jujur aja nih, saat kehamilah anak pertama, saya sempet cekokin 
dengan musik mozart meski disamping itu juga dengerin ayat2 Al-Qura'an
baik itu dibaca sama saya dan pemilik rahim maupun lewat kaset 
atau CD player.

wasalam,
harman st.idris

sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.html

Musik Mozart Tidak Membuat Pintar   
Selasa, 11 Mei 2010 | 10:33 WIB
Besar Kecil Normal 
   
Mozart. sxc.hu
TEMPO Interaktif, Austria - Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh karena 
anggapan 
mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang lebih pintar. 
Sekarang, sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria yakni 
Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa 
tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi anda 
sering mendengar lagu klasik.

Riset yang diberi judul 
"Mozart effect" ini memang khusus meneliti dampak musik klasik karya 
Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian ini telah 
dipublikasikan di US Journal Intelligence.

Pada 1993, pada 
journal Nature, penelitian dari University of California, Irvine yang 
dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya menemukan 
bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan 
dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa 
siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal 
mengenai spasial (ruang). Pada saat itu surat kabar New York 
Times menulis dengan mendengarkan musik Mozart dapat menjamin anak-anak 
mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli lainnya berkomentar bahwa 
musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong kemampuan intelegensia 
anak-anak.

Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur 
Georgia, Zell Miller pada 1998 yang memastikan setiap ibu yang baru 
melahirkan anak akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun 
yang sama pemerintah Florida uga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk 
melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.

Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua 
pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart 
terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset 
terhadap 3000 partisipator. 

Berdasarkan penelitian terhadap 
ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan 
tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan 
spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

"Silahkan 
anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan mendorong 
kemampuan kognitif anda," kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart Effect 
adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott E. 
Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang 
berjudul "50 Mitos Paling Popular", Lilienfeld menempatkan "Mozart 
Effect" pada peringkat keenam.

Rini K | Sciencedaily



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke