Jadi teringat ketika menyapih dulu...
Yang pertama ketika usianya sudah 2 tahun ...
Saya terpaksa memakai akar ali-ali yang dikasih mbak jamu dan dilumarkan ke 
puting susu, sebelumnya pakai yang agak pahit dikit tetapi tidak mempan.

Adiknya tidak mau menyusui lagi ketika saya tinggal 2 Minggu, waktu itu usianya 
16 bulan.

Saat menyusui, adalah saat anak-anak merasa nyaman dalam pelukan ibu ...


Salam


Hanifah



--- On Thu, 4/29/10, Yesi Elsandra <[email protected]> wrote:

From: Yesi Elsandra <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Saat Menyapih Itu Tiba..........
To: [email protected]
Date: Thursday, April 29, 2010, 6:21 PM









Akhirnya
kebersamaan kami untuk sebuah moment yang sangat dekat harus saya akhiri. Antara
tega dan tidak, saya harus mengambil keputusan, saya harus melerai saat-saat
yang sangat menentramkan untuk hatinya. Saya tau ini tidak nyaman untuk kami, 
tapi
saya harus melakukannya, karena saya sungguh dalam keadaan lemah tak berdaya,
saya “mabok” kepala saya sering pusing, dan nafsu makan saya turun ketitik yang
amat rendah.

 

Saya
teringat saat menyadari keberadaanya Januari 2007 lalu. Saat itu anak pertama
saya (Khonsa’) kira-kira baru berusia 7 bulan. Saat Khonsa’ lahir, saya telah 
berkomitmen
memberinya ASI hingga 2 tahun walau saya memiliki aktivitas publik yang boleh
dibilang tidak sedikit. Tak ada sedikitpun keraguan di hati saya untuk tetap
menyusui sebelum saya penuhi haknya menyusu hingga 2 tahun walau saat itu saya
sedang mengandung anak kedua (Naf’an)

 

Akhirnya ASI tandempun
saya lakoni, tanpa problem, tanpa beban. Subhanallah Allah yang Maha Pemurah,
saat itu saya tidak mengalami kesulitan, tidak mabok, nafsu makan tetap prima. 
Dengan
calon bayi yang ada di rahim saya, saya tetap menyusui Khonsa hingga tak terasa
ia berusia 3 tahun 3 bulan. Sungguh
parents, tidak mudah menyusui tandem (tetap menyusui walau dalam keadaan
hamil). Banyak sekali protes dari sanak saudara dan teman. Katanya itu tidak
boleh, tidak baik Bisa merusak bayi yang ada dalam kandungan, bisa merusak
kakaknya. Ada juga pendapat
yang seram, katanya ASI yang saya keluarkan bukan lagi susu, tapi darah.  
Anjing mengonggong kafilah tetap berlalu,
berbekal pengetahuan yang saya peroleh dan juga dukungan 1000% dari suami serta
mertua, saya tetap menyusui dalam keadaan hamil. Bahkan nonstop sejak 8 Mei
2006 hingga awal April 2010.

 

Alhamdulillah,
apa yang dikhawatirkan sanak saudara dan teman-teman tidak terbukti.
Alhamdulillah Naf’an tumbuh sehat. Berat lahirnya 3200 gram, panjang 50 cm.
Walau tidak minum susu formula, susu pertumbuhan juga tidak mengkonsumsi
vitamin, berat Naf’an saat ini 12,5kg dalam usia 2,5 tahun.

 

Saat ini dia
tampaknya sudah siap belajar membaca. Setiap kali kakaknya membaca buku
(alhamdullillah Khonsa bisa membaca usia 3 tahun 9 bulan) ia juga mengambil
buku dan membaca sesuka hatinya. Hanya saja saya belum siap mengajarinya
membaca menginggat kondisi saya yang saat ini belum fit (masih mual dan sering
pusing).

 

Ya, saya harus
menyapihnya kini. Saya tak boleh menundanya lagi seperti dulu waktu saya dinas
ke Jakarta selama 10 hari. Waktu itu bulan Desember 2009. Saat usianya
sebenarnya sudah lebih 2 tahun. Tapi saya belum siap berpisah dengannya. Walau
saat itu ia sebenarnya sudah lupa dengan ASI saya, tapi saya memberinya lagi
(anaknya mau aja lagi, dah 10 hari tidak mimik, hari ke 11 mau lagi).

 

Tapi sekarang
saya harus bisa. Saya harus menyapihnya tanpa menyakiti hatinya, tanpa
membohonginya, tanpa menodai jiwanya, tanpa penipuan, tanpa kekerasan tanpa
memberi yang pahit-pahit pada puting saya. Saya harus menyapihnya dengan
lembut, dengan cara yang sangat halus, dengan pengertian, dengan kasih sayang.

 

Alhamdulillah
saya berhasil, walau dia sedikit rewel tapi tidak parah. Saya yakinkan dulu
diri saya bahwa ini adalah saat yang tepat, ini adalah saat yang terbaik untuk
menyapihnya. Saya katakan pada Naf’an bahwa Bunda saat ini sedang hamil. Saya
katakan padanya kalau ia bakal punya adik. Saya katakan padanya bahwa sekarang
Adik (kami memanggilnya dengan sebutan ”Adik”) akan menjadi kakak. Sekarang
Naf’an tidak Adik lagi. Sekarang Naf’an sudah menjadi Uda. Dia tidak mau di
panggil Uda. Kami sarankan dia dipanggil Mas (suami saya dari Jawa), tapi dia
juga tidak mau. Akhirnya dia sendiri yang meminta di panggil Abang. Okelah kami
semua setuju memanggilnya Abang Naf’an.

 

Namun sebelum
itu, tentu saya merencanakan semua perpisahan kami. Supaya saya tidak melukai
jiwanya, saya mulai mengurangi frekwensi menyusunya. Saya sediakan stok
cemilan, saya lihatkan gambar ibu yang sedang hamil dan bayi mungil.
Alhamdulillah saya bersyukur pada Allah dapat melewati hari-hari yang sangat
sulit bagi kami Ibu dan anak untuk berpisah. Terbayang mata kami saling
menatap. Kulit kami saling menyentuh, tanganya memeluk dan menyentuh muka saya.
Saya tau saat yang paling nyaman buat kami berdua adalah saat menyusui itu. 

 

Kini masa-masa
indah itu berakhir untuk sebuah masa yang lebih indah lagi. Sekarang makan
Naf’an jauh lebih banyak, minum air putihnya juga jauh lebih banyak. Jika malan
hari terbangun, dia minta minum air putih. Badanyapun jauh lebih berisi.
Sekarang juga dia jauh lebih mandiri, dan semangat bermain dan belajar
membacanya juga jauh meningkat. Saya ikhlas melepas semua ini untuk masa yang
lebih indah lagi.....

 

Semoga kami mampu
menghantarkan anak-anak ke depan pintu gerbang kesuksesanya dunia dan
akhirat......

 

Semoga
bermanfaat........

 

Dr. Yesi Elsandra

Konselor Laktasi

Padang - Sumatera
Barat



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke