Makasih bapak Emi...
Kasihan nenek moyang ifah ...
Bukan ifah yang dihina
Tapi nenek moyang ifah

Salam

Hanifah

--- On Wed, 5/5/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] ASYIKNYA DI BELA
To: "Rantau" <[email protected]>
Date: Wednesday, May 5, 2010, 8:24 PM

   Bagus sekali puisi Ifah
Ifah sangat pandai melantunkan suara hati

Orang yang melantunkan suara hati juga akan diterima oleh hati

Ketika kita menulis dengan penuh perasaan orangpun hanyut dalam perasaan kita
Bila kita menulis dengan bercucuran air mata, maka orang yang membacapun akan 
berurai air mata, sekurang matanya berlinang

Dan bila sesuatu di tulis dengan santai sipembacapun akan santai
Bila sesuatu ditulis dg penuh canda orangpun akan terpingkal-pingkal tertawa.

Tabahkan hatimu dalam setiap langkah
Dalam langkahmu, orang akan memberikan penilian berbeda

Yakinlah bahwa yang berhak menilai itu ada diatas sana

Manusia disamping tak diberi hak menilai, juga dilarang menilai
Kerna...
Kerna....
Jangankan menilai orang lain, menilai dirinya sendiripun dia tak mampu. Karena 
menilai itu bukan wewenangnya

Luruskan niat, padaNya senantiasa berserah diri
 Allah akan memanggilmu
"Wahai orang yang letih, kembalilah pada Ku. Akan kubukakan rahasia besar yang 
terlindung yang tak kau ketahui"
SikapKu terhadap hambaku, sesuai dengan sangka-sangkanya pada KU
Aku akan selalu bersamanya disaat dia mengingatKU
Jika dia mengingat aku dalam dirinya, maka akupun akan mengingatnya dalam 
diriKU"

"Laa Tahzan, Innallah maanna"
Jangan cemas jangan bersedih. Allah bersama kita

Salam teriring do'a
K SuheimiPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  hanifah daman 
<[email protected]>
Date: Wed, 5 May 2010 21:03:59 +0800 (SGT)To: 
<[email protected]>Subject: [...@ntau-net] ASYIKNYA DI BELA




ASYIKNYA
DI BELA 

   

Bertahun-tahun
aku bertutur 

Dengan
sopan dan santun dengan beliau 

Beliau
yang selalu membaca tulisanku 

Selalu
mendorongku untuk terus menulis 

Sering
mengatakan tulisanku bagus dan perlu 

Tanpa
memperdebatkan termasuk kelompok apa tulisanku 

Bukan
kemasannya yang beliau lihat 

Tetapi
apa pesan, baik tersurat maupun tersirat  

Yang
ada dalam tulisan tersebut 

   

Perjalanan
hidup beliau yang panjang 

Telah
melalui jalan berliku dan mendaki 

Pernah
berada disetiap lapisan sosial 

Bertemu
dangan berbagai ragam manusia 

Yang
memiliki beragam  bahasa, adat dan budaya
 

Menjadikan
beliau manusia yang Arif dan Bijaksana 

   

Sesekali
kupakai bahasa nenek moyangku 

Untuk
bertutur dengan beliau lewat tulisan 

Apa
yang terjadi? 

Orang-orang
yang ikut membaca tulisanku 

Marah
besar dan mencaci maki diriku 

Bahasa
yang kupakai … 

Tidak
pantas untuk beliau yang terhormat 

   

Sementara
beliau sendiri 

Tertawa-tawa
membaca tulisanku 

Lebih
hebatnya lagi 

Aku
dibela mati-matian 

Mungkin
beliau ingat ketika menjadi orang pasar 

Sering
mendengarkan kata-kata yang kupakai 

Bahkan
oleh pelajar sekalipun 

Penggalan
nyanyi wajib Minangkabau 

Bukti
nyata “Aden” pengganti diri resmi 

Asyiknya
dibela 

   

Aku
jadi teringat nasehat mamaku 

“Melihatlah
dengan mata hati” 

Agaknya
inilah yang dipakai oleh beliau 

Untuk
melihatku dari jauh 

Walau
kemasanku rada aneh dari biasa 

Terasa
kurang ajar bagi orang yang tak biasa 

Beliau
yakin, aku tetap menghormatinya 

   

Akupdi
bertanya-tanya 

Apasih
bedanya 

Aku,
saya, aden, ambo, gua, gue, dsb? 

Bukankah
semua pengganti diri? 

Begitu
hinakah nenek moyangku yang ber”Aden”? 

Apa
dikira nenek moyangku tak terpelajar? 

Apa
Nagariku jajahan Nagari yang lain? 

   

Biarlah
waktu yang menentukan 

Kata
apa yang akhirnya  

Dipilih
masyarakat untuk pengganti diri 

Harusnya
anak Nagari 

Bangga
dengan bahasa sendiri 

Bahasa
menunjukkan 

Dari
Nagari mana seseorang berasal 

   

Bagi
yang keberatan 

Jangan
heran kalau suatu saat nanti 

Bahasa
Minang tinggal kenangan 

Karena
berganti dengan bahasa Indonesia 

Bukankah
kecendrungan tersebut sudah terasa? 

Apa
ada bahasa Minang yang standar? 

Kenapa
tidak pernah ada kongres bahasa Minang? 

   

Diantara
perbedaan 

Biar
tidak jadi pertempuran 

Bukankah
lebih baik 

Saling
menghargai perbedaan 

Seperti
yang dicontohkan 

Bapak
Prof Suheimi 

Yang
tak lagi terpengaruh 

Oleh
pujian dan umpatan 

   

Terima
kasih Bapak Prof Suheimi 

Atas
pembelaannya 

Aku
jadi senang dan bangga 

Dan
berharap  

Banyak
orang yang belajar dari bapak 

Bagaimana
cara menghormati perbedaan 

   

   

Bengkulu,
5 Mei 2010 

   

   

Hanifah
Damanhuri 

   

   

   

   

   

   

   

   

   

   




      



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke