Assalammualaikum WR WB bapak Suheimi Yth. Hanifah ingin kedua ortu hanifah termasuk ibadi. Mereka orang yg sabar lembutd dan tidak sombong. Walau ifah ba ADEN.Tp mama memanggil ifah dengan panggilan ANNIP. Papa juga tdk pernah memarahi ifah dengan kasar. Ni Fat tdk pernah kena marah. Sepertinya nyawa papa diambil pelan2. tidak pakai ngorok.pergi bersamaan azan Zuhur. Beda dgn ifah he he he. Kelihatannya bpk berpeluang besar jadi ibadi. Apa resep bapak ??lihatlah orang2 tdk rela ifah ba aden ke bapak. Mrk tdk tau betapa akrabnya bapak dg ifah. Walau tdk pernah ketemu. Wass. Hanifah
On Fri May 7th, 2010 11:02 AM ICT suheimi ksuheimi wrote: > > > > > >’I B A D I > > > >Oleh : Dr. H. K. >Suheimi > > > > > >Kuliah subuh saya hari ini Jum’at 7 Mai 2010 di Masjid Raya >Ann Nur dengan judul ‘Ibadi > > > >Siapakah yang >berhak dipanggil sebagai ”ibadi”, ibadullah , ibadurrahman? Ialah orang-orang >yang mengabdi kepada Allah. Di dalam Al-Qur’an banyak disebut kata-kata ibadi >ini, ”wahai jiwa yang tenang dan tentram, kembalilah pada Tuhanmu dalam keadaan >redha dan diredhai. Masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke >dalam syorgaku”. Disini terlihat orang yang bisa masuk golongan hamba Allah itu >adalah orang-orang yang telah dapat menaklukan nafsu amarah dan nafsu >lawwamahnya menjadi nafsu mutainnah, nafsu yang tenang dan tentra, yang tidak >tergoda dan tidak ternoda. Dengan ibadah puasalah orang dapat mengasah dan >merobah, kalau tadinya dalam dirinya bersarang nafsu amarah dan lawwamah dapat >dikendalikannya menjadi nafsu mutmainnah. Semua kita mendambakan agar diwaktu >pulang menghadapnya dipanggil dengan panggilan ya ayyatuhai nafsu mutmainnah; >Wahai jiwa yang tenang dan tentram. > > Terlihat disini bahwa ibadi itu >dijamin akan masuk syorga bersama golonga hamba-hamba-Nya. > > Apalagi syarat untuk manjadi ibadi? >Disebut oleh Allah, yang hamba-hambaKu itu, dia tidak sombong kalau berjalan >dipermukaan bumi, dan dia akan merendahkan suara kalau berbicara. Jelas kalau >ada orang yang sombong, pongah dan takabur, suka meninggi dan memandang orang >lain dengan pandangan rendah, jangan diharap untuk bisa menjadi hambanya. > > Syarat lain ialah, yang >hamba-hanba-Ku, kata Tuhan ialah orang-oarang yang lebih mencintaiku dari >mencintai segalanya,dan lebih mendahulukan kehendak-Ku dari kehendak yang lain. >Kalau orang lebih tunduk kepada perintah hawa nafsunya itu berarti dia mengabdi >kepada hawa nafsunya bukan mengabdi kepada Allah. Tolak ukurnya bila dalam satu >keadaan bertemu kehendak Allah dan kehendak hawa nafsu, mana yang di >didahulukannya? Kalau dia mendahulukan hawa nafsu, berarti nafsu di depan >sekali, dia di belakang nafsu, dan Allah di belakangnya. Tapi kalau dia >mendahulukan >kehendak Allah, maka Allah di depan, dia mengikuti Allah, dan nafsu mengikuti >dia, inilah yang ibadi. > > Keuntungan apa yang diperoleh kalau >sudah menjadi ibadi? Pertama, setiap orang shalat selalu mendo’akannya >”Assalamu’alaina wa’ala ibadilahisshalihin”. Setiap detik dan setiap saat ada >saja orang yang shalat di dunia ini, begitupun di Mesjidil Haram, dan setiap >itu pula do’a dilafaskan untuk semua ibadi. > > Kedua, iblis tidak sanggup mengoda >ibadi. Tatkala iblis tercampak dari Syorga, dia dendam kepada manusia, dia >memohon pada Allah agar diizinkan untuk menggoda Adam dengan anak cucunya >sampai hari kiamat agar sama-sama masuk neraka. Permohonan ini dikabulkan oleh >Allah, kamu boleh menggoda semua manusia, tapi ingat kata Tuhan ”Inna ibadi >laisalaka alaihim sultan” sesunguhnya yang hamba-hambaku tiada kekuatan bagimu >untuk menggodanya. Karena apa? Karena ia sedang mengabdi kepada-Ku karena ia >sedang beribadah, karena ia sedang berpuasa. Sehingga bulan Ramadhan itu iblis >terbelenggu tangannya, karena ia tidak bisa menggoda oarang yang sedang >berpuasa, pintu neraka ditutup dan pintu syorga dibuka selebar-lebarnya. Karena >dijamin oleh Allah, yang ibadi itu tempatnya di syorga. > > > > > >Pekanbaru & >Mai 2010 > >-- >. >Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat >lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan >keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
