*...........Kemungkinan karena silat minang terlalu condong ke beladiri dgn gerak mematikan, sementara silat gelanggang punya banyak batasan dgn body protektor.......
..........tapi jaman sekarang tersebab ilmu silat telah diciutkan jadi pencak silat selaku olah raga, maka sedikit demi sedikit beladiri murni baik lahir maupun ilmu bathin, lama kelamaan telah tergusur jadi hanya tontonan fisiksaja dgn banyak batasan dan aturan... ..........Padahal silat mengandung banyak sisi, terutama kewaspadaan, kegesitan dan keberanaian menjalani hidup... Dan saya kira dgn adanya sebuah Festifal Seni Silat Tradisi, harapan kita silat minang selaku baju bagi orang Minang baik lahir maupun bathin bisa dilestarikan dan tidak hilang ditelan jaman... . ..........Sang Bunderan mangga Indramayu.* Pak Aslim Nurhasan, urang sumando nan ambo hormati. Ambo sesuai bana jo isi tulisan Sang Bunderan dari Indramayu tsb. Alah ambo publikasikan/usulkan di galangang nan rami bahwa salah satu *prioritas pembangunan nagari* iolah adonyo "kelompok latihan silek" di tiap tiap nagari, disamping perbaikan gizi balita. Iko bukan semacam proyek pembangunan fisik "medan nan bapaneh" di jaman orba, tapi proyek/sekolah silek nan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh anak nagari. Babarapo urang nan ambo ajak badiskusi soal tsb. di nagari, mereka umumnya menyebutkan masalah kelangkaan "guru silek?" tsb. Berbeda dengan pelatih beladiri (karate, yudo dsb.) yang mendapat penghargaan apabila anak didik berhasil. Karano *silek MK bukan olah raga untuk dipertandingkan*, maka apa imbalan untuk guru silek tradisional tsb. Waktu yang mereka alokasikan untuk melatih tentu perlu dihargai. Kalau dimintakan ke peserta untuk iyuran ambo raso tak mungkin. Manuruik ambo kalau nak memajukan silek MK harus ada manajemen tersendiri, dan niat untuk menghidupkan silek tradisional tsb harus jelas (dengan kata lain tak perlu tergantung IPSI). Jadi filosofinyo nan harus jelas dulu, dan selanjutnya kita berani berbuat sendiri meskipun di luar sistem organisasi persilatan yang ada di negara kita saat ini. Prioritas Pembangunan Nagari *Istana dibangun,* sekejap bisa rubuh diguncang bumi. Nauzubillah min zalik. Kalau balita dicukupi gizi, ketika dewasa mampu marantau-mancari pitih *Scaning Otak Balita bergizi baik.* Warna hitam lebih sedikit. Mudah menerima ilmu-pengetahuan *Scaning Otak Balita bergizi buruk.* Kerusakan otak bersifat permanen. Suko mangamuak, ba emosi tinggi Kok baretong, indak mamakai kali-kali. *Modal Penting Marantau* *Ketika pergi hendak merantau, kamanakan diajar membela diri. Silek Kumango jo silek Lintau, baguno sepanjang hari* *Balita yang dicukupi gizi* Warna hitam pada otak lebih sedikit. Otak mudah menerima *raso* yang dibawa naik ke belahan kanan dan membawa turun daya *pareso* dari belahan kiri Salam AI -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
