Khutbah Jum'at di Al-Fath PMC Oleh K Suheimi Hari ini Jum'at 21 Mai saya diminta memberi khutbah di Masjid Al-Fath PMC. Saya awali dg surat Al Baqarah ayat 1 dan 2
Alif Laam miimm Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, Kita perlu petunjuk utk sampai ketujuan. Tujuan kita adalah pulang kampung ke Surga. Lalu saya nukilkan tulisan Komaruddin Hidayat dan saya gabung dg ilmu yang saya milik. Ketika Rumi, sang sufi, meniup seruling, hatinya merasa sedih dan pilu karena yang terdengar dari seruling itu adalah tangis kerinduan untuk kembali bergabung dengan rumpun bambu tempat dia berasal. Begitulah Rumi mengingatkan, bisikan rohani terdalam kita selalu merindukan kampung asal bersama teman-teman di surga firdaus, Entah sudah berapa juta tahun anak-cucu Adam tinggal di bumi dan berapa nabi dan agama terlahir menyampaikan panggilan dan petunjuk untuk menapaki jalan lurus menuju Tuhan. Andaikan Anda tanyakan kepada air minum yang terhidang di atas meja, ke mana gerangan dia hendak bepergian, jawabnya dia sedang bergulat dengan nasib meneruskan perjalanan menuju samudra luas berkumpul dengan yang lain. Air dalam gelas diminum membasahi bibir yang kering membersihkan gigi, bila dikumur-kumur akan melenyapkan sisa-sisa makanan yang kalau dibiarkan akan membusuk serta melobangi gigi. Air sesampainya di tenggorkkan air membasahi dan membantu pembuatan enzym yang sangat berguna. Dilambung air ditunggu membentuk asam lambung. Ketika diserap masuk darah, digunakan dalam plasma yang sangat penting. Dibawa ke hati air membantu detoxicasin menawar racun. Dialirkan ke jantung dan dipompakan ke seluruh tubuh. Semua organ dan darah di cuci, sisa cucian di buang oleh ginjal. Hasil pembuangan inipun menglir ke selokan merembes ke tanah jadi pupuk dan sumber makanan dan pupuk bagi tumbuh-tumbuhan. Disetiap tempat air itu singgah dalam perjalanan pulang kampung, dia bermanfaat di lingkungannya sampai ke lautan samudra. Tibanya diharapkan datangnya dinantikan dia jadi sangat berguna. Manusiapun demikian dimanapun dia berada seharusnya jadi bermanfaat utk sekitar. Yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamamu. Begitupun setetes embun yang menempel di daun pada pagi hari, atau air yang tergenang di kolam, mereka senantiasa damba menemukan lorong sungai yang mengantarkan pulang ke samudra. Air hujan yang tumpah ke bumi membawa berita untuk sesamanya yang sudah lama tinggal di perut bumi, di kolam dan danau, bahwa samudra, bak sang ibu, senantiasa menunggu dan merindukan kepulangan mereka untuk berkumpul kembali. Maka muncul ribuan sungai berpawai sambil meneriakkan tangis rindu serta kegembiraan untuk kembali menyatu dengan samudra luas, jernih, dan indah tempat asal mereka. Di antara sungai-sungai itu mungkin ada yang kesal dan marah karena seribu macam kotoran dan penyakit ditimpakan kepadanya oleh manusia sehingga jalannya lamban dan menjadi cemohan orang. Namun, banyak juga yang tertawa karena airnya yang jernih dengan ikannya yang cantik-cantik hidup berseliweran, sementara sawah yang dilewati menyampaikan terima kasih karena menjadi subur. Namun, bagaimanapun kondisi sungai itu, semua airnya memiliki target akhir yang sama, kembali ke samudra, meski mungkin di antara serombongan air itu ada yang berputar-putar dan entah berapa ratus tahun baru sampai ke tujuan akhir. Meski jumlah sungai mencapai ribuan, namun saat didekati, tiap sungai itu unik, masing-masing memiliki nama, kedalaman, panjang, dan wilayah sendiri. Jenis ikan dan sampahnya pun berbeda-beda. Namun, jika Anda menaiki pesawat terbang lalu berputar-putar melihat dari atas, akan terlihat semua sungai itu memiliki kesamaan, berjuang menuju samudra. Maka ibarat sungai-sungai yang menghimpun kerinduan rohani manusia untuk mendekat dan bergabung dengan Tuhan? Bukankah Tuhan bagai samudra kasih yang senantiasa menampung dan merindukan semua roh manusia untuk bergabung kembali dengan-Nya? Dari mana pun arahnya, apa pun yang terbawa olehnya, samudra tak pernah menolak kehadiran sungai. Berbagai virus yang dibawa bahkan dinetralisir, tetapi sebagian kotoran akan diempaskan kembali ke daratan. Ada riak dan arus kerinduan tiap anak cucu Adam yang bergabung di dalamnya untuk kembali kepada Tuhan. Dan tiap jiwa pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. "Innalillahi wa innailaihi rajiun" Dalam kalimat ini tersimpul dua pengertian "Allah adalah asal, sekaligus Allah adalah tujuan DariNya kita datang dan kepadaNya kelak kita kan kembali dan untuknya semua yang dikerjakan ini Pekanbaru 21 Mai 2010 Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
