Adidunsak nan taromat :

Ambo sato  ciek manambahkan  komentar  adiak ambo H. IBNU MASUD :

Untuak ambo nan lahir dan gadang di KOTA KIKTINGGI  iyo sadiah mancaliak


Kumuah no nagari awak ko....kami acok pulang dari Pakanbaru singgah
dipasa Aur Kuniang

Ondeh mandeh. pakir .ditapi jalan ka  pai ka pasa baonggok... kotoran
manusia, sarok  batumpuak ... kapai  mancari TOYLET nan barasiah payah..

Bilo lah nagari awak kabarasiah saroman nagari urang ...

.Wassalam.

Srie Rukmini (ALUMNI SMA BIRUGO)

PT CPI

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Ibnu Mas'ud
Sent: Wednesday, May 12, 2010 8:32 AM
To: [email protected]
Subject: Re: 10 Tahun Bukittinggi tak Dapat Adipura RE: [...@ntau-net]
Kawasan Jam Gadang

 

Alah banyak nan mangeluh soal kebersihan Bukittinggi ko. Soal TPA nan di
Panorama baru lai agak jauah dan tasuruak. Tapi sampah nan baserak di
pusat kota tarutamo di pasa bawah sangat mangganggu. Aco tamu lua nan
dibaok ka Bukitinggi mangeluh soal kebersihan dan alah mulai kurang
ramahnyo pedagang.
Mungkin pejabat di Kota Bukittinggi bisa bakilah. " Indak barasiah bana
kan rami juo urang nan datang". Kabaa lai.......sansai awak dibueknyo.

Salam,

Ibnu

2010/5/12 Nofend St. Mudo <[email protected]>


10 Tahun Bukittinggi tak Dapat Adipura, Ada Apa?


Teddy Arlan - Posmetro Padang <http://www.posmetropadang.com>
Bukittinggi | Rabu, 12/05/2010 06:25 WIB

Kepala Bidang Pembinaan Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam (P2KSDA)
Bapedalda Sumbar Nasarudin menyebutkan, Kota Bukittinggi sudah lebih
dari 10 tahun tidak mendapatkan Piala Adipura, sebagai kota bersih.
Kondisi ini tentu saja persoalan yang cukup dilematis dengan status
Bukittinggi sebagai kota wisata. Penganjal kota berhawa sejuk ini tidak
mendapat Piala Adipura karena sistem pengelolaan sampah yang tidak ramah
lingkungan.

"Sejak berakhirnya Orde Baru tahun 1998 lalu, setahu saya Bukittinggi
tidak lagi mendapat Piala Adipura. Ini karena TPA di Panorama Baru,
Bukittinggi, tidak memenuhi persyaratan," jelas Nasarudin.

Menurut Kabid yang mengurusi masalah Piala Adipura itu, TPA merupakan
indikator utama yang dinilai tim Adipura. Sistem open dumping yang
diterapkan di TPA Panorama Baru, secara langsung telah mengakibatkan
kerusakan lingkungan hidup. Sebab, sampah yang diproduksi setiap hari
dibuang begitu saja ke dalam ngarai, tanpa diolah terlebih dahulu.

"Selagi TPA Panorama Baru terus dipakai, menurut saya Bukittinggi tidak
akan mendapatkan Piala Adipura," tegasnya. 

Pihaknya berharap, Pemko Bukittinggi segera menindak lanjuti surat
Gubernur Sumbar Marlis Rahman mengenai penutupan TPA Panorama Baru. (*)

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan
ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> 
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email
lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan
ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email
lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke