Assalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh. Sanakmbo komunitas r...@ntaunet nan saiman dan saakidah. (Jadi, nan kapie lanaik, jan sato pulo mambaco milis kami ko!!!)
Meski milis r...@ntaunet samanjak ambo masuak tahun lalu, ambo liek
kanggotaannyo sabana universal (karano ado urang nan indak saiman jo saakidah
jo awak sato sakaki di milis ko), namun.... untuak mambalakukan QS 103 ayat 1-3
di milis ko, ambo raso indak baa doh kalau Dunsanak untuak mambaco, manyimpan
atau maagiah tahu ka dunsanak lain di sakitar awak. Soalnyo, dari hasil
bagi-bagi info nan dipalewakan Dunsanak lain malalui milis ko, tahulah kito
bahaso kiniko sabana banyak Si Padang nan alah tapadayo dek kilauan dollar nan
mambuek kanyangnyo paruik Profesor Doktor nan asli Minangkabau tu.
(Untuak Sanakmbo nan jadi "Si Pangka" dalam KKM Aguih bisuak, ambo mintak
sabaleh jo kalapo untuk sabana basitungkin mamasuakkan & mambahas sacaro
mandalam : "A sabaok di tahun 2010 ko alah samakin banyak Dunsanak awak panah
dulu maminum aie dari danau Maninjau, danau Singkarak, atau danau Diateh danau
Dibawah, kini alah picayo pulo ka pangajaran ugamo lain").
Salam...........................................,
mm***
Lk-2; >50th; Bekasi.
Info, dari milis Sabili .....
Dengan dana uang The Asia Fondation Islam Liberal menyusupi ormas Islam
seperti NU, Muhammadiyyah, Hidayatullah, YPI Al Azhar, dan sebagainya.
Selain menyusup mereka juga membentuk organisasi seperti JIL dan Paramadina.
Dengan cara ini mereka merusak Islam dari dalam dengan paham pluralisme,
tafsir tematik/hermeunetika (mentafsirkan al Qur'an dengan pola pikir
sekuler), kesetaraan gender, filsafat serta aliran sufi yang bertentangan
dengan Islam.
Musuh Islam Berlabel Islam
Inilah daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang meminta-minta
(istilah Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajuÂkan proposal dana,
lalu dalam bahasa pergaulan dipakai ungkapan partner dalam kerjasama) kepada
The Asia Foundation
Ghirah dan kecemburuan kaum Muslimin terhadap ajaran Islam yang agung,
dewasa ini betul-betul mengÂhadapi ujian berat. Serbuan propaganda
kekafiran, kemaksiatan dan hujatan bahkan pelecehan terhadap Islam mengalir
deras tak terbendung. Secara historis, memanglah wajar, mengingat
perÂseÂteruan antara haq dan batil memang tidak pernah berakhir, hingga
akhir zaman.
Namun, yang amat menggelisahkan adalah realitas bahwa banyak kalangan Muslim
yang dengan setia menjadi penonton dari pertunÂjukan kafir di depan kelopak
matanya. Tidak sedikit pula kaum Muslimin yang secara tegas membantu
menghina dan melecehkan ajaran Islam di hadapan orang-orang kafir! Hinaan
dan pelecehan itu terkadang diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang
bertentangan dengan ajaran Islam, seperti melakukan sebuah kekafiran,
terkadang juga berupa ucapan yang secara sadar atau tidak sadar sebenarnya
adalah hujatan terhadap Islam!
Yang paling parah lagi, bila itu dilakukan oleh orang yang memakai label
Islam. Salah satunya adalah majalah Syir'ah yang didanai oleh The Asia
Foundation (TAF). Mendengar nama TAF, tentu tidak heran lagi telinga kita,
pastilah lembaga yang didanai bersenyawa dengan kelompok Liberalis berkedok
Islam lainnya. Sebab, hampir semua LSM yang didanai oleh TAF, produknya
sama, yaitu menggerogoti akidah Islam. Kekacauan yang terbesar adalah
penyebaran racun-racun pluralisme, liberalisme dan inklusivisme yang diusung
oleh JIL dengan Komunitas Utan Kayunya, Paramadina dengan Fiqih Lintas
Agamanya dan Musdah Mulia dengan Kompilasi Hukum Islamnya.
Majalah Syir'ah, namanya sangat bagus, berarti jalan yang terang, diambil
dari Al-Qur`an surat Al-Ma`idah 48: Wa likullin ja'alna minkum syir'atan wa
minhajan terjemah Indonesianya: Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami
berikan aturan dan jalan yang terang.
Motonya pun cukup bagus, Mengurai Fakta Menenggang Beda: Berangkat dari
kesadaran akan perbedaan. Perbedaan sebagai ciptaan Allah yang abadi. Bukan
untuk bertikai, melainkan untuk berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan.
Tapi akhlaknya buruk tidak seindah motoÂnya. Misinya kotor tak seterang
namaÂnya. Setiap edisi yang diterbitkan tiap bulan, selalu ada racun yang
ditebarkan kepada pembaca di negara Muslim terbesar di dunia ini. Topik
racunnya pun monoton, yakni mencitranegatifkan umat Islam,
mencitrapositifkan Yahudi dan Nasrani, serta melegalisasi pemurtadan umat
Islam.
Ternyata Syir'ah tidak mengurai fakta menenggang beda, tapi mengurai fitnah
menenggang pemurtadan. MAG, MAI
MEREKA ADALAH SAUDARA SEPERSUSUAN Yang didanai The Asia Foundation (TAF)
Inilah daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang meminta-minta
(istilah Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajuÂkan proposal dana,
lalu dalam bahasa pergaulan dipakai ungkapan partner dalam kerjasama) kepada
The Asia Foundation :
1. Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI),
Ulil Abshar Abdalla dan Nong Mahmada, Jl. Utan Kayu 68-H Jakarta Timur.
2. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Dr Djohan Effendi dan
Ulil Abshar Abdalla, Jl. Percetakan Negara No. C-553, Jakarta Pusat.
3. Paramadina (Penggencaran Pluralisme Agama/Menyamakan Semua Agama),
Kautsar Azhari Noer, Jl TB Simatupang Pondok Indah Plaza III F5/7 Jakarta.
4. Majalah Syir'ah, Alamsyah M Dja'far, Jl Asembaris Raya M Kavling 8 Kebon
Baru Tebet, Jakarta Selatan.
5. Lembaga Buruh, Tani dan Nelayan (LBTN), PP Muhammadiyah, Moeslim
Abdurrahman, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
6. Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP), Pramono U Tantowi dan Rizal, PP
Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
7. Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Munawar, Hendrik dan Denden (Retas),
Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
8. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (LP3-UMY), Said Tuhuleley, Budi dan Asykuri Chamim, Gedung AR
Fachruddin Kampus UMY, Jl. Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan, Yogyakarta.
9. Lembaga Penelitian Universitas MuhamÂmadiyah Surakarta (UMS), Gustin,
Jl. A Yani, Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah.
10. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh, Afdhal Jihad, Jl KH A Dahlan,
Banda Aceh.
11. Pemuda Muhammadiyah (PM) Aceh, A Malik Musa, Jl. KHA Dahlan, Banda Aceh.
12. Fatayat NU, Dra Maria Ulfah Anshor, Marhamah dan Iin, Gedung PBNU Jl
Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.
13. Lakpesdam NU, Masykur Maskub, Imdadun Rahmat dan Taswan, Jl. H. Ramli No
29A Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
14. PUAN Amal Hayati (Urusan Gender), Sinta Nuriya (istri Gus Dur), Jl.
Warung Silah No. 30 RT 02/05 Kompleks Masjid Al-Munawwarah, Ciganjur,
Jakarta.
15. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Masdar F
Mas'udi, Jl. Cililitan Kecil III/12, Kramat Jati, Jakarta Timur.
16. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, Najib, Tompeyan TR
III/133 Yogyakarta.
17. Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA) Padang, Sudarto, Jl Purus I No. 8A
Padang, Sumatera Barat.
18. Gender Team for Ministry of Religious Affairs (GT-MORA), Dra Siti Musdah
Mulia, Departemen Agama RI, Jl. Lapangan Banteng No 4-6 Jakarta Pusat.
19. Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Dra Siti Musdah Mulia, Jl
Matraman Masjid I.A Jakarta Selatan.
20. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah, Dr Masykuri Abdillah dan Hakim Jamil, Jl Ir H
Juanda 95 Ciputat.
21. Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah, Rosatria, Jl Ir H Juanda 95 Ciputat.
22. Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah (urusan gender), Dr Amsal Bachtiar, Jl Ir H Juanda 95
Ciputat.
23. Desantara, Drs Bisri Effendi, Jl. Raya Citayam 35 Depok.
24. DPP Korps Perempuan Majelis Dakwah Islam (MDI) (Bidang Garapan tentang
Gender), Hj Juniwati T Maschjun Sofwan dan Nilmayetti, Jl Anggrek Nelly
Murni 11A, Slipi Jakarta Barat.
25. Indonesian Center for Islam and Pluralism (ICIP), Syafii Anwar dan
Syafiq Hasyim, Jl Hang Lekiu I No. 09 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
26. Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin,
Nurcholish Madjid, Jl Gatot Subroto IV/Kemiri NO 102 Banjarmasin Kalsel.
27. Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS), Amiruddin, M JadulMaula, Fikri
dan Luth, Sorowajan Baru, Jl Pura No 1 Yogyakarta.
28. Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) Makassar,
Azhar Arsyad, Jl Faisal Raya No 22 Blok 22B Makassar.
29. Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI), Anick, Jl Ir H Juanda Gg
Swadaya Rt 01/08 Pisangan, Ciputat.
30. Rahima (Urusan Gender), Syafiq Hasyim, Jl Pancoran Timur IIA No 10 Pasar
Minggu Jakarta Selatan, dan masih banyak lagi.
(Sumber: Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Hartono Ahmad Jaiz, Darul
Falah Jakarta, Cet. I, Juli 2004, hlm.158-164).
Sumber : Majalah Tabligh
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
|
Info, dari milis Sabili ..... Dengan
dana uang The Asia Fondation Islam Liberal menyusupi ormas Islam seperti NU,
Muhammadiyyah, Hidayatullah, YPI Al Azhar, dan sebagainya. Selain menyusup
mereka juga membentuk organisasi seperti JIL dan Paramadina. Dengan cara ini
mereka merusak Islam dari dalam dengan paham pluralisme, tafsir
tematik/hermeunetika (mentafsirkan al Qur'an dengan pola pikir sekuler),
kesetaraan gender, filsafat serta aliran sufi yang bertentangan dengan Islam. Musuh
Islam Berlabel Islam Inilah
daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang meminta-minta (istilah
Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajuÂkan proposal dana, lalu dalam
bahasa pergaulan dipakai ungkapan partner dalam kerjasama) kepada The Asia
Foundation Ghirah
dan kecemburuan kaum Muslimin terhadap ajaran Islam yang agung, dewasa ini betul-betul
mengÂhadapi ujian berat. Serbuan propaganda kekafiran, kemaksiatan dan hujatan
bahkan pelecehan terhadap Islam mengalir deras tak terbendung. Secara historis,
memanglah wajar, mengingat perÂseÂteruan antara haq dan batil memang tidak
pernah berakhir, hingga akhir zaman. Namun,
yang amat menggelisahkan adalah realitas bahwa banyak kalangan Muslim yang
dengan setia menjadi penonton dari pertunÂjukan kafir di depan kelopak
matanya. Tidak sedikit pula kaum Muslimin yang secara tegas membantu menghina
dan melecehkan ajaran Islam di hadapan orang-orang kafir! Hinaan dan pelecehan
itu terkadang diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang bertentangan dengan
ajaran Islam, seperti melakukan sebuah kekafiran, terkadang juga berupa ucapan
yang secara sadar atau tidak sadar sebenarnya adalah hujatan terhadap Islam! Yang
paling parah lagi, bila itu dilakukan oleh orang yang memakai label Islam.
Salah satunya adalah majalah Syir'ah yang didanai oleh The Asia Foundation
(TAF). Mendengar nama TAF, tentu tidak heran lagi telinga kita, pastilah
lembaga yang didanai bersenyawa dengan kelompok Liberalis berkedok Islam
lainnya. Sebab, hampir semua LSM yang didanai oleh TAF, produknya sama, yaitu
menggerogoti akidah Islam. Kekacauan yang terbesar adalah penyebaran racun-racun
pluralisme, liberalisme dan inklusivisme yang diusung oleh JIL dengan Komunitas
Utan Kayunya, Paramadina dengan Fiqih Lintas Agamanya dan Musdah Mulia dengan
Kompilasi Hukum Islamnya. Majalah
Syir'ah, namanya sangat bagus, berarti jalan yang terang, diambil dari
Al-Qur`an surat Al-Ma`idah 48: Wa likullin ja'alna minkum syir'atan wa minhajan
terjemah Indonesianya: Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan
dan jalan yang terang. Motonya
pun cukup bagus, Mengurai Fakta Menenggang Beda: Berangkat dari kesadaran akan
perbedaan. Perbedaan sebagai ciptaan Allah yang abadi. Bukan untuk bertikai,
melainkan untuk berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Tapi
akhlaknya buruk tidak seindah motoÂnya. Misinya kotor tak seterang namaÂnya.
Setiap edisi yang diterbitkan tiap bulan, selalu ada racun yang ditebarkan
kepada pembaca di negara Muslim terbesar di dunia ini. Topik racunnya pun
monoton, yakni mencitranegatifkan umat Islam, mencitrapositifkan Yahudi dan
Nasrani, serta melegalisasi pemurtadan umat Islam. Ternyata
Syir'ah tidak mengurai fakta menenggang beda, tapi mengurai fitnah menenggang
pemurtadan. MAG, MAI MEREKA
ADALAH SAUDARA SEPERSUSUAN Yang didanai The Asia Foundation (TAF) Inilah
daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang meminta-minta (istilah
Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajuÂkan proposal dana, lalu dalam
bahasa pergaulan dipakai ungkapan partner dalam kerjasama) kepada The Asia
Foundation : 1.
Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Ulil
Abshar Abdalla dan Nong Mahmada, Jl. Utan Kayu 68-H Jakarta Timur. 2.
Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Dr Djohan Effendi dan Ulil
Abshar Abdalla, Jl. Percetakan Negara No. C-553, Jakarta Pusat. 3.
Paramadina (Penggencaran Pluralisme Agama/Menyamakan Semua Agama), Kautsar
Azhari Noer, Jl TB Simatupang Pondok Indah Plaza III F5/7 Jakarta. 4.
Majalah Syir'ah, Alamsyah M Dja'far, Jl Asembaris Raya M Kavling 8 Kebon Baru
Tebet, Jakarta Selatan. 5.
Lembaga Buruh, Tani dan Nelayan (LBTN), PP Muhammadiyah, Moeslim Abdurrahman,
Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. 6.
Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP), Pramono U Tantowi dan Rizal, PP
Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. 7.
Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Munawar, Hendrik dan Denden (Retas), Kantor
PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. 8.
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (LP3-UMY), Said Tuhuleley, Budi dan Asykuri Chamim, Gedung AR
Fachruddin Kampus UMY, Jl. Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan, Yogyakarta. 9.
Lembaga Penelitian Universitas MuhamÂmadiyah Surakarta (UMS), Gustin, Jl. A
Yani, Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 10.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh, Afdhal Jihad, Jl KH A Dahlan, Banda
Aceh. 11.
Pemuda Muhammadiyah (PM) Aceh, A Malik Musa, Jl. KHA Dahlan, Banda Aceh. 12.
Fatayat NU, Dra Maria Ulfah Anshor, Marhamah dan Iin, Gedung PBNU Jl Kramat
Raya 164 Jakarta Pusat. 13.
Lakpesdam NU, Masykur Maskub, Imdadun Rahmat dan Taswan, Jl. H. Ramli No 29A
Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. 14.
PUAN Amal Hayati (Urusan Gender), Sinta Nuriya (istri Gus Dur), Jl. Warung
Silah No. 30 RT 02/05 Kompleks Masjid Al-Munawwarah, Ciganjur, Jakarta. 15.
Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Masdar F Mas'udi, Jl.
Cililitan Kecil III/12, Kramat Jati, Jakarta Timur. 16.
Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, Najib, Tompeyan TR III/133
Yogyakarta. 17.
Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA) Padang, Sudarto, Jl Purus I No. 8A Padang,
Sumatera Barat. 18.
Gender Team for Ministry of Religious Affairs (GT-MORA), Dra Siti Musdah Mulia,
Departemen Agama RI, Jl. Lapangan Banteng No 4-6 Jakarta Pusat. 19.
Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Dra Siti Musdah Mulia, Jl Matraman
Masjid I.A Jakarta Selatan. 20.
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Dr Masykuri Abdillah dan Hakim Jamil, Jl Ir H Juanda 95
Ciputat. 21.
Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah,
Rosatria, Jl Ir H Juanda 95 Ciputat. 22.
Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah (urusan gender), Dr Amsal Bachtiar, Jl Ir H Juanda 95 Ciputat. 23.
Desantara, Drs Bisri Effendi, Jl. Raya Citayam 35 Depok. 24.
DPP Korps Perempuan Majelis Dakwah Islam (MDI) (Bidang Garapan tentang Gender),
Hj Juniwati T Maschjun Sofwan dan Nilmayetti, Jl Anggrek Nelly Murni 11A, Slipi
Jakarta Barat. 25.
Indonesian Center for Islam and Pluralism (ICIP), Syafii Anwar dan Syafiq
Hasyim, Jl Hang Lekiu I No. 09 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 26.
Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Nurcholish
Madjid, Jl Gatot Subroto IV/Kemiri NO 102 Banjarmasin Kalsel. 27.
Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS), Amiruddin, M JadulMaula, Fikri dan
Luth, Sorowajan Baru, Jl Pura No 1 Yogyakarta. 28.
Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) Makassar, Azhar
Arsyad, Jl Faisal Raya No 22 Blok 22B Makassar. 29.
Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI), Anick, Jl Ir H Juanda Gg Swadaya
Rt 01/08 Pisangan, Ciputat. 30.
Rahima (Urusan Gender), Syafiq Hasyim, Jl Pancoran Timur IIA No 10 Pasar Minggu
Jakarta Selatan, dan masih banyak lagi. (Sumber:
Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Hartono Ahmad Jaiz, Darul Falah Jakarta,
Cet. I, Juli 2004, hlm.158-164). Sumber
: Majalah Tabligh |
