Pedulilah Sobat…
Sobat, mungkin yang aku paparkan dibawah ini sudah bosan di baca ataupun di 
dengar dan dilihat, sebagian dari kita hidup di kota – kota  besar di Negara 
ini, setiap kita pasti pernah melihat orang-orang  yang tak seberuntung kita, 
di pingir jalan raya, di kolong  jembatan, di emperan toko, yah.. mereka adalah 
orang- orang  terlantar karna kemiskinan. Kaum miskin atau gembel  label yang 
terpaksa  melekat pada mereka.
Kekurangan beruntung mereka menjadi pelengkap keramaian kita yang sedang 
bersantap makanan di warung dipinggir jalan, menjadi hiasan  di perhentian 
lampu merah. Mereka hidup tergantung  pada belas kasihan orang- orang  yang 
melihat mereka .
Kalau malam sudah larut, sepi dari  hilir mudik orang- orang ,kendaraan serta 
keramaian lainnya  merekapun beranjak ketempat peraduan mereka ,pinggiran 
jalan, emperan toko, kolong jembatan adalah hunian mereka. Hunian yang menjadi 
pilihan tanpa pilihan.
Apakah mata hati kita  masih terbuka kepada mereka?  Karna begitu banyak mereka 
dan karna hampir tiap hari melihat seakan telah menjadi  hal  yang biasa 
dilihat kasat mata. Saking biasanya terlihat, sampai-sampai mata hati telah 
menganggapnya sebagai kewajaran pula.
Bagaimana dengan keadaan di kampuang halaman kita? Apakah hal- hal  tersebut 
sudah menular ke kampung halaman kita? Apakah pengemis ,pengamen bahkan 
penodong sudah beraksi dikampung kita?  Lambat laun hal itu  pasti akan terjadi 
dan mungkin sudah terjadi….
Lihatlah…berapa banyak pengangguran di sana? Berapa banyak anak2 yang tidak 
bisa melanjutkan sekolah? Berapa banyak  mereka yang sakit tak bisa berobat? 
Berapa banyak dari mereka yang bergizi buruk?  Siapa yg harus disalahkan? 
Apakah Pemerintah, masyarakat dan kaum intelektual ? atau mereka sendiri ?  
entahlah ….
Karna tidak ada biaya , Mereka  dilarang sekolah  karna buat makan saja tidak 
ada, Karna tidak ada biaya berobat ,  sakitpun  mereka  tahan , bahkan  untuk 
ke Puskesmas sekalipun. Yah keadaan  kemiskinan telah menjadi  benang kusut 
yang sulit untuk di luruskan . Bagi mereka, bersekolah hanya sebatas mimpi yang 
tak akan pernah terwujud. Kesehatan mahal bagi mereka dan berobat ketempat yang 
benar cuma angan-angan  bagi mereka
 Selayaknyalah pemerintah dan masyarakat terutama kita bergerak bersama 
menolong saudara-saudara kita yang terjerat dalam jurang kemiskinan. Belajar 
dari pepatah, “Beri kail bukan ikan“. Bila kail telah diberi, ajarkan cara 
memancing, niscaya dapat mencari ikan dengan sendirinya. Anak-anak kita  diberi 
pendidikan yang layak dan keterampilan. Tak ada kata susah bila semua satu padu 
saling bekerja sama ke arah yang lebih baik. Kemiskinan tak akan beranjak dari 
kamus bangsa kita bila tak ada perjuangan untuk melepaskan jeratnya.
 Kita harus PEDULI. Terutama Pedulilah dengan mereka yang susah dikampung kita 
, mereka yang dengan susahnya mengumpulkan receh demi receh, Pedulilah dengan 
mereka yang tak seberuntung kita dapat mengenyam pendidikan, sementara kita , 
ada yang bermalas ria dan masih mengeluh untuk belajar.
Apa yang telah kita buat?  Kita diciptakan untuk berbagi hidup dengan mereka. 
Aku sangat mendukung apabila ada orang2 yang membentuk suatu perkumpulan ( 
Ikatan, Yayasan, Lembaga) yang benar2 berniat membantu mereka yang kurang 
beruntung terutama mereka2 yang ada di kampung halaman kita,   Peduli dan 
berbagilah. Banyak hal yang bisa Kita lakukan. Tak perlu terlalu hebat bila 
tidak sanggup. Hal-hal yang kecil saja, namun berguna. Itu sudah cukup. Mereka 
bukanlah  siapa-siapa. Mereka adalah saudara,anak2 kita. Kita berpijak pada 
tanah yang sama dan minum air yang sama di bumi pertiwi, Indonesia. 
Mulailah sobat, sisihkan sedikit rezkimu, bagikan ilmumu,curahkan ide-idemu,….
Sekiranya tak menganggap ini sebagai angin lalu, yang ada hanya untuk sesaat 
saja dan kemudian melupakan.,!
 
Naufal

Renny,ancol
www.renisy.blogspot.com

 

________________________________
From: Imran Al <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, May 19, 2010 7:13:03 PM
Subject: Bls: [...@ntau-net] SMS MENUNGGU DERMAWAN UTK KESEMBUHAN NAUFAL



Donasi untuk Naufal

1. Hj Emma Yohanna Rp1 jt
2. Yari Internasional School Rp500 ribu
3. Hamba Allah Rp500 ribu
4. Hamba Allah Rp200 ribu

Bantuan dari dermawan ini, akan segera kami berikan. Sebagai pertanggungjawaban 
publik, setelah bantuan ini diberikan, kami akan publikasikan di posmetro 
padang.

Insya Allah, masih ada yang menjanjikan tambahan bantuan yakni dari anak-anak 
Yari Internasional School.

Ditunggu uluran kasih dari dermawan lainnya. Karena, Naufal masih membutuhkan 
biaya untuk biaya operasi mata kanannya yang dihinggapi tumor ganas.

al imran
tingga di padang, 34+  
 
DOMPET PEDULI NAUFAL 
rek Bank MANDIRI cab Lap Imam Bonjol. No rek 1110002232797 a/n Hendra
 Efison (Wapemred Pos Metro)
  CC : Benny ODE (ass redaktur posmetro) HP +6281266608861 & Hendra
 (Wapemred Pos Metro) HP +6281267441666


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image003.jpg>>

Kirim email ke