Alquran adalah Kitab Suci yang terbuka untuk diterima atau ditolak dengan risikonya masing-masing. Sudah hampir 15 abad Alquran dikritik, dihina, dan didustakan oleh mereka yang tidak setuju. Kitab Suci ini tetap bertahan dalam keagungan dan kedahsyatan pesannya. Pertanyaan yang segera muncul adalah, jika pesannya agung dan dahsyat, mengapa umat yang mengaku percaya kepadanya tidak agung dan dahsyat? Mengapa sebagian mereka menjadi manusia kerdil dengan wawasan yang tidak melampaui tuturan atap rumahnya, atau untuk meminjam Iqbal, mereka penaka burung alit yang hanya pandai menari dari kembang ke kembang?
Buya Syafii Maarif, "Mutlak dalam Kenisbian" Republika, Jumat, 29 Desember 2006 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=277068&kat_id=16 Wassalam, HDB-SBK (67-) Asal Padangpanjang, tinggal di Depok, Jawa Barat -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
