Sumbar | Jumat, 21/05/2010 13:10 WIB

Heri Sugiarto - Padang Today <http://www.padang-today.com> 

 <http://www.padang-today.com/foto/berita/MPKAS%20jo%20DPD%20Sumatera.jpg>
klik untuk melihat foto
Pengurus MPKAS bersama anggota
DPD asal Sumatera. (foto: dok
MPKAS)

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan menyurati Menteri Perhubungan untuk
meminta penjelasan terkait rencana integrasi kereta api (Trans Sumatera
Railways) dan Pelabuhan di Sumatera. 

Dengan adanya Trans Sumatera Railways, maka semua jaringan kereta api dari
Aceh hingga Lampung akan terkoneksi ke sentra ekonomi dan pelabuhan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan DPD asal Sumatera yang tergabung dalam
"DPD Kaukus Sumatera" dengan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar, Rabu sore
(19/5/2010) di gedung MPR/DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Rapat dihadiri MPKAS dan 6 dari 10 anggota DPD/MPR RI asal Sumatera seperti
Riza Falepi (Sumbar), Parlindungan Purba (Sumut), dan 4 anggota DPD dari
Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. 

Rapat ini juga sekaligus merupakan rapat awal dalam persiapan kunjungan
kerja anggota DPD se-Sumatera ke 10 Provinsi di Sumatera yang dijadwalkan
pada Agustus mendatang.

Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus menyebutkan, pertemuan tersebut merupakan
tindaklanjut dari pertemuan MPKAS sebelumnya dengan Ketua DPD RI Irman
Gusman, Parlindungan Purba (DPD Sumut) dan Aziz (Sumsel) di Surabaya. 

"Pak Irman ketika itu tertarik dengan paparan MPKAS tentang perkembangan
kereta api di Sumbar dan konsep Trans Sumatera Railways. Lalu, dibahas lebih
lanjut dalam pertemuan dengan DPD Kaukus Sumatera," kata Yulnofrins.

Putra Solok Selatan itu lebih lanjut menambahkan, pada pertemuan itu MPKAS
juga diminta ikut terlibat bersama DPD dalam diskusi-diskusi isu
perkeretaapian di Sumatera.

Terkait rencana kunjungan serentak semua anggota DPD se-Sumatera ke semua
provinsi yg akan berakhir di Sumbar sekitar awal Agustus, MPKAS menyarankan
agar penutupan dengan Menhub dan Mendagri dilakukan dengan acara menaiki
keretapi wisata melalui Danau Singkarak. 

"Jika waktu memungkinkan hingga Sawahlunto sehingga mereka sekalian bisa
mencoba Mak Itam. Walaupun hal ini belum dibicarakan dengan KAI, tapi kita
harap PT KAI mendukung saran ini," ujarnya.

DPD dalam pertemuan itu juga berharap agar adanya komunitas-komunitas
seperti MPKAS di provinsi-provinsi lain di Indonesia, agar terjadi sinergi
dengan berbagai pihak untuk bersama mendukung terwujudkan Trans Sumatera
Railways.

Program jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway merupakan salah satu
program kerja yang akan diusung anggota DPD/MPR RI se-Sumatera dalam lima
tahun ke depan.

Program tersebut, kata Yulnofrins, sangat sejalan dengan program MPKAS.
"Karena kita sendiri (MPKAS) sebetulnya sejak tahun 2006 telah mengusulkan
dan mendorong realisasi dari program itu ke Pemprov dan DPRD Sumbar serta PT
KAI," jelasnya.

Diceritakan Yulnofrins, jaringan Kereta Api-Trans Sumatera Railway sangat
diperlukan untuk mempercepat kemajuan pulau Sumatera yang selama ini,
relatif lambat bila dibandingkan dengan Pulau Jawa. 

Salah satu penyebabnya, karena tidak terkoneksinya dengan baik
antarprovinsi-provinsi di Sumatera sehingga tidak terjadinya sinergi seperti
yang terjadi antarprovinsi di pulau Jawa.

Padahal Sumatera juga memiliki potensi sangat besar untuk maju seperti Pulau
Jawa, karena sumber daya alamnya sangat melimpah. Sumatera punya segalanya,
mulai dari gas, minyak bumi, batubara, timah, karet, sawit, hingga
pariwisata. 

Di pulau Jawa dari Barat ke Timur (Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jabar,
Jateng dan Jatim), kata Yulnofrins, telah terkoneksi dengan baik jaringan
kereta api sehingga terbentuklah sinergi jauh lebih baik dalam segala
bidang, khususnya bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat.
"Seperti bidang perindustrian, perdagangan, jasa, transportasi, lapangan
pekerjaan, suplai energi dan lainnya," urainya.

Untuk itu, MPKAS mengajukan perlu adanya jaringan kereta api dari Aceh
sampai Lampung yang akan menghubungkan antarprovinsi di Sumatera, ke
sentra-sentra ekonomi perdagangan, industri, pertambangan dan perminyakan
serta pelabuhan dan pariwisata. 

"Dengan begitu, kami yakin akan terbentuk sinergi yang kuat antarprovinsi di
Sumatera, dan pulau Sumatera akan cepat maju," tukas Yulnofrins yang bersama
MPKAS menggagas lahirnya KA Wisata di Sumbar.(*)

http://www.padang-today.com/?today=news&id=16575

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image003.jpg>>

Kirim email ke