Sumber : 
http://www.suarasurabaya.net/v05/infoteknologi/?id=c4d807dc1342dade1c365d637cee970a201075741


 Ciptakan Senjata Tanpa Bubuk Mesiu, Rebut Emas ICYS 2010

suarasurabaya.net| Berawal dari keprihatinannya atas keterbatasan
persenjataan TNI, mengantarkan MIFTAH YAMA FAUZAN (16) siswa SMAN 1
Sidoarjo menggondol medali emas dalam International Conference of
Young Scientist (ICYS) 2010 di Bali beberapa waktu lalu. Proyeknya
berjudul Development of Smart Electric Gun With Adaptive Bullet Speed
mecoba untuk menciptakan senjata dengan operasional murah tapi
efektif.

Caranya, dengan meniadakan serbuk mesiu dalam pelontaran proyektil
peluru. Sebagai penggantinya, MIFTAH menggunakan sistem
elektromagnetik. Sistem ini dipadukan dengan mekanisme sensor jarak
untuk menentukan kekuatan lontaran peluru.

Masalah yang sering dihadapi dalam melakukan penembakan seringkali
adalah peluru yang tidak mencapai sasaran karena targetnya terlalu
jauh saat menggunakan peluru kaliber kecil dan sebaliknya target
hancur berantakan saat digunakan peluru kaliber besar dengan sasaran
yang dekat.

Untuk itu, diperlukan mekanisme khusus untuk mengukur jarak sasaran.
MIFTAH menggunakan sensor untuk electric gun. Sensor ini bekerja
dengan menangkap pantulan sinar laser yang ditembakkan dari bawah
laras senjata, Informasi tentang jarak sasaran yang diterima sensor
ini kemudian diterjemahkan untuk setting kumparan peluncur,. Di sini,
peluncur peluru akan menyesuaikan daya dorongnya dengan jarak senjata
ke target.

“Kekuatan lontaran peluru bisa kita sesuaikan, apakah untuk
melumpuhkan saja atau mematikan. Semuanya tergantung pada kekuatan
batere dan kapasitor. Untuk prototype ini saya gunakan batere 12 volt
yang dikonversikan menjadi 300 volt dengan 6 kapasitor. Kalau mau
lebih dahsyat lagi lontarannya, tinggal ditingkatkan spesifikasi
batere dan kapasitor,” kata dia.

Dikatakan low cost gun karena memang biaya produksinya sangat murah.
Untuk pengembangan senjata ini saja, MIFTAH hanya mengeluarkan kocek
tak lebih dari Rp1 juta.

Berhasil mendapatkan emas di ICYS 2010, MIFTAH justru semakin
bersemangat untuk menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang
persenjataan. Obsesi yang ingin diraihnya ke depan adalah menciptakan
elegtromagnetic jamming gun yang bisa mengacaukan sistem
telekomunikasi dan deteksi radar.

“Kalau militer Amerika Serikat membuatnya dalam bentuk bom
electromagnetic, saya tertarik untuk membuat prototype gun karena
lebih mudah dibawa,” paparnya.(edy)


Best Regards;
NFA - 29, JKS

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke