Reni, Minta ijin protes Reni ini om teruskan ke FB ya.....
2010/4/28 Reni Sisri Yanti <[email protected]> > Hari Sabtu lalu aku merasa sebal sekali. Pertama sudah kesal karena jalanan > sangat macet sekalu sehingga aku ketinggalan kereta express menuju depok, > Terpaksa aku menunggu kereta yang lainnya Kereta yang tidak express alias > ekonomi tp berAC . Karna begitu ramainya penumpang sehingga kereta ini > ACnya tidak dingin, padahal siang itu panas luar biasa dan aku jadi > berkeringat. Terakhir, yang betul-betul membikin aku sangat kesal adalah > naiknya penumpang yang seenaknya merokok, aku ingin menegurnya tp karna > orang ini berasal dari Indonesia bagian timur agak ciut nyaliku, aku Cuma > tutup hidup dgn tissue, ternyata tingkah ku ini diperhatikan oleh pemuda di > seberangku, dan menegur si perokok tadi, seperti yang aku takutkan > sebelumnya terjadilah adu mulut antara mereka, dan semakin rame karna > penumpang lain pun ikut2an menegurnya. > > Sebetulnya ini sering sekali terjadi di Indonesia. Banyak orang senang > merokok, dan mereka tidak pernah peduli pada yang tidak merokok. Tidak > pernah sekalipun dalam hidupku ada perokok Indonesia yang bertanya apakah > aku keberatan bila mereka merokok. , eh ada deh, kalau temanku ingin merokok > waktu makan di restoran, dan aku slalu menjawab tidak boleh! > > Heran, apa bangsa kita tidak punya sopan santun, toleransi dan tenggang > rasa terhadap orang lain? Tapi kenapa orang-orang sebangsaku yang terkenal > sebagai bangsa yang punya sopan santun tinggi, penuh toleransi dan banyak > kesungkanan, ternyata tidak peka dan tidak punya tenggang rasa terhadap yang > bukan perokok, dan memaksa orang-orang yang bukan perokok menjadi passive > smoker? > > sembari kereta berjalan dan menghilangkan kantuk aku jadi makin banyak > berpikir soal keherananku mengapa bangsa kita yang katanya ramah, sopan, > punya kesungkanan dan punya toleransi tinggi ini bisa tidak peka terhadap > kepentingan orang lain seperti sesama penumpang? Lagi2 aku melihat > bagaimana orang-orang kita seringkali sibuk menyerobot masuk ke dalam > kereta begitu pintu terbuka, sehingga menghalangi orang yang akan keluar , > terjadilah sumpah serapah dan kata2 tak sopan sperti di kebun bintang saja > dan sebagainya, > > Akhirnya setela memejamkan mata beberapa saat, aku ingin melihat kereta > sudah melintas dimana? lumayan sebentar lagi sudah sampai pasar minggu, > tidak sadar mataku melihat sosok ibu hamil yang sedang berdiri , entah dr > kapan ibu itu berdiri, dan didepan dia ada seorang bapak yang sedang baca > koran.aku benar2 geleng2 kepala melihatnya, aku panggil si ibu hamil untuk > duduk ditempat aku, tp dia tak mau, sudah dekat mba' katanya, emang > mau turun dimana mba? kataku, depok baru, wah masih 4 stasiun lagi, aku > suruh geser orang2 disampingku biar bangku didepan ibu hamil tsb kosong dan > bisa diduduki olehnya, baru saja ibu itu duduk, si bapak yg depan nya > bilang, ngga apa2 lagi berdiri buk, olahraga....( oh tuhan bener2 nih > orang). > > Hal-hal kecil seperti ini banyak dijumpai di sekitar kita, dan harus > diakui terjadi.. Menurutku ini adalah mengakui kenyataan bahwa kita yang > sering membangga-banggakan diri sebagai bangsa yang sopan yang > peka terhadap orang lain ternyata sungguh berbeda, > > setelah melihat kejadian2 di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa yang > bisa membantu kita untuk punya etika yang baik adalah kepekaan terhadap > kebutuhan orang lain dan kesediaan untuk menunjukkan kesopanan, rasa hormat > dan kebaikan hati, dan untuk konteks ini memang rasanya adalah gabungan dari > ketiganya). Apabila kita punya dua ini niscaya kita akan mengerti dan punya > etiket ditempat umum. > > Masih banyak memang yang harus diperbaiki oleh kita dalam hal bersikap > sopan dan baik hati di tempat umum. Entah bagaimana memperbaikinya. Mungkin > dengan meningkatkan kedisiplinan, atau mungkin yang jelas, dengan pendidikan > di rumah dan di sekolah! Terutama kepada penerus kita,pemuda2 kita, anak2 > kita, yah keluarga kita, kita jelaskan bagaimana kita bersikap di depan > umum,dimulai dgn sopan dalam bertutur kata, sopan dalam bertindak, tapi > semua itu tak lepas dari diri kita sendiri,…apabila diri kita bisa berbuat > seperti itu , secara langsung anak2, keluarga, dan yang lain mungkin akan > mejalaninya….pengaruhnya sangat besar pada keharmonisan hubungan antar > sesama manusia. Jagalah perhatikan etika, semoga kita semua menjadi lebih > bijaksana karenanya > > Karakter, watak, atau pribadi seseorang menunjukkan cerminan pribadi > seseorang melalui Beretika dan bertutur kata sopan, santun,yang > sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi berbudi. > > > renny,ancol > www.renisy.blogspot.com > > > > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi" -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
