Pak TR dan dunsanak di palanta Yth.

Manurik ambo istilah "*Dituruik-an arun*" mungkin mukasuiknyo iolah
"mengikuti bau yang harum" (harum menurut selera/pembauan kambing) yang
menuntun aktivitas kambing saat itu.

Dan yang ini merupakan salah satu hidayah (dlm hal ini: *hidayah pancaindera
*) dari *empat tingkatan* "petunjuk"/ yang ada pada makhluk.

Kok alah ompek nan disabuik, tantu iko masuak ka dalam adat/dialektika
awak pulo.
Jadi sikap si OB nan di kantua basobok jo padusi sexy sedang mengekspresikan
ciri ciri "hidayah pancainderanyo" tanpa bisa dikendalikan oleh hidayah
akalnyo (walaupun sedang barado di tampek nan rami !).

Identik dengan karajo sarupo itu, kini urang mambuang sampah sekehendak
tangannyo sajo, tanpa mamakai hidayah akalnya, walaupun inyo mangaku alah
mempelajari  hidayah *dien*.

Istilah "dien" untuk penyebutan "agama" diambiak dari kanus al Qur'an
karangan Nazwar Sjamsu.

*Tahu di nan empat jenis petunjuk (hidayah) Allah kepada makhlukNya*
          (dikutip dari: http://www.nanampek.nagari.or.id/b342.html )

*                    1. Hidayah insting
                    2. Hidayah pancaindera
                    3. Hidayah akal
                    4. Hidayah dien *

Kita sering mendengar dalam pidato-pidato, permohonan kepada Allah Swt,
untuk diberi "*taufik hidayah*" (---> hidayah taufik !).
*Hidayah* berasal dari kata *hadaya* yang berarti telah "memberi petunjuk";
sedangkan *taufik* artinya kedamaian yang sempurna.

Makhluk "hidup" yang bisa "bergerak" (menurut pengertian bahasa manusia)
terdiri dari manusia, binatang dan sebagian tumbuh-tumbuhan.

Ada *empat* macam tingkatan hidayah, yaitu:

*hidayah insting dan hidayah pancaindera untuk bertahan hidup*, *

hidayah akal untuk selamat dan berkembang di dunia;
hidayah dien untuk keselamatan dunia-akhirat*.

*Hidayah insting*
Hidayah insting diberikan kepada manusia dan binatang.
Anak bebek yang baru menetas segera mencari air, sebaliknya anak ayam yang
baru menetas tak akan menceburkan dirinya ke dalam air, padahal keduanya
dierami oleh induk yang sama.
Insting seperti ini juga terdapat pada manusia; misalnya insting
menyelamatkan diri, insting untuk menetek pada bayi yang baru lahir.

*Hidayah pancaindera*
Hidayah pancaindera yaitu kemampuan melihat, mendengar, mencium, merasa, dan
mengecap.
Kemampuan ini pada manusia dan hewan tidak sama. Ada jenis hewan yang mampu
mendengar dan mencium tanda-tanda kematian, gempa, jejak dsb.
Karena manusia lebih banyak menggunakan akalnya, maka kemampuan
pancainderanya kurang terlatih.

*Hidayah akal*
Hidayah akal diberikan kepada semua manusia.
Binatang dan tumbuhan tidak diberi hidayah akal.
Hal yang berkaitan dengan akal dapat dilihat pada *sistematika akal nan
empat*.

*Hidayah dien*
Dalam bahasa Alquran, dien dikaitkan dengan beberapa kata lainnya seperti:

- Dien ul haq: agama yang logis (QS. 9:29; 9:33; 48:28; 61:9)
- Dien ul kholishi: agama khusus/bersih (QS. 39:3)
- Dien ul qoyyiman: agama kukuh (QS. 6:161)
- Dien ul qoyyimi: agama yang mengkukuhkan (QS. 9:36; 12:40; 30:30; 30:43)
- Dien ul Allah: agama Allah (QS. 3:83; 24:2; 110:2)
- Dien ul maliki: agama raja (QS. 12:76)
- Dien ul wasiban: agama berkelanjutan, selama-lamanya (QS. 16:52)
- Yaumi ad dien: hari pembalasan (QS. 16:52)

Jadi, dien dapat diartikan sebagai hukum/peraturan, pengabdian/ketaatan, di
dalam ayat-ayat:
QS. 2:195; 2:256; 3:19; 3:24; 3:85; 4:46; 4:125; 4:146; 4:171; 5:3; 5:57;
5:77; 6:70; 6:159; 7:29; 7:51; 8:39; 9:122; 10:22; 10:104; 10:105; 22:78;
24:25; 24:55; 29:65; 39:1; 40:14; 42:13; 49:16; 51:6; 60:9; 95:7; 98:5:
107:1; 109:6.

Sesuai dengan ayat-ayat Alquran tersebut di atas, dien hanya diberikan
kepada orang-orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, "*Laa ilaaha
illaAllah, Muhammad ar rasulullah".
*
*Islam itu aturannya lengkap
Dapat diterima ilmu logika
Awas waspada jerat perangkap
Mengajak umat menuju neraka

Banyak ideologi aliran sesat
Membuat muslimin jadi buta
Mereka korban tipu-siasat
Atau terbujuk hadiah harta

Untuk menyaingi kafir* murtat
Tuntutlah ilmu pelajaran fisika
Hidup di dunia jadi terhormat
Laksanakan agama, gunakan logika*
**
**
**
** kafir --->kafaro= menutup *(past tense)
**
*

*

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke