Sanak Palanta Ngata Toro adolah sebuah komunitas masyarakat adat di Sulawesi Tengah nan hiduik di dalam Taman Nasional Lore Lindu. Setelah ratusan tahun hiduik dan berkembang di tanah itu, baru datang penetapan pemerintah untuak adonyo taman nasional yang menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
Ngata toro mengenal filosofi tungku atau disebut dengan Taluhi untuk mengatur kehidupannya. Taluhi partamo disebut dengan Katuvua, merupakan aturan yang mengatur hubungan manusia dan alam, kaduo aturan yang disebut dengan Hintuhu yaitu aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan tungku ketiga yaitu tungku petuhu, yaitu aturan yang mengatur hubungan manusia dan tuhan. Di banyak masyarakat adat, terdapat filosofi yang mengambil takwil dari kehidupan sehari-hari dan lingkungannya, seperti di Minangkabau, Alam Takambang Menjadi Guru dan disini juga dikenal tungku tigo sajarangan. Sekedar untuak dikunyah-kunyah. Salam Andiko -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
