Indah dan bermanfaat sekali posting Dinda Suheimi ini. Semakin kuat niat saya utk mencetak ulang buku kecil indeks ayat-ayat Al Quran menurut alfabet, yg disusun oleh Buya Fachruddin Hs dari Payakumbuh. Buku kecil indeks tsb bagaikan 'papan penunjuk arah' yg dikisahkan Dinda Suheimi.
Btw, ada di antara sanak yg tahu alamat dan nomor tilpon Buya Fachruddin Hs dari Payakumbuh ? Saya harus minta izin sebelum mencetak ulang. Wassalam, Saafroedin Bahar. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: suheimi ksuheimi <[email protected]> Date: Sat, 8 May 2010 12:54:50 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] PAPAN PENUNJUK ARAH PAPAN PENUNJUK ARAH Oleh : K. Suheimi Kalau keluar kota, lebih-lebih ketempat yang belum pernah saya tempuh, selalu papan penunjuk arah saya cari dan saya pedomani, karena di papan itu tertera arah jalan yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan, sekalian tertulis jarak satu kota dari tempat papan penunjuk itu. Bagi siapa saja yang dalam perjalanan jauh, mereka sangat memerlukan dan mencari papan penunjuk arah.karena kalau sudah salah jalan, salah tempuh, bias mengakibatkan bermacam-macam. Seperti yang pernah saya alami tahun 85, salesai menamatkan pendidikan ahli kebidanan dan penyakit kandungan di Bandung. Saya pulang ke Padang membawa mobil sendiri lewat jalan darat. Itulah yang pertama kali saya membawa mobil jarak jauh dari Bandung pulang ke Padang. Sesampai dekat Tanjung karang, ada persimpangan, mungkin disimpang itu ada papan penunjuk jalan, tapi tak saya perhatikan, Cuma saya berpedoman pada instink dan fikiran, kalau ke Padang harus belok kanan, arah ke utara. Tanpa fikir panjang, mobil saya arahkan ke utara dan gas ditancap terus, tapi apa yang kejadian. Berjam-jam jalan itu saya lalui akhirnya kami sampai dijalan buruk dan jelek, masuk ke kampung-kampung kecil. Waktu itu saya merasa mungkin kami telah tersesat, karena tidak bertemu lagi dengan mobil-mobil atau bus, tapi untuk kembali, kami telah terlongsong menempuh jalan selama 6 jam, ketika ditanya pada penduduk kampung, ternyata memang kami telah tersesat, untuk kembali terlalu jauh. Dan orang kampung itu menunjukan ada jalan lain, yaitu masuk lagi kedalam kampung-kampung kecil, nanti diujung jalan akan sampai ke jalan yang menuju ke Padang. Kami semua cemas, kami khawatir, tapi karena semua penduduk kampung meyakinkan bahwa nanti kami akan bersua dengan jalan menuju padang, jalan kami tempuh jua, kira-kira jam 20.00 malam baru kami sampai di kota Metro, artinya kami telah memutar jauh sekali baru sampai kejalan yang benar, mengarah ke Padang. Setelah berhabis energi dan berhabis cemas dan membuang-buang waktu cukup lama barulah arah bisa dibetulkan lagi. Kami telah jauh tersesat, betul kata orang ”malu bertanya sesat dijalan, malu bergelar hanyut se rantau”. Saya tak akan pernah melupakan pengalaman pahit, hanya gara-gara persoalan sepele, tak mau melihat dan mempedomani papan penunjuk arah. Tapi untung kami masih berada diatas dunia ,masih ada tempat untuk bertanya, dan tidak satu jalan untuk mencapai sesuatu, banyak jalan untuk sampai ke tujuan. Saya tidak habis fikir, bagaimana kalau seandainya dalam perjalanan yang sangat jauh, yaitu perjalanan menuju akhirat, kepada siapa mau bertanya?, dan kalau telah tersesat dan salah jalan kepada siapakah hendak mengadu dan siapakah yang akan memberi tahu?. Jalan ke akhirat adalah satu jalan yang pasti akan kita tempuh, mau tidak mau, suka tidak suka, siapapun kita harus menempuh jalan ke akhirat. Padahal jalan ke akhirat, belum seorangpun yang pernah menempuhnya, betapa jauh dan mungkin betapa sulit, sedang perbekalan belum cukup. Agaknya untuk ke akhiratpun kita perlu dan butuh papan penunjuk jalan. Nah papan penunjuk jalan ke akhirat di setiap persimpangan itu adalah para Rasul yang menunjuk dan mengarahkan, kalau ingin selamat sampai di tujuan akhirat, tempuhlah jalan yang ini. Dan mematuhi petunjuk Al Qur’an, karena dari membaca Al Qur’an kita bis mengerti dan tahu bagaimana jalan dan kehidupan akhirat. Kitab suci dan Rasul adalah bagaikan papan penunjuk arah di persimpangan jalan. Tanpa itu kita tergelincir, sedikit saja kita salah memilih dan sedikit saja kita menyimpang, kita akan tersesat dan akan sampai ke kampung lain. Akan ke neraka tempat yang sangat kita takiti. Agaknya inilah yang selalu di ingatkan oleh Rasul kepada kita semua. Dan tentu kita semua teringat akan pesan penting danpesan terakhir Nabi Muhammad s.a.w sewaktu beliau akan menghembuskan nafasnya yang terakhir : ”Ummati. . . ummati, akan dijamin keselamatannya dunia dan akhirat, mereka yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan sunnah Rasul”. Para pembaca yang budiman, mungkin jalan yang sedang kita lalui dan kita tempuh adalah jalan dosa, jalan yang sedang menggiring kita ke neraka. Untuk itu, setiap berjalan kita harus sering bertanya dan di setiap persimpangan kita disuruh melihat papan penunjuk jalan untuk akhirnya berdo’a. ”Ya Allah tujukilah kami jalan Mu yang lurus dan benar. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat”. Yang sering terlihat adalah orang yang mengabaikan papan penunjuk arah dan melupakan serta meninggalkan petunjuk dan bimbingan hidup, serta meninggalkan pelajaran-pelajaran. Padahal kalau manusia mengerti sesungguhnya Al Qur’an itu adalah pelajaran yang datang langsung dari Allah, menjadi petunjuk dan obat bagi hati yang sakit, jadi petunjuk dan jadi rahmat bagi orang mukmin. Untuk itu saya teringat akan sebuah ayat dalam surat Yunus ayat 57 : ”Sesungguhnya telah datang pelajaran dari TuhanMu, sebagai obat dan penawar sakit dari sudut-sudut hati, dan jadi petunjuk serta rahmat bagi orang beriman”. Padang 27 Desember 1993 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
