Assalamu'alaikum W.W.,....

Pulang Kampung, atau di ranah melayu lebih dikenal dengan balek kampong,
merupakan hal yang sering kita dengar, khususnya saat liburan. Saudara kita
dari jawa menyebutnya pergi mudik, sementara orang padang menyebutnya pulang
kampuang/ pulang basamo, dan orang batak menyebutnya mulak to bagas,
sementara saudara kita di belahan bumi barat sana menyebutnya going home/
back to homeland. Apapun istilah-nya, makna dari semua-nya itu adalah suatu
bentuk kegiatan dari seseorang, atau kelompok masyarakat, untuk berkunjung
ke tanah leluhur, atau ke tempat dimana orang tuanya berasal. Tujuannya
tidak lain untuk memenuhi kerinduan hati akan kampung halaman, dalam mengisi
masa liburan, atau bersilaturrahmi dengan orang tua, dan sanak saudara.

Pembaca yang dirahmati Allah S.W.T.,........
Orang-orang yang hidup dan tinggal jauh dari kampung halaman, apalagi
sebatang kara di perantauan, kerinduan akan kampung halaman selalu mengusik
hatinya. Bayangan keindahan alam pedesaan seperti; hamparan sawah ladang
yang menghijau, berjenjang di kaki bukit, sentuhan angin yang lembut
sepoi-sepoi basa, berhembus di antara pepohonan dan dedaunan, diiringi
alunan musik alam Ilahi, baik berupa gemercik air sungai, berdesir di antara
bebatuan, diikuti dentingan harpa suara jangkrik, serta nyayian rindu
kicauan burung, bertengger indah memadu kasih, di ujung ranting pepohonan,
yang menjulang ke langit tinggi, merupakan kekuatan pendorong untuk kembali
menikmati alam desa yang pernah ditinggalkan.

Sedang bagi masyarakat yang berasal dari daerah pesisir, kerinduan akan
gemuruh ombak yang menghempas, desiran buih di hamparan pasir, pecahan ombak
pada karang, berkayuh dengan sahabat, menantang alunan gelombang, menjala
dan membakar ikan, apalagi seruan kasih anak dara, yang pernah bersumpah
menanti junjungan, bagaikan buluh perindu merajut hati, untuk segera pulang
kampung.

Dalam mewujudkan kerinduan akan kampung halaman, biasanya orang berjuang
mati-matian untuk menggapainya. Betapapun keras dan getirnya kehidupan,
mereka tetap menyisihkan waktu, pikiran, dan harta yang dimilikinya, agar
dapat pulang dengan buah tangan, supaya mendapat tuah dan sanjungan, baik
dari orang kampung, karib-kerabat, handai taulan, sobat dan sahabat, apalagi
orang tua, agar jadi anak yang berbakti. Semuanya itu merupakan harapan bagi
setiap orang. Tetapi..., bila anak dagang pulang melenggang, tanpa secuil
buah tangan, apalagi membawa segudang fitnah, maksiat dan dosa, sepanjang
kampung orang mencela, sanak saudara tak ingin bersua. Sumpah serapah orang
tua, diikuti kutukan durjana, bagai sembilu menikam duka. Akhirnya, badan
terbuang entah kemana...... Padahal...., sebelum anak dagang bertolak ke
rantau tujuan, segudang tunjuk ajar telah diberi, diikuti sebakul bekal,
agar bujang dapat hidup berseri, dan kampung halaman siap menanti.

Pembaca yang dimuliakan Allah, S.W.T.
Berkaitan dengan untaian kisah di atas, pernahkah terbayangkan bagi kita,
sesuatu yang menghujam ke dalam jiwa, yang mengusik hati akan kerinduan,
untuk pulang ke kampung yang sebenarnya?. Yaitu kampung asal Datuk sekalian
umat manusia, Nabi Adam A.S???. Yaitu tempat dimana manusia pertama
diciptakan, sekaligus sebagai kampung akhir Nabiullah, para sahabat
Rasullullah, Ambiak dan Suhada, serta karib-kerabat seiman yang muttaqin??.
Allah telah menegaskan pada ayat berikut bahwa:
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami
kamu dikembalikan (Qs 29:57). Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu)
Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar
dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun
dari mereka (Qs 18:47). 

Pada saat pulang ke kampung akhir, semua orang pasti berharap untuk
mendapatkan belaian kasih yang Maha Pengasih, sentuhan hangat dan dekapan
lembut yang Maha Penyayang, serta ampunan dari yang Maha Penerima taubat,
agar dapat bertemu dengan penghuni syorga, yaitu tempat yang diberkahi
dengan kemewahan, keindahan, kesejukan, kedamaian, dan ke-tentraman yang
tiada tara, yang tak sebanding dengan dunia dan isinya, bertelekan di atas
dipan-dipan, lengkap dengan segala buah-buahan , serta bidari-bidadari suci
yang belum tersentuh oleh manusia dan jin, yang setia menanti impian hati,
sesuai ketentuan dan janjian Ilahi.

Pembaca yang diberkahi Allah S.W.T.,.........
Pada saat kita kembali ke kampung akhir, pertanyaan yang muncul adalah,
"apakah kita akan disambut oleh tuah dan sanjung oleh Allah, penjaga syurga,
dan penghuninya?. Ataukah kita hanya disambut dengan makian penjaga neraka
sambil dilempar ke tempat jahannam yang penuh siksa dan api yang menyala?".
Bagi orang yang beriman, beramal saleh, dan bertaqwa, mereka akan disambut
oleh Allah dengan ucapan: Hai jiwa yang tenang (Qs 89:27). kembalilah kepada
Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (QS 89:28), maka masuklah ke
dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,(Qs 89:29). masuklah ke dalam syurga-Ku (Qs
89:30). Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari
kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah
harimu yang telah dijanjikan kepadamu"(Qs 21:103), (yaitu) syurga 'Adn yang
mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah
balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan) (Qs 20:76).
Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan
pandangan-nya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
(penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh
jin (Qs 55:56).

Sedangkan bagi orag-orang yang pulang ke kampung akhirat tanpa buah tangan
berupa kebaikan dan amal saleh, tetapi hanya membawa maksiat, dosa dan
perbuatan yang dilarang: (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke
pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah
seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong "( Qs: 40:76).

Allah telah membekali manusia dengan tunjuk ajar agar tertuntun dalam
mengumpulkan rezki dan amal kebaikan selama ada di rantau dunia, termasuk
terhadap godaannya yang menipu. Yakni Al Qur'an dan Sunnah Rasul. Dalam
salah satu ayat, Allah mengingatkan: Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Qs 66:6).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan
merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni
syurga; mereka kekal di dalamnya(Qs 11:23).

MENEBARKAN PELITA KEHIDUPAN INI PADA ORANG LAIN SETELAH MEMBACANYA,
MERUPAKAN AMAL KEBAJIKAN BAGI ANDA.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke