Assalamaualaikum warhmatullahi wabarakatuhu,

Maa Angku  Azmi Dt.Bagindo,

Kisah tragis nan dialami Kakak Angku Datuak sarato seluk beluk kisah
galodo nan baru dialami Rang Kampuang, jaleh tabayang di mato ambo.
Kisah menit per menit laporan Angku dengan sentral komunikasi di tqangan
Angku jauah di Rantau Kelapa Gading mambuek laporannyo saroman awak
samo-samo mangalaminyo di tampek nan samo. Untuanglah dengan kesabaran
Uni indak gugup malkukan komunikasi ka lua dan alhamdulillah sinyal lai
rancak pulo mambuek kasadonyo dapek ditanggulangi dengan baik dan sukses
terakhir penuh kesabaran dan tawakkal kapado Allah Subhanahuata'ala.

Ambo indak tahu persis nan maa bana nan Pandan, tapi kalau ambo
caliak-caliak latak dalam peta terlampir di bawah ko jaleh tabayang
diambo lingkuangan sinan. Baa ka indak dahulu 1965 sabalkun ambo
barangkek maninggkanKampuang Halaman, ambo panah lalok duo malam di
Tanjuang Sani di rumah dunsanak Uda Wadud Amrullah (kini banamo  atau
bagala Pendeta Willy Amrul) adiak Buya Hamka. Baitu juo ambo baliak ka
sinan mancari uni baliau (kalau indak salah Khadijah namonyo) indak
basuo lai. Cuma sampai di rumah lamo, tapi ado urang lain nan mahuninyo
dan diparagoan gambar-gambar Buya Hamka wakatu lamo. Baitu juo dalam
pajalanan duo kali baru-baru ko 2002 dan 2003, ambo pun sempat baranti
di muko parumahan Pusata Buya Hamoa nan sadang akan dibangun. Di lapau
subarang labuah di bawahnyo ambo caliak banyak buah palo. Ambo bawo limo
biji sampai kini masih ambo simpan untuak kenangan. Nan terakhir ambo
sampai pulo ka Kukuban di Rumah  Rita, Murai Kukuban basuo jo Ayah
Bundonyo.

Mudah-mudahan Uni dan sado keluarga Angku Datuak di Pandan lah dapek
barangah dalam menghadapi tragedi tu.  Dari Jauah ambo mandoakan
Kampuang Halaman kito jan sampai luluah lantak lai. Alah tu. Kito minta
kapado Tuhan nan Mahakuasa.  Bak kecek ambo sasudah gampo gadang patang
ko, pasak bukik jo gunuang di Kampuang Awak lah sabana lungga. Saketek
tagoyak ditambah banjir lah tagurajai. Iyobano bahati-hati dunsanak awak
di tampek-tampek nan rawan.

Ambo ka cubo porowaikkan Kisah Angku Datuak ko ka Uda Willy Amrul di Los
Angeles, mudah-mudahan tagugah hatinyo. Tapi ambo khawatir kok ambo
saroman manuangkan aia ka pasia sajo, karano barito-barito dari Tanjuang
Sani wakatu Gampo Gadang nan ambo porowaikkan ka baliau indak panah
mandapek tanggapan saketek juo doh.  Ibo hati ambo, antahlah ...

http://mapaction.org//component/mapcat/mapdetail/1814.html

Salam jo doa dari Jauah.
-- Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], azmi abu kasim azmi abu kasim
<azmi_libra_kenc...@...> wrote:
>
> TARAGEDI GALODOK DI JORONG PANDAN
>
> Oleh Azmi Dt.Bagindo
>
>
> Tragedi yang menegangkan ini terjadi pada kakak
> perempuan ambo sandiri, yang mana rumahnya adalah salah satu dari
rumah yang
> ancur akibat Galodok Gadang pada tgl. 25 April 2010 yang beru lalu,
mereka
> terperangkap didalam rumah tersebut ampir dua jam lamanya. Lokasi
rumah
> tersebut  berdekatan atau berderetan
> dengan Masjid Jorong Pandan atau di sebut muaro alai.
>
> Menurut penuturan dari kakak ambo Zaitiah (Uni Tiah)
> dan suaminya Kkd Yahya Gani St.Sari Endah(Bang Endah), bahwa ujan
lebat telah
> terun sejak jam 14.00 siang, sebenarnya mereka telah bersiap-siap akan
> mengungsi ketempat yang dianggap aman. Setelah salat magrib mereka
buru-buru
> makan malam. Namun, sewaktu mereka masih berada di meja makan,
diperkirakan
> sekita jam 19.10  air telah meropak masuk
> kedalam rumah, dilihat didepan rumah air sudah besar yang membawa
kayu-kayu dan
> batu-batu.
>
> Tiga buah motor yang diparkir didepan pintu telah
> didorong oleh air kedalam rumah, di usahakan oleh Bang Endah untuk
menahan dengan
> menutup pintu, tetapi tidak bisa dan akirnya pintu berikut kusen dan
> dindinganya jebol sehingga tiga motor tersebut terlompat kedalam
rumah, dan
> kemudian air menjebol  menjebol diding
> belakang.
>
> Pada saat itulah Bang Endah berteriak  menyuruh Uni Tiah berikut 3
orang anak-anak
> tetangga yang kebetulan ada didalam rumah mereka, menyuruh mereka
untuk masuh
> kedalam kamar belakang yang kebetulan berdiding tembok.
>
> Pada saat itulah uni Tia berusaha  mencari pertolongan dengan
menghubungi melalui
> hendpon. Rupanya nomor yang pertama tertekan adalah nomor abjat A,
yang
> kebetulan pangkal nama ambo yaitu Azmi. Telepon langsung menyambung
kepada ambo
> di Kelapa Gading, dan ambo angkeh
> terdengarlah suara Uni Tiah berteriak diseberang sana. Mintak
pertolongan dan mohon di doakan,
> dan di beritahu seluruh keluarga dan anak-anaknya untuk ikut berdoa.
Uni Taih
> mengatakan bahwa mereka terjebak didalam rumah dan air sangat besar.
Pada saat
> itu ambo menyarankan agar mereka keluar melalu pintu belakang dan
keluar menuju
> danau, rupanya itu tidak bisa karena pintu belakang jebol dan di
sekeliling
> rumah telah penuh dengan air, batu, dan kayu-kayu besar. Akir ambo
sarankan
> untuk tetap bertahan, sabar dan berdoa dan ambo akan mencari
pertolongan. Itu
> terjadi pada jam 19.20 Wib sesuai dengan jam yang tetera di handpon
ambo.
>
> Ambo berusaha untuk menghubungi seluruh tokok dan
> pemuka masyarakat Jorong Pandan, untuk memintak pertolongan. Namun,
tidak ada
> yang dapat di hubungi, karena tidak dapat sinyal. Ambo cubo pulo
menghubungi
> Ibu Epy didepan rumah untuk mencari informasi, rupanya dia juga
terjebak
> dengan  satu orang anaknya, dan sudah
> berada di lantai dua rumahnya, dan akan melompat kebawah dari bagian
belakang
> rumahnya ketempat yang masih dianggap aman. Rupanya setelah keluar
dari
> rumahnya diapun tidak dapat dihubungi karena tidak dapat sinyal
>
> Ambo mancubo menghubungi Wali Nagari Tanjung Sani,
> Bapak Yefri, juga tidak nyambung. Dan ambo hubungi Bapak Camat Tanjung
Raya Bapak
> Kurniawan Saputra, kebetulan beliau sedang berada di Bukittinggi ada
acara, dan
> beliau memberikan nomor HP staf beliau. Dan ambo hubungi untuk mintak
> pertolongan, rupanya  beliau berada  di Koto Kaciah, tentu tidak dapat
memberikan
> pertongan dalm waktu yang singkat karena jaraknya sangat jauh. Ambo
hubungi
> pula  Angku Dt.Indo Marajo  mantan kapala SMU Maninjau, yang baru saja
> pindah jadi Kapala SMU di Baukitinggi, tetapi masih   tingga di
Maninjau dan berkebetulan beliau
> orang Pandan. Belakangan  beliau hubungi
> ambo, bahwa beliau telah berusaha, tetapi tidak bisa ke lokasi karena
jalan
> putus di pandakian Pondok sebelum mesium Buya Hamka. Ambo hubungi
Bapak Bupati
> Agam, diterima oleh ajudan beliua, dan ajudan beliau mengatakan akan
> menghubungi  Camat Tanjung Raya
>
> Ambo bingung apa yang harus dilakukan sedang kita
> jauh dari lokasi kejadiuan, dan kita berpacu dengan waktu. Semua yang
> diharapkan akan dapat pertolongan telah dihubungi, tetapi belum ada
titik
> terang. Namun, satu hal yang agak menenangkan, adalah komunikasi lai
lancer
> dengan Uni Tiah, karena kamar tempat dia terjebak itu senyalnya selalu
bagus,
> sehingga dia kapan saja dapat di hubungi dan dapat menghubingi.  Ambo
pun jika kekampung tidur di kamar
> tersebut yang sinal memang bagus.
>
> .Sekitar jam 19.30 wib, Uni Tiah mengatakan air
> bertambah gadang dan lampu sudah mati, karena tiang listrik didepan
rumah telah
> rubuh di terjang air dan kayu. Baberapa menit kemudian  Uni Tiah
mengimformasikan lagi, bahwa rumah
> induk yang terbuat dari Kayu telah rubuh di terjang air. Dan mereka
semakin
> terjepit dan air di kamar telah bertambah tinggi, dan yang sangat di
kuatirkan
> apabila diding kamar jebol, jika dinding kamr jebol tidak dapatlah
kita
> bayangkan, apa yang akan terjadi. Mereka berteriak-teriak sambil
menyebut nama Allah,
> Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar dan mintak mintak tolong.
>
> Ambo tetap berusaha, menghubungi orang-orang yang
> mungkin dapat di mintakan pertolongan. Alhamdulillah tersambung dengan
Engku
> Dt.Parpatiah di Pandan.  Beliau rupanya
> telah mengumpulkan para pemuda untuk memberikan pertolongan, tetapi
belum bisa
> di dilakukan disebabkan ujan semakin lebat yang mengakibatkan air
semakin
> besar. Direncanakan memberikan pertolongan melalui Danau naik ke atas
melalui
> pinggir masjid dan rumah-rumah, dan kemudian menjebol diding sebelah
Utara, itu
> pun mengandung resiko yang tinggi karena air di sekeliling rumah sngat
besar.
>
> Sekitar jam 20.30 wib ambo menelpon ke Talang Padang
> memberitahu keluarga kepada sdr. Muradi St.Palembang, dari situlah
ambo diberi
> nomor hp sdr. Yahdi. Sekitar jam 20.35 wib ambo tersambung dengan sdr.
Yahdi
> St.Samain, dengan memberitahun bahwa ada keluarga yang terjebak
didalam rumah
> di muaro alai dan tolong di bantu mengeluarkan. Rupanya di tempat dia
galodok
> juga ada tetapi tidak sebesar di muaro alai, dan dia tidak tahu dan
tidak
> mengira galodok akan sebesar itu, dia langsung beralari ke muaro alai.
>
> Dimuaro alai itu ado beberapa rumah yang ancur, dua
> diantaranya berdekatan, yang hanya di batasi oleh jalan raya jorong
Pandan atau
> berseberangan, satu sebelah Barat yaitu rumah Uni Tiah dan sebelah
Timur rumah Kmd
> Jusmiati.  Jusmiati ini rupanya terjebak
> pula dirumahnya dengan dua orang anaknya satu laki-laki dan satu
perempuan.
> Menurut cerita mereka, dia menyaksikan sejak dari awal sampai rubuhnya
rumah
> Uni Tiah yang berada disebelah Barat rumahnya, dan dia memperkirakan
> orang-orang yang ada didalam rumah tersebut sudah meninggal semua, dan
di rumah
> tersebut termasuk satu orang anaknya yang berkebetulan sedang berada
di rumah
> uni tiah sebelum kejadian Galodok.
>
>  Rupahnya  Jusmiati, beserta anak-anaknya naik ke loteng
> rumahnya yang berkebetulan berlantai dua, pelan-pelan dia merasakan
rumah
> maanyak turun dan bergesar arah ke barat, rupanya rumahnya rubuh ke
rumah uni
> tiah. Pada saat itulah pertolongan datang, yaitu saudara Yahdi
St.Samain dengan
> saudara Pinin dan beberang orang yang lain, memberanikan diri masuk
kedalam
> untuk memberikan pertolong dalam kegalapan dan derasnya unjan dan air
beserta
> batu dan kayu.
>
> Alhamdulillah kedua keluarga yang terperangkap ini
> dapat diselamatkan setelah makan waktu lebih kurang dua jam lamanya.
Mereka
> dapat di keluarkan sekitar jam 22.25 wib. Disitulah baru kedua
keluarga ini
> tahu bahwa mereka Alhamdulillah selamat, berkat pertolong Allah dan
usah masyarakat
> Jorong Pandan. Yang mana sebelumnya,
> sudah menganggap tidak ada, yang di tumor berangapan yang yang dibarat
sudah
> tidak ada, dan yang di barat reranggapan yang ditimur yang sudah tidak
ada.
>
> Itulah kisah singkat nan dapek ambo tuliskan, dan
> banyak lai kisah-kisah keluarga yang lain yang kebetulan selamat dari
musibah
> tersebut. Ambo mohon maaf bila penyaian
> kisah ini kaurang tersusun, di karenakan ambo bukanlah ahli dalam
> berkisah,  dan terima kasih ateh
> perhatian.
>
> Kelapa
> Gading  2 Mei 2010
>
> Wasalam,
> Azmi
> Dt.Bagindo



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke