Assalamu'alaikum WW pak (?) Nochfrie Emir.sarato sanak sidang palanta RN nan mulia
Ambo sangat setuju dengan persepsi, analisa dan kesimpulan pak Nochfrie. Politik ekonomi sangat ditentukan oleh pandangan /persepsi dari PRESIDEN dan TIM nya. Ado sumber income tak terbatas di pasar LUAR NEGERI, yang sangat bisa di manfaat kan dengan sedikit support dari pemerintah RI. Kito tunggulah langkah lanjutan dari DR. SBY dan PROF DR BOEDIONO serta DR SRI MULYANI, DR MARIE PANGESTU, DR DARWIN Z SALEH dll Pastilah persepsi dan KONSEPSI dari mereka mereka yang bergelar DOKTOR bidang ekonomi iko dapek segera membantu PELAKU ekonomi Domestik berkiprah secara INTERNASIONAL. Wassalamu'alaikum WW Erinos Muslim Tanjung Bgd Rajo. Pondok Gede, L, 52 th ________________________________ Dari: Nochfrie Emir <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 29 April, 2010 20:26:12 Judul: [...@ntau-net] Politik Ekonomi.. Mohon maaf sebelumnya dan silahkan dikoreksi jika ada yang keliru atau tidak sependapat dengan tulisan ini... Politik Ekonomi.. NFA Beberapa waktu lalu sebuah Perusahaan swasta Nasional yang bergerak di dunia Engineering dan Construction melalui Joint Venture nya dengan sebuah England Company, mencoba meraih peruntungan dengan mengikuti tender tender O&G di timur tengah.. yang menarik adalah, tidak lama setelah menyelesaikan proposal untuk sebuah plan LNG milik KOC (Kuwait Oil Company), keputusan yang mengejutkan dari Owner menetapkan sebuah perusahaan Korea yang menurut taksiran saya merupakan pemain baru dibidang ini untuk dunia Multinasional dinyatakan menang dalam tender. perusahaan milik Korea ini bahkan baru kali ini kami dengar namanya, saya tanya pada beberapa rekan yang sudah lama bekerja dan melanglang buana ke belahan dunia lain, umumnya juga belum mengenal Perusahaan ini, sedangkan nama England Company yang kami usung dalam proposal ini sudah sedemikian mendunia, dan beberapa Bidder lain merupakan Company kenamaan milik Perancis, Italy dan Jepang... HEBAT...!! fikir saya dalam hati.... saya pernah bekerja hampir dua tahun dengan bangsa Korea ini, menurut saya mereka menjadikan China sebagai rival sekaligus panutan, saya beberapa kali terlibat perbincangan soal ekonomi dengan atasan saya yang berkebangsaan Korea, mereka sering menyinggun nama China, ia mengatakan "Ekonomi China benar benar bergarak dengan cepat, Pemerintah mereka benar benar mendukung (ia katakan: Fully Support) perusahaan perusahaanya". walaupun saya benar benar mengagumi semangat orang orang ini, sejauh yang saya lihat "Sangat tidak benar, kalau kwalitas Kecerdasan dan Profesionalisme mereka dikatakan melebihi Bangsa Indonesia". Kembali ke persoalan Project di Kuwait, setelah saya telusuri lebih jauh ternyata harga yang mereka tawarkan benar benar sangat kompotitif... Kepala Departement saya sampai penasaran dan mencoba mencari tau strategi orang orang Korea ini.. dan ketika kami membicarakan hal tersebut ia katakan "Perusahaan Korea benar benar di support oleh Pemerintahnya" katanya Perusahaan mereka bahkan disubsidi oleh pemerintahnya untuk tender tender di luar negara nya... Pertanyaannya adalah.. "Mengapa Pemerintah Negara tersebut berani mensubsidi Perusahaan perusahaan swasta Nasional mereka..??" kalau saya dibolehkan menjawab sendiri.. "Karena Visi mereka lebih jauh ke depan ketimbang untung secara instan.." Saya suka menggambarkan Negara sebagai sebuah KOLAM besar, dan uang adalah Air nya.... Kalau saluran keluar kolam (saya kasih simbol A) lebih besar dari saluran masuk kedalam kolam (saya kasih simbol B), maka lambat laun Kolam tersebut pasti akan keriang. kondisi paling ideal adalah A=B, itupun kalau pertumbuhan penduduknya 0%... di Indonesia, tidak bisa dipungkiri B sangat kecil jika dibandingkan dengan A (B<A), maka yang terjadi adalah, harus ada saluran masuk baru agar air paling tidak berada pada level yang tetap, kalau saluran ini kita simbolkan dengan C, maka kondisi yang terjadi adalah A=B+C. tapi sangat disayangkan, C bukan faktor yang gratis (saya lebih senang menyebutkan nama aslinya, yaitu HUTANG). Nah... kembali ke masalah Korea, Pemerintah Korea berani mensubsidi tender yang dilakukan oleh perusahaannya di luar negri, agar uang masuk kenegara tersebut... walaupun sangat mungkin kalau subsidi tersebut ditafsirkan berupa "Soft Loan", yang jelas itu menunjukkan kalau mereka menyadari betul keberadaanya sebagai kolam besar yang butuh air, dan air yang baik tidak bisa diperoleh secara instant seperti "PAJAK PENDAPATAN". harus ada pengorbanan kalau ingin tiang tiang perekonomian negara nya tetap berdiri... beberapa waktu lalu menjelang pemilu, saya mendengar seorang tokoh kita mengatakan "KITA BUTUH EKONOM, KITA BUTUH TEKNOKRAT...!!", saya sangat yakin paling tidak tokoh ini paham betul dengan politik ekonomi yang sedang digelar olah banyak negara saat ini, saya yakin ia sadar betul kalau kita dalam kondisi berperang, tapi bukan perang fisik, melainkan PERANG EKONOMI... hanya ada dua pilihan dalam perang ini, muncul menjadi pemenang atau mati tersingkir... mungkin tidak akan ada istilah PERJANJIAN DAMAI ataupun GENCATAN SENJATA di sini... lalu apa yang bisa kita perbuat sebagai rakyat kecil.... kita memang tidak bisa merubah kebijaksanaan di Negara ini... tapi paling tidak menurut saya peran paling sederhana bisa kita lakukan dengan mengurangi sebisa mungkin pengunaan barang import, selagi ada pilihan produksi lokal yang cukup terjamin... DEMI ANAK SAYA, ANAK ANDA dan ANAK SELURUH BANGSA INDONESIA... Wassalam -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
