masih tentang pendidikan, tapi yang ini untuk tingkat menengah. semakin miris, sekolah negeri yang dibiayai oleh negara tapi justru yang menikmatinya lagi - lagi mereka yang berduit. Sekolah2 swasta pun semakin memainkan gengsinya dengan menaikan harga. Pendidikan sepertinya sudah menjadi sebuah bisnis yang profit oriented.
Kepala Balitbang Kemendiknas Mansyur Ramly : karena semakin tinggi mutu pendidikan semakin besar biaya pendidikannya "Itu wajar dan logis," he...he..wajar dan logis menurut siapa ?? klo blio berasal dari keluarga kurang mampu mungkin tidak akan bicara spt itu. apa iya mutu pendidikan di sebuah sekolah ditentukan oleh besarnya biaya pendidikan, bagaimana dengan SD Laskar Pelangi yang anak2nya mampu mengalahkan sekolah yg dikelola oleh PN Timah ?? wassalam, harman http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/143060/265/114/Biaya-SMAN-Tembus-Rp285-Juta Biaya SMAN Tembus Rp28,5 Juta Minggu, 16 Mei 2010 00:00 WIB MARAKNYA sekolah negeri berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (RSBI) merupakan gejala yang mengkhawatirkan. Sebab, hal itu sama dengan pengastaan di dunia pendidikan, yakni anak orang miskin sulit mengakses sekolah tersebut. "Pemerintah seperti meniru kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada zaman dulu. Ada sekolah untuk pribumi, kulit putih, dan China," kata Koordinator Divisi Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan saat dihubungi 'Media Indonesia', kemarin. Kini, katanya, seakan-akan ada sekolah khusus melayani orang kaya dan ada sekolah bagi keluarga melarat. Padahal seyogianya sekolah menjadi tempat akulturasi bagi orang kaya dan miskin. Konsep RSBI, misalnya, sejatinya menurut Ade adalah upaya dari pemerintah untuk memancing peningkatan mutu sekolah. Itulah sebabnya sekolah berstatus RSBI dan SBI masih mendapat alokasi anggaran dari Kemendiknas dan pemda sebesar rata-rata Rp500 juta per sekolah. Terkait dengan mahalnya biaya pendidikan di RSBI dan SBI, Kemendiknas menilainya sebagai hal yang lumrah, karena semakin tinggi mutu pendidikan semakin besar biaya pendidikannya. "Itu wajar dan logis," kata Kepala Balitbang Kemendiknas Mansyur Ramly. Keberadaan RSBI dan SBI itu sesuai dengan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelas internasional di SMAN 70 Jakarta mematok biaya Rp28,5 juta di awal tahun ajaran pertama. "Di awal tahun siswa harus membayar biaya program internasional sebesar Rp21,5 juta dan uang pembangunan yang rata-rata berjumlah Rp7 juta," kata Koordinator Program Internasional SMA Negeri 70 Achmad Muchtar. Label RSBI ada juga yang jauh panggang dari api. Ny Sumiati, 52, warga Kota Bogor, Jawa Barat, mengaku kecewa menyekolahkan anaknya di salah satu SMA negeri berstatus rintisan bertaraf internasional, karena tidak sesuai dengan harapan. Padahal, ia sudah merogoh kocek Rp7 juta untuk uang masuk, dan dana per bulannya Rp385 ribu.(Tlc/SN/DD/FS/*/X-4) ________________________________ From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, May 18, 2010 2:52:56 AM Subject: Re: [...@ntau-net] Fwd: Fw: [Mus-lim] Peringkat universitas di Indonesia Pak Dasriel dan Sanak RN yang ambo hormati. Dalam kehidupan nyata, nama beken Universitas papan atas selalu jadi impian tukang rekrut. Kumpeni kumpeni gadang malah acok lagsung ke Universitas tsb melakukan rekrutmen. Kesimpulannya nama besar dan urutan teratas bisa jadi tiket prioritas untuk keluar dari sebutan pengangguran. Itu pun tentu dengan persyaratan lain seperti IP 3.5 minimum. Paling tidak itu nan ambo tahu di kumpeni ambo dan sebangsanya. Pernah ambo... <DELETED> -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
