Menarik cerita Bu Iffah ini ya... Ternyata Bu Iffah lumayan dekat dengan keluarga papanya,
Masih sempat2nya manggusuak kapalo apak eteknyo Marasoan sarupo papa surang.. Jarang tadanga dek awak Urang minang dakek jo keluarga ayahnyo (apak bakonyo, bukan hanyo induak bakonyo) Mukasuiknyo bukan keluarga saudara perempuan ayahnya saja Tp keluarga laki2 dari ayahnyo Ikolah (mgkn) cerminan syarak nan sabananyo Kalau urang Minang bana2 manjalankan syarak Mgkn anak2 Minang akan dakek jo keluarga paman2nyo (sdr laki2 ayahnyo) Bukan hanyo dakek jo keluarga eteknyo (sdr perempuan ayahnyo) Tantunyo salain dakek jo keluarga ibu (keluarga sasuku) Sayangnyo ambo indak punyo apak etek atau apak uwo... dek ayah tungga bebeleang "Apak2 jauah" pun lah sarik mancarinyo... Susah kalau ambo nak mancari dunsanak ayah ambo sacaro patrilineal... (maikuti nasab sacaro Islam) Insya Allah kamungko ka anak2 ambo akan ambo ajarkan supayo mereka dakek sacaro nasab... salain sacaro pasukuan Mokasih wassalam ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of hanifah daman Sent: Monday, April 19, 2010 8:21 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] KESEMPATAN MENGUSAP KEPALA PAK ETEKKU KESEMPATAN MENGUSAP KEPALA PAK ETEKKU Di waktuku yang sempit Dan langkahku yang singkat Aku hanya sempat singgah Tak banyak yang sempat kukunjungi Malam minggu 17 April 2010 Aku, suami dan keluarga adikku Berkunjung ke rumah pak etekku Bapak Akhiarly Djalil Tak seperti biasanya Pak etekku lama sekali menemui kami Ketika keluar mulutnya di tutup sapu tangan Setelah menyalami kami, masuk lagi kekamar Ketika keluar lagi dari kamar Pak etek ngomong barusan dia muntah Kami jadi terkejut Adikku dan aku memeriksa jidatnya Tidak panas, tetapi dingin Tangan juga dingin Ambil nasi panas kata suamiku Nasi yang dibungkus sapu tangan Di usap-usap ke jidat, punggung dan tempat lain Aku dan adikku memijit-mijit kaki dan tangan Sambil memijit pak etek Aku dan adikku tertawa lepas Teringat ketika memijit papaku Bayaran adikku lebih banyak dariku Kami jadi terdiam Ketika tanteku menangis dan berkata Uda, baa uda. Aku jadi cemas juga Kami minta pak etek pindah kekamar Sebelum pak etek naik ketempat tidur Adikku sudah menghubungi kakakku Pak etek konsultasi langsung dengan kakakku yang dokter Saat itu kami merasa Menghadapi papa sendiri Bajunya diganti Badannya dibalsemi Kaki, tangan, dan kepala semuanya di pijit Kesempatan mengusap kepala pak etek Aku agak trauma rasanya Terbayang saat terakhir papaku Terbayang saat terakhir kakak iparku Dalam hati aku berdoa Semoga pak etek cepat sembuh Setelah kami merasa badan pak etek mulai panas Haripun sudah malam Kami pamit Sebelum pulang kerumah adikku Kami mampir dulu ke rumah kakak tante Memberitahukan keadaan pak etek Biar ada yang menemani tante Alhamdulillah Tadi suara pak etek di telpon Sudah kencang seperti biasa Dan terdengar senang dan bahagia Terima kasih Ya Allah Engkau beri kesempatan padaku Untuk mengusap kepala pak etekku Yang tak pernah terbayangkan dalam hidupku Bengkulu, 10 April 2010 Hanifah Damanhuri -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
