Iyo Mak Ngah... Takana nasehat guru saisuak... Kalau ka mamiliah jadi guru juo, aratinyo harus namuah belajar seumur hidup :) Misalnyo bagi urang India, sampai saat ini, profesi dokter, polisi, dan guru masih dipandang sebagai tigo profesi yang paling dihormati di tengah masyarakat. Profesi guru bagi mereka adalah impian, bukan 'pelarian'... :) Mungkin itu pulo sababnyo nasehat 'bapak bangsa' mereka, Rabindra Nath Tagore, benar-benar mereka masyarakatkan, khususnya di instansi-instansi yang terkait dengan dunia pendidikan.
"*A teacher can never truly teach, unless he is still learning himself. A lamp never light another lamp, unless it continues to burn its own frame*. .............", begitulah pesan dari Rabindra Nath Tagore dengan ukuran raksasa yang selalu menyambut sebelum saya memasuki ruangan kerja saya di Delhi dulu, karena memang kalimat itu terpahat permanen di dinding gedung CIE Universitas Delhi. Kalimat itu mau tidak mau mengajak orang-orang yang datang ke CIE dan membaca kalimat itu jadi bertanya kepada diri sendiri... "Sudahkah kita berusaha untuk menjadi guru yang baik...????? " Semoga hati dan pikiran kita selalu dibukakan oleh Allah SWT untuk belajar dan belajar menuju hidup yang lebih baik... Salam, Rita Desfitri Lukman ---------------- Pada 20 Mei 2010 12:20, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis: > .................................. Dalam Malam Perpisahan dan Tammat Belajar (Wisuda kecek Rang Kini) untuk > kami para Calon Guru-guru asuhan beliau awal Juli tahun 1955 baliau > tambahkan: > > "Jangan putus asa!" > > Kata "tammat" sangajo ambo tulih duo huruf "m"nyo karano baitu nan baliau > pakai dan ajarkan menurut ejaan wakatu itu. > > Masih seqar dalam kenangan banak ambo caro baliau mengetengahkan pidato > beliau, wajah dan nafas beliau, memberikan kalimat-kalimat emas di Malam > itu. Kata-kata emas beliau nan kalua di Malam Perpisahan itu, siang ambo > patungkek, malam dilatak di kalang hulu. Kalimat akhir pidato beliau di > malam itu: > > "Sebetulnya," kata beliau, "Seorang Guru itu tidaklah pernah Tammat > Pelajarannya!" > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > Dengan Doa dan Kenanganku untuk Guru Kami Yang Tercinta, > Pak Djaka Datuk Sati. > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
