Ass.WW Pak Kshuemi.

Bari ambo kesemaptan manjawek carito Bapak nan sangat manarik.
Manga satiok pertanyaan urang kapada Pak Tani nantun kok indak dijawab 
Alhamdulillah.
Bukan kah Allah telah berjanji satiok Urang nan mansyukuri nikmatnyo Allah 
berjanji akan menambah Nikmat itu.
"Lain Syakartum Laaziiidan Nakum Walainkafartum Innaazabillasyadiid' "

Sagitu cuman komentar ambo manjawek carito bapak semoga bermanfaat untuak kito 
basamo.

Wass.WW
Darius Nurdin




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: Sma <[email protected]>; Rantau <[email protected]>; 
herlinamet <[email protected]>; Riau <[email protected]>
Terkirim: Rab, 12 Mei, 2010 04:14:33
Judul: [...@ntau-net] PAK  TANI

PAK TANI
Oleh K Suheimi

Menyentuh sekali tulisan yang dikirim anak saya dr Ihsan SpOG hari ini
Saya mengangguk dan merenung inilah rahasia kehidupan. Ingin saya agar semua 
sahabat saya membaca kisah ini

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang 
putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu 
mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak 
tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata:

"Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 
100 kuda liar dari hutan.

Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda 
jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera 
mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. 
Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk 
dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan 
hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata:

"Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan 
kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu 
jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. 
Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari 
nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu.

Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk 
bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib 
bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperan

Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan 
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. 
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian 
yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai 
"kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju 
"keberuntungan". Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk 
"menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.

Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu 
bagaimana hasil akhirnya nanti.

Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", 
manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri 
nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi 
apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi 
tugas dan apapun namanya itu. . . . karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang 
terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.

" Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Alloh SWT tahu kemampuan kita.

Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja ".


Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa 
yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. 
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya 
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. 65;3

Pekanbaru 12 Mai 2010
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke