Bagus sekali kisah dan 'itibar yang dikandungnya
Tks
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Hendra Messa <[email protected]>
Date: Mon, 3 May 2010 20:41:00 
To: rantaunet<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] badai gurun, menghembus jiwa ( gurun pasir terhampar 
        jadi guru )

dunsanak sadonyo, 

berikut sekedar sharing, pelajaran berharga dari alam gurun pasir, 
saat 2 minggu lalu, melakukan perjalanan lintas gurun pasir ke tanah suci utk 
umroh, 
semoga bermanfaat

salam 
HM malin sinaro
abu dhabi, UAE

--------







 http://hdmessa.wordpress.com/2010/05/02/badai-jiwa/






Cakrawala berselimut sutra putih tapi bukanlah kabut, langit mendung bukan
tanda hendak hujan, angin kencang yang membawa debu halus membuat burung camar
pun tak bisa melayang jauh, pasir halus melayang beriringan di permukaan jalan
bagaikan air mengalir, udara kering membelai kian kemari dg suara siulan
khasnya. Badai gurun ( desert storm
) menyapa di perjalanan lintas gurun pasir dari abu dhabi menuju tanah suci….

Hembusan kencang angin kering
menerbangkan pasir sehalus tepung, terbang sampai ke atas langit yang membentuk
awan gelap yg menutupi cahaya mentari, pasir halus yg tebang kian kemari
menutupi cakrawala bagaikan kabut tipis. Saat badai gurun berderu, pasir yang
hanya benda mati, bagai mendapat nafas kehidupan, bersiul kencang dan terbang
riang kian kemari sampai ke atas langit sana. Namun saat tiupan angin berhenti,
ia akan kembali ke kodratnya, benda mati yang jatuh terhempas ke permukaan
bumi.

Pasir dan angin tersebut, bisa pula dianalogikan dengan ruh dan jasad pada
manusia. Karena ruh lah manusia hidup dan saat ruh telah tiada, maka terhenti
pula gerakan tubuh manusia. Angin bisa dirasakan tapi tak bisa diraba.

Jasad manusia berasal dari bumi ini ( unsur2 tanah) sedangkan ruh adalah
ciptaan Yang Maha Kuasa, bagai ditiupkan dari atas sana.  Jasad dan ruh
bertemu dalam proses penciptaan manusia, pada janin bayi di perut ibu yang
hamil pada usia 4 bulan.

Hakikatnya ruh adalah suci dan bersih, namun saat sampai ke atas dunia ini,
ia terbawa oleh karakter duniawi ; nafsu, keserakahan, kejahatan dan setumpuk
karakter negative lain nya. Bagai membuka kotak Pandora dimana segala sifat
jelek bertebaran, namun tetap masih tersisa sikap kebaikan dan harapan di
dalamnya.

Sifat dasar manusia adalah penuh dg kebaikan, spt
bayi yg baru lahir, tak ada bayi yg lahir dg wajah jahat  , pergaulan
hidup lah yg memberi warna karakter manusia selanjutnya. Ssejahat jahatnya sifat
manusia, tetaplah ada kebaikannya walau sedikit.

Pasir2 yg terbawa oleh angin sampai jauh ke atas langit dan terbang jauh,
adalah pasir2 yg ringan sehalus tepung. Sedangkan pasir  yg berat, hanya
bergerak sedikit di atas permukaan bumi oleh tiupan angin, tak bisa terbang
jauh..

Jiwa yg bersih dan halus, adalah bagai pasir yg ringan, akan terbawa terbang
tinggi. Sedangkan jiwa yg kotor, jiwa yg berat karena banyak kesalahan 
(dosa) tak akan terbang tinggi, tak akan pergi jauh, bagai pasir yg berat yg
hanya sedikit tergerak di permukaan tanah, dan biasanya turut membawa terbang
pula berbagai kotoran di permukaan, seperti daun2 kering dan sampah2.

Begitu pula lah manusia dalam perjalanan hidup nya ini, manusia dg jiwa yg
bersih akan termudahkan untuk berbuat kebaikan dan akan dimuliakan. Sedangkan
manusia yg jiwanya kotor, akan bergelimang dengan berbagai dosa dan terhinakan.
 Hidup adalah pilihan , apakah kita akan terbang tinggi ( jiwa bersih, spt
pasir halus tsb ) , atau terbang rendah saja ( jiwa kotor spt pasir berat tsb )

Tiupan angin kencang yg membawa terbang pasir pasir halus bagai bersenyawa
 selama badai gurun berhembus. Analoginya itu adalah bagaikan bagai ruh
dan jasad yang bersenyawa sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Ketika
angin berhenti, badai gurun pun telah reda, maka pasir2 halus tersebut akan
berhenti pula beterbangan dan akan turun ke permukaan bumi untuk duduk diam
dengan manisnya bersama miliaran teman2 nya membentuk hamparan gurun pasir
penuh lekukan. Begitu pula lah manusia, suatu saat ruh akan berpisah dengan
jasad, ruh yg mulia akan kembali pada Sang Maha Pencipta, sedangkan jasad akan
kembali membumi, itulah saat kematian.

Saat badai angin bertiup dengan begitu kencang nya, namun saat reda angin
bagai hilang tanpa bekas, tak tampak, tak bisa diraba, tapi hanya dirasakan.
Begitu pulalah kira2 perumpamaan ruh dalam tubuh manusia, kegaiban yang hanya
diketahui oleh Yang Maha Mengetahui. Badai guru nada jangka waktunya, suatu
saat akan berhenti pula, badai pasti berlalu.Berbeda beda lamanya waktu badai
berlangsung, begitu pula lah kira2, berbeda2  pula saat ruh dan jasad
bersenyawa dalam tubuhnya. Berbeda beda jangka hidup manusia di dunia ini, ada
yg berusia panjang, namun ada juga yg pendek saja usianya, semua rahasia Yang 
Maha
Kuasa.

Semuanya berawal dari ketiadaan dan kelak akan kembali lagi pada ketiadaan,
 ada pertemuan, ada pula perpisahan, semuanya berasal dari Sang Maha
Pencipta. Saat seorang manusia meninggalkan dunia yg fana ini, saat ruh
terlepas dari jasad, hakikatnya kita kembali ke awal kita, kembali pada Sang
Maha Pencipta, jasad tubuh ini kembali pula pada bumi dimana ia hakikatnya
berasal. Hidup di dunia hanya sementara ada awal, ada akhirnya.

Bedanya manusia dg pasir tsb, ialah bahwa manusia harus mempertanggungjawabkan
semua perbuatan nya kelak, sedangkan pasir badai yg jatuh ke permukaan bumi tak
ada yg perlu dipertanyakan lagi.

Dalam al Quran surat An Naba : 40 ada dinyatakan penyesalan  org2 yg
berdosa di akhirat kelak, menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan hidup di
dunia ;

Sesungguhnya Kami telah memperingatkankepadamu (hai orang kafir) siksa yang
dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya,
dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu ( saat hidup di
dunia) adalah tanah (pasir)”

manusia hadir ke atas dunia ini dengan tangisan, walau orang sekitarnya
tersenyum gembira, saat kelak meninggalkan dunia yang fana ini, orang
sekitarnya akan menangis sedih, walau ia tersenyum sekalipun.





      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke