Da Riri, da Andiko dn sanak Palanta.
Setelah dicari2 pulo sumber tulisan lain perihal nan dibicarakan ko, yaitu apo2 sajo hasil nan lah dipetik dari perda2 nan bertentangan ko, tapi alun ado nan basuo seperti halnyo nan ditulis pusaka tersebut, antah lah, apa tidak ada sponsor, atau pemda ndak lagi berminat untuk mensosialisasi itu setelah gol di perdakan. Namun baitu, semoga pula nanti tesis sanak Yasrul Huda, dosen Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang nan sadang balajar di Leiden ten nanti bisa pulo kito baco untuak panambah2 pengetahuan kito. Basuo infonyo di <http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/radioshow/hukum-syariah-di-sumatera-bara t> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/radioshow/hukum-syariah-di-sumatera-barat jadi dapek kito danga pulo di Radio Nederland tu diskusi jo seorang pak Ustad dari padang membahas apo nan dibicarakan, tantu juo tak luput masalah adat kita yang ABS SBK. =========================== <http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/radio-program-list/4485> Intra - Hukum Syariah di Sumatera Barat Sejak Januari 2008 Yasrul Huda, dosen Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, melakukan studi di Universitas Leiden untuk menyusun disertasi dengan tema Syariah di Sumatera Barat. Fokus disertasi adalah tentang munculnya hukum syariah dalam berbagai bentuk peraturan daerah pasca reformasi, terutama sejak tahun 2000. Yasrul Huda melakukan penelitian pertama di Sumatera Barat pada September 2008 sampai Mei 2009. Di Sumatera Barat, peraturan syariah - meski sampai sekarang masih diperdebatkan apa arti istilah 'syariah' sebenarnya - diterapkan mulai dari tingkat propinsi, kabupaten/kota sampai pada nagari, struktur pemerintah daerah. Ada empat jenis peraturan daerah yang memuat syariah: zakat, aturan pakaian, pemberantasan maksiat dan kewajiban membaca al-Qur'an. Keempat hal ini menjadi fokus penelitian Yasrul Huda di Leiden. Ikuti rangkuman dialog interkatif Yasrul Huda dengan ustad Khaidir Jumin dosen agama di Akademi Pariwisata Bunda di Padang, yang juga penyiar di Radio Padang FM, mitra ranesi di padang Sumatera Barat. Dialog interaktif ini dipandu oleh Juliani Wahyana dan Feba Sukmana di studio 2 Radio Nederland di Hilversum. Salam Nofend From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Riri Chaidir Sent: Saturday, May 22, 2010 4:42 PM To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Membaca Partisipasi Publik dalam Mendorong Lahirnya Produk Undang -Undang Berdimensi Agama di Sumatra Barat Andiko, Tarimokasih. Pikiran ambo ndak sajauah itu. Ambo cuma maliek bahwa kajian itu bisa menjelasakan seberapa jauh efektifitas Perda2 itu. Dan itu terjawab. Bahkan, lebih jauh lagi, artikel itu menjelaskan, kenapa Perda2 itu tidak efektif, Kajian itu melihat jauh ke belakang ke proses penyusunan dan sosialisasinya. Riri Bekasi, l, 47 2010/5/22 andi ko <[email protected]> Pak Riri Maksud ambo bukan untuak menunjukkan bahwa organisasi iko pernah bermasalah atau tidak, dan bukan pada posisi dukung mendukung, salah atau menyalahkan (lubuak ambo indak dalam soal iko). Tetapi hanyo menambah sedikit referensi tentang aktor dan bagaimana aktor dalam isu iko berinteraksi mentransaksikan keyakinan dan pandangan-pandangannyo. Soal peniliaian, terpulang kapado kito masing-masing. Salam Andiko -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
