ASSwRwb, yaa begitu lah nasib awak nan tertimpa kemalangan, jatuh di himpit tangga lagi, ini dana bantuan Gempa 2007, kok sampai sekarang masih ada juga yg belum menerimamnya, bgmn dgn dana gempa 2009? Dulu jumlah korban bertambah dari hitungan semula.
krn itu adanya perseteruan antara DPRD dan Pemko. Rakyat korban terjempit di tengah2 nya. Walikota nya sibuk utk calon Gubernur , bgmn "TALI TIGO SAPILIN" ALA BAPILIN SEN INYO SAMO INYO. yg rakyat badarai tercicil di belakang. Sejak dari dulu saya mengusulkan adanya 'EMPAT TALI SAPILIN' dimana rakyat secara/berdasarkan UU berhak mengajukan petisi utk me recall panitia Pennangulanag Gempa tsb, termasuk DPRD nya, stlh melalui proses debat, pertanguangan jawab,..ini lah namanya, menurut ahli politik "TYRANNY BY MAJORITY"..krn mrk berkuasa bisa berbuat sekehendak nya kapan ada waktu,.. Begitu lah sanak2, siap2 lah utk mengambil estafet kepemimpinan ini, buat peraturan /UU yg berimbangutk kepentingan kita bersama(rakyat)..Apakah ini sdh menjadi kewajiban kita bersama? Ada suatu kata bijak : "diam disini adalah criminal, "silence is crime",..pikir2 dulu, Susno sang Jendreal aja masuk bui" , saya pernah juga baca (?) bhw isteri Sang JendreaL Nas tidak bisa berobat ke America krn sangBapak melaramgnya, pd zaman orba dulu. so, jadi lbh baik diam saja. Silence is golden,..diam adalah emas sanak, Wass. Muzirman Tanjung. ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Padang | Rabu, 19/05/2010 20:58 WIB Dipojokkan, Pokmas Ngadu ke DPRDHusnal Hayati - Padang Today<http://www.padang-today.com/> Tak kunjung cairnya dana gempa 2007 membuat pokmas dipojokkan oleh warga yang menjadi korban gempa. Seperti dialami Pokmas Gunung Sarik, kecamatan Kuranji. “Warga kita yang menjadi korban gempa 2007 menjadi resah karena sampai saat ini dana bantuan gempa 2007 yang menjadi hak mereka belum juga mereka peroleh. Ditambah lagi dengan berkembangnya di media masa bahwa saat ini terjadi persiteruan antara Pemko dengan DPRD mengenai pencairan dan gempa 2007 ini,” terang Pokmas sekaligus fasilitator kelurahan Gunung Sarik Indra Mairizal saat melapor ke Gedung DPRD siang tadi. Indra menyebutkan, dari 18 Pokmas yang ada di kelurahan Gunung Sarik ini, belum satupun mendapatkan dana bantuan gempa. “Sedangakan di kelurahan Sungai Sapih yang masih tetanggan dari kelurahan Gunung Sarik sudah ada yang mendapatkan dana gempa. Inilah yang membuat warga resah, mereka melampiaskannya kepada kami sabagai Pokmas,” terang Indra Anggota Komisi IV DPRD kota Padang. Menanggapi hal tersebut, Maidestal Harimahesa mengatakan kepada Pokmas Gunung sarik bahwa langkah mereka datang ke DPRD sudah tepat. Sampai saat ini masalah pencairan dana bantuan gempa 2007 masih terkatung-katung dan masih perlu pembahasan. Bukan hanya Pokmas yang terpojokkan, DPRD sendiripun juga terpojokkan karena DPRD dituding menghambat pencairan dana batuan gempa karena tidak mengeluarkan rekomendasi. “Untuk itu dalam waktu dekat kami akan membahas lagi mengenai penuntasan masalah ini dan kedatangan Pokmas Gunung sarik ini akan kami jadikan masukkan dan bukti pada saat pembahasan nantinya bersama pemko, “tambah Maisdestal. Selain itu warga juga mengeluhakan masalah ribetnya pengurusan untuk mendapatkan dana bantuan gempa. “Seperti kita dimintai IMB dan RAB serta surat-surat keterangan yang kadang kami tidak mengerti. Sehingga tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk surat ini, pasalnya untuk surat ini memakai materai. Bahkan sampai saat ini masih ada warga kami yang berhutang karena membeli materai untuk pengurusan surat mengenai pencairan dana gempa," tutupnya. [] -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
