Pemerintahan minangkabau di zaman pagaruyung bukanlah berupa pemerintahan 
geografis (teritorial) tapi adalah pemerintahan adat, dimana ada orang memakai 
adat matrileneal minangkabau disitulah wilayah kerajaan minangkabau, zaman 
dahulu meliputi wilayah sumatera tengah (sumbar, riau, jambi). Malahan adat 
minangkabau juga sampai ke seremban (negeri sembilan) di malaysia, di-malaysia 
itu adat masih sangat kuat dan masih ada raja adat keturunan pagaruyung yang 
berkuasa. Dan dasar dari pemerintahan adat itu adalah mulai dari :

SUKU ----> mamak ----> penghulu -----> nagari -----> distrik -----> Luhak 
-----> Raja

Jadi kalau kita orang minangkabau ini mulai "engak" dengan pe-suku-an kita 
sendiri tanda adat mulai engak pula, bila pe-suku-an "tidak acuh" berarti tidak 
acuh pula dengan adat, bila pe-suku-an "tidak ada" berarti adat juga sudah 
tidak ada.

Dasar adat minangkabau adalah SUKU, dizaman pagaruyung (raja raja minangkabau), 
suku berperan dalam politik dan ekonomi, dalam ekonomi di harta pusaka tinggi 
dan politik dengan peran ninik mamak. Sekarang ini di zaman republik peran 
politik ninik mamak sudah banyak dikurangi, jangan sampai peran ekonomi SUKU 
pada harta pusaka tinggi hilang pula, karena harta suku habis terjual. Bila 
kedua peran ini hilang maka hilang pulalah adat minangkabau.

Jadi kunci adat minangkabau adalah di - suku, bila peran suku kuat , maka kuat 
pula adat, bila peran suku lemah maka lemah pula adat .

Suku adalah kekerabatan matrilienal. Jadi perkuatlah rasa kekerabatan 
matrileneal ini bila ingin adat minangkabau kuat. Dizaman Belanda adat malah 
diterapkan lebih keras. Seorang laki laki mencari harta untuk kemanakan. Dan 
harta untuk anak dicarikan oleh mamak dari anak yang bersangkutan. Contohnya : 
bung hatta, sekolahnya kenegeri belanda dibiayai oleh mamaknya, padahal 
bapaknya seorang ulama besar.

Kenapa matrileneal ?, ini disebabkan oleh keinginan adat minangkabau untuk 
melindungi perempuan, jadi kuncinya di perempuan, bila perempuan minangkabau 
mulai tidak suka dengan kekerabatan matrileneal dengan segala perilakunya. Maka 
tandanya adat mulai runtuh.

Bila satu keluarga tidak suka dengan kekerabatan matrileneal maka adat 
minangkabau runtuh di keluarga tersebut.

Emansipasi wanita tidak ada hubungannya dengan kita orang minangkabau, 
emansipasi atau gerakan gerakan perempuan lainnya adalah produk dari sistem 
kekerabatan patrileneal.

Kita orang minangkabau sudah ber-emansipasi semenjak gunung merapi sebesar 
telur itik (jaman dahulu kala)

Kenapa perempuan harus dilindungi ? - (misalnya oleh sistem matrileneal ini). 
Ini disebabkan oleh mudahnya hak hak perempuan diinjak, secara lahir perempuan 
lemah, maka perlu dibentuk suatu sistem untuk melindungi hak tersebut. Kita 
bisa lihat tingkat kriminal yang dilakukan oleh perempuan (pelacuran) di 
minangkabau ini rendah atau hampir tidak ada. Ini disebabkan oleh hak hak 
mereka terlindungi. Dan kita juga dengan mudah menerima islam, karena islam 
juga melindungi hak hak perempuan.

Bila hak perempuan mulai diinjak, maka mulai pula tumbuh berbagai penyakit 
masyarakat yang susah diobati.

Zaman demokrasi iko rasonya rancak bana untuak pertumbuhan budaya kito. Karano 
bupati dipiliah rakyat dan gubernur pun dipiliah rakyat, indak saroman jo jaman 
orde baru, sabana sansai adat minangkabau.

Mengenai urang rantau nan indak tingga di minangkabau. Per-erat-lah rasa 
persaudaraan dengan sesama keluarga sepe-suku-an, kalau awak basilengah jo 
sanak saudaro, bararti awak sudah tidak paralu tagak di adat minangkabau, 
tagaklah surang di rantau nantun, mancari pitih untuk awak surang pulo, adat 
habis jo sarato anyo pulo.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke