Sanak Palanta Cindua adalah minuman segar, biasanya banyak muncul ketika bulan puasa. Ada cindua bareh yang warnanya hijau dan ada cindua sagu yang warnanya coklat kemerahan. Cindua dalam kehidupan sehar-hari orang Minangkabau juga dijadikan perumpamaan yaitu "Cindua Ta Kacau, Hari Hujan". Situasi itu adalah situasi kemalangan, dimana cindua baru saja ta kacau untuk dijual, hari kemudian hujan. Alamat tidak ada yang akan membeli cindua tersebut. Mestinya cindua taka kacau hari panas, sehingga cindua akan laku terjual.
Tadi ketika melintas dakek ragunan, nampak tukang cindua wajahnya agak muram, karena cindua baru takacau, hujan mangucua di ragunan. Antah sia nan ka mambali. Nan anak sadang mananti uang sikola di rumah. Sakitu dulu kisah siang ko Salam andiko -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
