanak di palanta yth.

Ambo fwdkan dari milis sabalah semacam penyakit nan disebabkan bakteri.
Semoga kita semua terhindar dari penyakit semacam ini dengan cara *meningkatkan
daya tahan tubuh* yaitu mengatur menu makanan agar ber "gizi seimbang"
serta melakukan "olahraga dan olahjiwa" secara teratur.
Maaf rang dapua: imgenyo indak bisa didelete dari attachnyo.

Salam
AI
---------- Pesan terusan ----------
Dari: Th. I Boliang Fam. <[email protected]>
Tanggal: 18 April 2010 20:33
Subjek: [alumnifkgugm] Fwd: Fw: Bakteri MRSA
Ke:  [email protected], Albert Tanod [email protected]








--- On *Tue, 10/27/09, Effendy Hasym <[email protected]>* wrote:





**

Ganasnya Bakteri MRSA

*Vera Farah Bararah* - detikHealth



[image: img]
*Tanya, Korban Keganasan MRSA (droz)*

*Chicago,,* Sebelum terkena bakteri MRSA, Tanya adalah seorang koki
profesional yang sangat menikmati hidupnya. Hidupnya berubah 180 derajat
pada Maret 2007 ketika Tanya yang berusia 30-an tahun meregang nyawa melawan
MRSA.

Awalnya, Tanya sedang memotong seledri dan tanpa sengaja jarinya terluka.
Saat itu Tanya berpikir kecelakaan kecil itu adalah hal biasa, dia hanya
membersihkan luka dengan alkohol dan memplesternya dan kemudian bekerja
lagi.

Keanehan terjadi setelah beberapa jam, saat mengangkat panci dirinya
merasakan nyeri yang teramat sangat. Sembilan jam kemudian rasa sakit itu
semakin parah dan dia memutuskan ke rumah sakit. Saat di rumah sakit Tanya
diberi pil dan oleh dokter diminta istirahat di rumah. Tapi malam hari
suhunya melonjak tinggi dia merasakan ada yang tidak beres dari luka kecil
saat memotong seledri. Ternyata bakteri MRSA telah masuk dan bergerak cepat
menggerogoti dagingnya.

Dalam waktu 60 jam jarinya habis dimakan bakteri. Tanya tertular bakteri
pemakan daging dan 9 dokter harus bekerja mati-matian untuk menyelamatkan
hidupnya. Para dokter menyaksikan bagaimana bakteri mematikan itu melompat
dari lengan ke dadanya tepat di depan mata mereka.

Dokter mengamputasi lengan dan bahu kanan, tapi kemudian menyadari bakteri
itu telah menyebar ke payudara kanan. Dokter bedah memutuskan untuk
melakukan pengangkatan penuh karena itu adalah satu-satunya cara untuk
menyelamatkan hidup Tanya.

Beruntung Tanya masih bisa hidup meski dokter harus mengoperasi 9 kilogram
daging dan otot untuk membersihkan tubuh dari bakteri. Kini yang tersisa di
tubuh Tanya tidak lebih dari lapisan tipis kulit untuk melindungi tulang
rusuknya dan paru kanan.

"Bahkan cocokan peniti bisa langsung ke paru-paru dan aku bisa mati," kata
Tanya memperlihatkan rangka tulangnya seperti dikutip dari *doctoroz.com*,
Kamis (1/10/2009).

Penyakit MRSA masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tapi di
AS, sudah menyebabkan 19.000 orang meninggal karena terinfeksi bakteri ini.
Seperti apa penyakit MRSA?

MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus aureus adalah salah satu tipe
bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal
terhadap antibiotik.

Setiap tahunnya lebih dari 90.000 warga Amerika Serikat berpotensi
terinfeksi bakteri ini. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri MRSA lebih
banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat AIDS.

Saat ini diketahui ada dua tipe dari MRSA seperti dikutip dari* Stopmrsanow,
* Kamis (1/10/2009), yaitu: *Healthcare-Associated* (HA-MRSA) yang biasanya
ditemukan di rumah sakit dan tempat-tempat kesehatan lainnya. Serta *
Community-Associated* (CA-MRSA) yang baru-baru ini ditemukan penyebarannya
pada tempat-tempat umum seperti tempat fitnes, tempat penyimpanan barang
(loker), sekolah dan perabotan rumah tangga.

Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak-anak yang memiliki daya
tahan tubuh yang lemah, jika daya tahan tubuhnya tinggi tidak akan
menimbulkan gejala apapun. Bakteri yang dibawa oleh orang tersebut bisa
berpindah ke orang lain dan menyebar dengan mudah melalui kontak kulit dan
menyentuh barang yang sudah terkontaminasi.

MRSA sama seperti bakteri Staphylococcus lainnya, yang terlihat seperti
infeksi kulit, jerawat, ruam, bisul atau gigitan laba-laba.

Infeksi ini biasanya menyakitkan, merah dan bengkak. Infeksi ini bisa dengan
cepat masuk ke dalam tubuh, menimbulkan bengkak yang menyakitkan. Bakteri
ini dapat menembus ke dalam tubuh sehingga berpotensi menyebabkan infeksi
pada tulang, sendi, luka bedah, aliran darah, jantung dan paru-paru yang
bisa mengancam jiwa.

Infeksi MRSA lebih sering menyebar di masyarakat, bahkan diantara anak-anak
dan orang dewasa yang sehat sekalipun. Karena bakteri ini bisa menyebar
dalam jarak yang dekat.

Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi
bakteri MRSA ini, yaitu:

1.       Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air hangat minimal
selama 15 detik.

2.       Tutup luka pada kulit dengan perban yang bersih sampai sembuh.

3.       Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama barang
yang berhubungan dengan kontak kulit seperti handuk atau pisau cukur.

4.       Cuci barang dengan menggunakan desinfektan (1 sendok makan
desinfektan dilarutkan dalam 1 liter air). Pastikan menggunakan kain yang
bersih untuk menyekanya.
Jika Anda berpikir bahwa Anda atau siapa pun dalam keluarga memiliki
kemungkinan terinfeksi MRSA, segera hubungi ahli kesehatan. Terutama jika
infeksi besar, menyakitkan, hangat jika disentuh atau tidak sembuh-sembuh
dengan sendirinya.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image002.jpg>>

<<attachment: image002.jpg>>

Kirim email ke