PETIR
YANG SAMBUNG MENYAMBUNG

 

Pagi
tadi sampai jelang sore

Udara
sama seperti kemaren

Panas
sekali dan membuat peluh bercucuran

Kelihatan
dari rambut cocok yang basah

Ada
teman yang saking kegerahan

Berdiri
di depan kipas

Sambil
merentangkan tangan

 

Jelang
sore

Awan
hitam menyelimuti kampusku

Usai
melayani mahasiswa yang konsultasi 

Aku
buru-buru pulang

Disepanjang
jalan yang ku tempuh

Kelihatan
awan hitam dimana-mana

Tak
lama sesampai di rumah

Hujan
lebat menyiram bumi Raflesia

Diiringi
suara petir yang sambung menyambung

 

Petir
yang menggelegar

Seakan-akan
rumahpun ikut bergetar

Kadang-kadang
diawali dengan kilat

Belum
selesai petir yang satu 

Terdengar
lagi petir lain yang dahsyad

Lampu
listrik padam

Menambah
ngeri perasaan

Lahaula
wala quata illabillah

 

Alhamdulillah

Jelang
Magrib

Hujan
dan petir reda

Lampu
listrikpun menyala

 

Bengkulu,
3 Mei 2010

 

 

Hanifah
Damanhuri

 

 

 

 

 




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke