Pertanyaan yang sama selalu menggerutu keluar di hati saya setiap memnemukan 
kata aitudi surat kabar. Kenapa kata "tewas" begitu populer dalam masyarakat 
media? Kadang-kadang saya pikir cara-cara orang menggunakan kata-kata mungkin 
disebabkan masyarakat Indonesia sedang dijalari dasar kesukaan perang yang 
melambangkan suasana kekerasan, kejam, dan bengis. 

Salam,
--MakNgah

--- In [email protected], Malin Marajo <mlnmar...@...> wrote:
>
> *Mamaku melepas kakaknya di Jakarta
> Berikutnya mamaku tewas di meja operasi di Padang*
> 
> Bu Dosen...........
> kenapa ibu lebih senang menggunakan kata 'tewas' dibanding 'meninggal
> dunia', 'wafat' 'syahid' utk mama Bu Dosen tercinta
> ada makna tersirat dibalik kata2 tersebut...?
> maaf
> 
> salam
> 
> -- 


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke