Wa'alaikumussalam,

Sanak Rita dan sanak di palanta,

Sejarah pendidikan kita mencatat dua orang tokoh. Pertama Ki Hajar Dewantara 
(Raden Mas Soewardi Soeryaningrat) yang mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 
1920 yang bertujuan untuk keluar dari belenggu pendidikan kolonial Belanda. 
Pada 1926 Engku Muhammad Syafei mendirikan INS di Kayutanam. Tujuannya adalah 
memerdekakan cara berpikir siswa-siswanya. Kedua tokoh pendidikan nasional itu 
pada tahun 1932 berkolaborasi. Ucapan Ki Hajar Dewantara yang terkenal pada 
saat itu "kami berusaha menarik rakyat sebanyak mungkin ke pihak kita, supaya 
kita kuat kebangsaan. Tugas saudara Sjafei di sebelah sana menarik pemuda 
mencari suatu bentuk pendidikan yang selaras dengan bangsa kita di kemudian 
hari .. Taman Siswa melakukan reddings arbeit, sedangkan INS melaksanakan 
zending arbeit".

Prinsip ajaran Engku Sjafei adalah kemandirian. "Engkau jadilah engkau, sekolah 
berfungsi mengasah akal budi murid, bukan membentuk manusia lain dari dirinya 
sendiri. Jangan minta buah mangga dari pohon rambutan, tetapi jadikanlah setiap 
pohon berbuah manis". Berarti setiap murid mempunyai kebebasan perpikir, 
mandiri mencapai cita-cita dan keinginan sendiri, Disamping itu murid juga 
diajarkan berguru kepada alam sebagai anugerah Allah. Alam takambang dijadikan 
guru.

Seharusnya acara pagi tadi tidak melupakan Engku Muhammad Sjafei. Dibutuhkan 
dukungan politik dari Pemerintah Daerah untuk mengangkat kembali pengajaran 
Engku Sjafei. Malaysia memilih falsafah pendidikan Engku Sjafei katimbang Taman 
Siswa. Menurut Pak Azwar Anas Institut Mara yang sekarang menjadi Universiti 
Mara mengambil model Engku Sjafei. 

Wassalam,
Muchlis Hamid, 64, Jkt


 



________________________________
From: Rita Desfitri Lukman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, May 2, 2010 9:45:38 AM
Subject: [...@ntau-net] ALAM TAKAMBANG JADI GURU...


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Hari ini tanggal 2 Mei, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Memperingati 
hari kelahiran Tokoh Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. 
 
Dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan tadi pagi di Jalan Khatib Sulaiman 
Padang, koordinator Kopertis Wilayah X selaku Pembina Upacara selesai 
membacakan sambutan Menteri Pendidikan berisikan seluk beluk, pola, dan arah 
dunia pendidikan kito. 
 
Tapi setelah itu, pikiran ambo malah melayang kapado pola pendidikan nan 
diajakan niniak moyang kito dauhulu, yaitu: "Alam Takambang Jadi Guru". 
 
Ya...  "Alam Takambang Jadi Guru', rasonyo semua orang Minang sangat akrab dan 
familiar dengan kalimat yang satu ini. Tapi apa betul substansinya? dan 
bagaimana generasi mudo seharusnyo memahami kalimat ko? Bagaimana urang tuo 
mengajarkan anak-anak mudo agar bisa manjadikan 'alam nan takambang' ko sebagai 
'guru' nyo? Sejauhmana aplikasi kalimatko diterapkan dalam kehidupan 
sehari-hari masyarakat Minangkabau?
 
Barangkali mamak-mamak, bundo kanduang,  kakak-kakak nan ado di balerongko bisa 
memberikan pencerahan kapado kami, supayo kami juo bisa lebih memahami 'makna' 
yang sesungguhnyo dari kalimat nan alah diestafetkan sajak turun temurunko... 
 
Terima Kasih,
 
Wassalam,
 
Rita Desfitri
(nan baru pulang dari upacara pagi... :)  )
---------------------------------
 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke