Sibuta dan gajah 
Oleh K Suheimi

Subuh ini  terbaca dalam serial mutiara hikmah, suatu ceritra yang mengandung 
hikmah yang sangat bermakna
Ingin saya agar kisah ini juga di ketahui oleh kita semua
Selamat membaca

Dalam suatu negeri terdapat sekumpul orang buta. pada saat itu mereka mendengar 
berita  akan datang ketempat mereka dengan membawa seekor hewan ajaib ketempat 
mereka bernama gajah. berita ini membuat naluri keingintahuan mereka semakin 
melonjak karena selama ini mereka belum pernah melihat rupa ataupun mengenal 
atau nama gajahpun mereka belum mengenal akhirnya kata sepakat pun diambil 
untuk mengirim perwakilan mereka ketempat itu salah seorang dari mereka berkata 
meskipun kita buta tapi kita masih boleh mengenalinya dengan cara meraba. 
sesampainya mereka ditempat itu mereka memerankan perannya sendiri-sendiri ada 
yang terpegang kaki gajah, ada terpegang gading dan sebagian lagi memegang 
telinga gajah setelah puas merekanpun kembali, kekampungnya mereka dihujani 
berbagai pertanyaan oleh orang buta lainnya yang ingin mengetahui bentuk gajah 
itu. orang yang tepegang kaki gajah mengatakan gajah itu seperti tiang besar
kesat tapi lembut pada sentuhannya. kenyataan ini dibantah keras oleh orang 
yang terpegang bagian gadingnya dia mengatakan gajah itu tidak kesat tidak 
lembut dan jauh dari bentuk tiang seperti yang dilaporkan orang tadi oleh orang 
pertama tadi, sebaliknya malah mengatakan bahwa gajah itu keras dan licin dan 
hanya sebesar kerah saja kenyataan ini disanggah orang buta yang ketiga pada 
bagian ketiga yang memegang bagian telinga ia setuju orang buta pertama bahwa 
ia mengatakan bahwa gajah itu kesat dan lembut tetapi ia tidak seutuju 
bentuknya seperti tiang dan kerah dia menegaskan bahwa gajah itu kesat dan 
lembut dan ukurannya hanya seperti kulit yang terkembang yang tebal sebesar 
dulang. kondisi dan perbedaan cerita dari masing-masing orang buta tersebut 
tentu saja membuat orang-orang  buta lain menjadi bingung tapi bagaimanapun 
ketika orang-orang buta yang memaknai bentuk dan wajah gajah tidak bisa 
disalahkan karena mereka berasumsi sesuai fakta dan
sudut pandang mereka. 
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an
  
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an
 
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap 
Allah atau yang berkata: 'Telah diwahyukan kepada saya', padahal tidak ada 
diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: 'Saya akan menurunkan 
seperti apa yang diturunkan Allah'. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat 
di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para 
malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): 'Keluarkanlah nyawamu' Di 
hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu 
mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu 
menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. 6;93

 
Pekanbaru 20 April 2010

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke