Tukang Sapu
Oleh K Suheimi


SETIAP selesai
shalat Subuh saya selalu berlari-lari pagi, di saat seperti itu belum ada orang
di jalanan, kecuali tukang sapu jalan. Tiap kali saya sampai ke tempat dia
menyapu, jalan yang disapunya itu kelihatan menjadi bersih, berarti dia bangun
lebih pagi dan bekerja lebih dulu dari saya. Melihat caranya dia memegang
tangkai sapu dan caranya dia mengayunkan sapu itu, persis seperti teman saya
yang suka main golf. Cuma bedanya tukang sapu ini selalu bekerja di waktu
Subuh, sewaktu fajar menyingsing, sebelum ayam berkokok dia sudah bangun dan
bekerja seorang diri tanpa ada yang menemani. Dia menghirup udara Subuh, dia
bekerja di bawah pepohonan dengan udara yang sangat segar.

Dia
mengayunkan tangkai sapu, dari ayunan sapunya jalan-jalan, trotoar dan
selokan-selokan kecil jadi bersih. Orang menjadi senang melihat dan merasakan
kebersihan itu, lingkungan menjadi bersih dan kebersihan adalah pangkal
kesehatan. Tukang sapu membikin lingkungan jadi sehat, dia bermanfaat untuk
lingkungannya dan untuk orang di sekitarnya. Di samping dia membikin lingkungan
jadi sehat, dia pun berusaha menyehatkan dirinya sendiri, karena bangun di
waktu fajar menyingsing, bekerja di bawah pepohonan, udara segar dihirupnya
sambil mengayunkan tangkai sapunya ke sana.
dan ke mari.

Saya perhatikan
tukang sapu itu, dia telah mengubah tempat yang kotor menjadi lebih bersih, dan
badannya sendiri tampak bersih, bahkan sapunya sendiri juga bersih, walaupun
lidi sapu itu sudah bergelimang dengan sampah namun lidinya terawat dengan
bersih. Saya tertarik dengan semua itu, lalu saya tanya dia, kenapa sapunya
selalu kelihatan rapi dan bersih.

Dengan enteng
dia menjawab: "'Sapu ini gunanya untuk membersihkan, hanya sapu yang
bersih yang dapat. membersihkan dengan baik. Bagaimana dia mungkin membersihkan
kalau dia sendiri kotor?"

Kata-kata tukang
sapu itu melekat dihati saya, maka setiap bertemu dengan tukang sapu selalu
saya perhatikan sapunya, memang semua sapu tukang sapu tampak rapi dan bersih.
Jika orang berkata: "Kebersihan adalah sebagian dari iman." agaknya
tukang sapu ini adalah orang yang beriman dan menjalankan kewajibannya dengan
sangat baik. Keimanannya membikin dia bangun setiap fajar menyingsing, kemudian
dilakukannya shalat Sunat Fajar 2 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan shalat
Subuh. Dia membersihkan dirinya sendiri dan alat-alat yang digunakannya dan dia
juga menolong membersihkan lingkungan tempat orang lain hidup.

Saya salut dan
angkat tangan kepada tukang sapu, pekerjaannya mulia, walaupun kehidupannya
sangat sederhana. Dari sinar matanya terpantul. bayangan kepolosan, seperti
banyaknya kepolosan-kepolosan ini kita temui pada orang-orang kecil. Pada
hakekatnya kita semua adalah tukang sapu, yang berusaha menyapu dan
membersihkan diri sendiri serta lingkungan di mana kita berada. Seperti kata
tukang sapu, untuk bisa membersihkan lingkungan, maka sapunya harus bersih
lebih dulu. Tuhan pun selalu menyuruh kita untuk membersihkan diri dan
lingkungan. Tuhan itu bersih dan senang pada kebersihan. Dan perintah Tuhan
kepada Ibrahim dan Ismael adalah agar kedua hamba-Nya itu selalu membersihkan
diri dan membersihkan rumah-Nya. Seperti firman Tuhan: " Dan (ingatlah),
ketika kami menjadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang 
aman.
Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat Shalat. Dan telah kami
perintahkan kepada Ibrahim dan Ismael; "Bersihkanlah rumah-Ku untuk
orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud." (surat Al 
Baqarah ayat
125).




Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke