Hari Sabtu lalu aku merasa sebal sekali. Pertama sudah kesal karena jalanan
sangat macet sekalu sehingga aku ketinggalan kereta express menuju depok,
Terpaksa aku menunggu kereta yang lainnya Kereta yang tidak express alias
ekonomi tp berAC . Karna begitu ramainya penumpang sehingga kereta ini ACnya
tidak dingin, padahal siang itu panas luar biasa dan aku jadi berkeringat.
Terakhir, yang betul-betul membikin aku sangat kesal adalah naiknya penumpang
yang seenaknya merokok, aku ingin menegurnya tp karna orang ini berasal dari
Indonesia bagian timur agak ciut nyaliku, aku Cuma tutup hidup dgn tissue,
ternyata tingkah ku ini diperhatikan oleh pemuda di seberangku, dan menegur si
perokok tadi, seperti yang aku takutkan sebelumnya terjadilah adu mulut antara
mereka, dan semakin rame karna penumpang lain pun ikut2an menegurnya.
Sebetulnya ini sering sekali terjadi di Indonesia. Banyak orang senang merokok,
dan mereka tidak pernah peduli pada yang tidak merokok. Tidak pernah sekalipun
dalam hidupku ada perokok Indonesia yang bertanya apakah aku keberatan bila
mereka merokok. , eh ada deh, kalau temanku ingin merokok waktu makan di
restoran, dan aku slalu menjawab tidak boleh!
Heran, apa bangsa kita tidak punya sopan santun, toleransi dan tenggang rasa
terhadap orang lain? Tapi kenapa orang-orang sebangsaku yang terkenal sebagai
bangsa yang punya sopan santun tinggi, penuh toleransi dan banyak kesungkanan,
ternyata tidak peka dan tidak punya tenggang rasa terhadap yang bukan perokok,
dan memaksa orang-orang yang bukan perokok menjadi passive smoker?
sembari kereta berjalan dan menghilangkan kantuk aku jadi makin banyak
berpikir soal keherananku mengapa bangsa kita yang katanya ramah, sopan, punya
kesungkanan dan punya toleransi tinggi ini bisa tidak peka terhadap kepentingan
orang lain seperti sesama penumpang? Lagi2 aku melihat bagaimana orang-orang
kita seringkali sibuk menyerobot masuk ke dalam kereta begitu pintu terbuka,
sehingga menghalangi orang yang akan keluar , terjadilah sumpah serapah dan
kata2 tak sopan sperti di kebun bintang saja dan sebagainya,
Akhirnya setela memejamkan mata beberapa saat, aku ingin melihat kereta sudah
melintas dimana? lumayan sebentar lagi sudah sampai pasar minggu, tidak sadar
mataku melihat sosok ibu hamil yang sedang berdiri , entah dr kapan ibu itu
berdiri, dan didepan dia ada seorang bapak yang sedang baca koran.aku
benar2 geleng2 kepala melihatnya, aku panggil si ibu hamil untuk duduk ditempat
aku, tp dia tak mau, sudah dekat mba' katanya, emang mau turun dimana mba?
kataku, depok baru, wah masih 4 stasiun lagi, aku suruh geser orang2
disampingku biar bangku didepan ibu hamil tsb kosong dan bisa diduduki
olehnya, baru saja ibu itu duduk, si bapak yg depan nya bilang, ngga apa2 lagi
berdiri buk, olahraga....( oh tuhan bener2 nih orang).
Hal-hal kecil seperti ini banyak dijumpai di sekitar kita, dan harus diakui
terjadi.. Menurutku ini adalah mengakui kenyataan bahwa kita yang sering
membangga-banggakan diri sebagai bangsa yang sopan yang peka terhadap orang
lain ternyata sungguh berbeda,
setelah melihat kejadian2 di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa yang bisa
membantu kita untuk punya etika yang baik adalah kepekaan terhadap kebutuhan
orang lain dan kesediaan untuk menunjukkan kesopanan, rasa hormat dan kebaikan
hati, dan untuk konteks ini memang rasanya adalah gabungan dari ketiganya).
Apabila kita punya dua ini niscaya kita akan mengerti dan punya etiket ditempat
umum.
Masih banyak memang yang harus diperbaiki oleh kita dalam hal bersikap sopan
dan baik hati di tempat umum. Entah bagaimana memperbaikinya. Mungkin dengan
meningkatkan kedisiplinan, atau mungkin yang jelas, dengan pendidikan di rumah
dan di sekolah! Terutama kepada penerus kita,pemuda2 kita, anak2 kita, yah
keluarga kita, kita jelaskan bagaimana kita bersikap di depan umum,dimulai dgn
sopan dalam bertutur kata, sopan dalam bertindak, tapi semua itu tak lepas dari
diri kita sendiri,…apabila diri kita bisa berbuat seperti itu , secara langsung
anak2, keluarga, dan yang lain mungkin akan mejalaninya….pengaruhnya sangat
besar pada keharmonisan hubungan antar sesama manusia. Jagalah perhatikan
etika, semoga kita semua menjadi lebih bijaksana karenanya
Karakter, watak, atau pribadi seseorang menunjukkan cerminan pribadi
seseorang melalui Beretika dan bertutur kata sopan, santun,yang sistematis,
teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi berbudi.
renny,ancol
www.renisy.blogspot.com
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe