Makasih Al atas artikel yg menarik ini. Nagari urang maju taruih, semoga nagari 
kito maju pulo...

Tp ngomong2, baa manaruik kawan2 Media kesiapan Sumbar dlm menyambut Tour de 
Singkarak 2010..? Apakah kerasa "spirit" atau "kegembiraan" dlm menyambut event 
Internasional yg sudah "disediakan" oleh Kembudpar ini buat promosi Prwsta 
Sumbar...?

Disisi lain, ambo cek jg ke bbrp kawan2 di Padang, katanya gak kedengaran 
satupun Cagub yg mengusung program khusus utk memajukan Prwsta. Sebetulnya 
apakah kita memang menyadari potensi kita sendiri atau ada alasan2 lain jika 
mengusung isu Prwsta utk kampanye...? Tks

Salam,
Nofrins

Sent from my BlackBerry® Ikuti Lomba Foto Int'l 
http://photowinners.org/tour-de-singkarak-2010

-----Original Message-----
From: Syafruddin Ujang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 21 May 2010 07:27:09 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: [Wisata Minang] Tour de Singkarak dan Bintran Triathlon 2010







Tour de Singkarak dan 

Bintan Triathlon 2010

 

Oleh Syafruddin AL/Wartawan Singgalang


 

Sejak kemarin petang, saya berada di Pulau Bintan, tepatnya Lagoi,
Provinsi Kepulauan Riau untuk menyaksikan Bintan Triathlon 2010 yang akan
berlangsung hari ini hingga Minggu besok di sepanjang kawasan wisata
internasional ini.

 

Sebagai budak
Minang, saya yang tadinya sangat membanggakan kampung halaman saya untuk tujuan
wisata, akhirnya harus mengagumi indah dan menawannya alam Lagoi di Bintan itu,
yang di seberangnya ketika malam tiba, kita bisa menyaksikan kerlap-kerlip
lampu kota Singapura. Lagoi nampaknya bakal menjadi “syurga” baru pariwisata 
Indonesia bagi
turis asing. Menurut saya, keindahannya jauh meninggalkan Bali
sekalipun.

 

Sumatra Barat baru tahun kedua menggelar ivent bertaraf
internasional, yaitu Tour de Singkarak yang tahun ini akan digelar 1 hingga 6
Juni mendatang. Tetapi, Lagoi, sudah tahun kelima mengadakan Bintan Triathlon
(lomba renang, marathon dan bersepeda) bagi turis asing bersama keluarganya.
Dan satu ivent lagi–yang satu ini bisa jadi akan menggusur hebohnya Tour de
Singkarak—adalah Tour de Bintan. Tahun ini juga akan memasuki tahun kedua.

 

Untuk Triathlon saja, jumlah turis yang disedot (rata-rata
keluarga atlet renang, sepeda dan marathon) mencapai 1500 orang yang datang
dari berbagai belahan dunia. Bersama anggota keluarga yang lain, jumlah yang
hadir di Bintan sejak Jumat hingga Senin lusa mencapai 4.000 orang. Untuk Tour
de Bintan, jumlah peserta tahun lalu 300 pembalap dunia, tahun ini yang digelar
Oktober nanti, ditargetkan 400 peserta perorangan di luar pelatih dan teknisi.

 

Coba bandingkan dengan Tour de Singkarak yang jumlah
pesertanya tahun kedua ini hanya 25 tim. Bila satu tim membawa 7 orang asing,
maka yang akan menjelajah Sumbar selama berapa hari baru sekitar 175 orang.

 

Baik Bintan Triathlon maupun Tour de Bintan, programnya
memang sport and turisme. Berolahraga sambil berwisata. Mereka dating dengan
biaya sendiri, menginap bayar sendiri, untuk jadi peserta pun mereka bayar
sendiri. Kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Drs. RM Akib Rachim, MM, hadiah
bukan tujuan utama bagi mereka. Mereka ke Bintan benar-benar demi hobby dan
berwisata. Menariknya lagi, pelaksana kedua ivent besar itu pun hanya kalangan
swasta saja yang memiliki resort di Lagoi itu.

 

Tour de Singkarak yang digagas oleh Ditjen Pemasaran
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, tujuan akhirnya juga seperti
Triathlonnya Bintan dan Tour de Bintan itu. Ibarat pepatah, meski kawat yang
dibentuk tapi ikan di laut yang hendak di hadang. Meski lomba balap sepeda yang
diadakan dengan biaya yang masih cukup mahal, namun promosi Ranah Minang yang
kita tuju.

 

Karena itu, kalau kita memang ingin menjadikan sektor
pariwisata sebagai sumber pandapatan utama di masa mendatang, maka Pemda
bersama masyarakat Sumatra Barat, harus benar-benar serius dengan Tour de
Singkarak ini sebagai satu-satunya ivent besar yang mampu memperkenalkan Ranah
Minang ke berbagai belahan dunia.

 

Yang saya maksudkan, bukan cuma bagaimana menyukseskan ivent
selama empat hari tersebut. Tetapi bagaimana momentum ini mampu menumbuhkan
sadar wisata dalam diri masyarakat Minang, sehingga ranah yang indah tetapi
sering digoyang gempa ini benar-benar menjadi destinasi pariwisata andalan di
masa depan. *

 

 




-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke