"Seakan-akan" tukang es ko lah malakukan kacacatan dek inyo baulang naik haji. Apo dek inyo bansaiak? Sainggo condong panilaian kasinan?
Biasa jadi nan kaduo ko bukan untuak ka riaan tapi tetap karano maarok ridho Allah, sakalian mangawani mahromnyo. Ndak nampak dek ambo apresiasi apopun dari kalimat nan di bawah ko: >> Tapi jika seorang yang berjualan es keliling atau lelek Jawa tukang gerobak >> di PKU yang diceritakan Mak Taufiq itu memaksakan diri beberapa kali pergi >> ke Mekah dengan menabung, tapi MANGACIANG perut anak istrinya, maka saya >> kira ini mungkin kurang baik dilihat dari hablumminannas<< Banyak maaf, tapaso ambo sato lo, dek lah duo kali pandapek sanada nan dilapehkan ka lapau ko. Wassalam, Sent from my BlackBerry®Bold powered by ZulTan, L, 49+, Bogor -----Original Message----- From: Lies Suryadi <[email protected]> Date: Mon, 3 May 2010 16:48:14 To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah Mak Taufiq, Ya, kita yakin Allah SWT tahun segalanya. Termasuk niat orang berhaji. Kepada dunsanak di lapau maafkan postingan saya kemaren itu. Segalanya kita kembalikan kepada Allah SWT yang maha tahu. Tapi, saya kira kita sepakat bahwa mungkin haji seseorang akan 'cacat' jika ia pergi ke Mekah dengan memaksakan diri, sementara keluarga yang ditinggalkan hidup dalam kekurangan. Mohon petunjuk dan komentar dari ulama, khususnya Buya Mas' oed Abidin, dalam hal ini. Dalam pikiran sederhana saya, tak jadi masalah jika orang yang (cukup) berada pergi naik haji berkali-kali. Tapi jika seorang yang berjualan es keliling atau lelek Jawa tukang gerobak di PKU yang diceritakan Mak Taufiq itu memaksakan diri beberapa kali pergi ke Mekah dengan menabung, tapi MANGACIANG perut anak istrinya, maka saya kira ini mungkin kurang baik dilihat dari hablumminannas. Wassalam, Suryadi yg daif --- Pada Sen, 3/5/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 3 Mei, 2010, 4:27 AM Sanak Suryadi Kondisi yg mirip dengan tukang es itu ada jg di PKU skitar dua puluh th yang lalu Seorang Lelek ( dr Jawa) dengan professi tk gerobak sering naik haji Tp (maaf) mungkin juga dia agak memaksa diri. Melihat kesehariannya yg sangat sederhana tinggal berdua dengan istrinya dipondok dlm kebun karet milik orang lain di Rumbai Sekarang Kebun Karetnya sudah dibangun Developer jadi complex perumahan Salah satu ciri dari kegigihannya menabung. Yang juga cukup hapal oleh petugas Bank adalah uang ONHnya dibayar dengan sejumlah besar coin/ uang recehan logam. Sehingga butuh tempat dan tenaga extra untuk mengangkatnya Salam TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
