--- On Fri, 5/28/10, Mochtar Naim <[email protected]> wrote:


From: Mochtar Naim <[email protected]>
Subject: Re: MOCHTAR NAIM: SIAPKAN KONSEP EKONOMI KERAKYATAN DLM MENANGKIS 
PENGUASAAN JALUR KUNING Bls: Undangan Kongres Budaya Minangkabau 2010 ---> 
Thema-thema Utama Kongres.
To: [email protected], "asmun sjueib" <[email protected]>, 
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
Cc: "mohcholilbaridjambek" <[email protected]>, "zulhasril nasir" 
<[email protected]>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, 
"Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Amri AZIZ" 
<[email protected]>
Date: Friday, May 28, 2010, 5:21 AM







Pak Saf, Pak Asmun, dkk,
 
Program ekonomi kerakyatan yang berbentuk koperasi syariah tidak harus menunggu 
lima tahun lagi baru akan dibicarakan dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau 
berikutnya (2015). Saya sependapat dengan Pak Asmun, program ekon kerakyatan 
harus dikonsepkan dan ditangani segera tanpa menunggu apa2.  Sudahlah darat 
habis tandas diserahkan kepada kekuatan ekonomi jalur kuning, sekarang tiba 
lagi gilirannya potensi laut yang juga dikuasai oleh jalur kuning dan akan 
diserahkan pula kepada mereka selanjutnya jika tidak ada penangkalan dari 
sekarang untuk menuju kepada ekonomi kerakyatan di bidang kelautan. 

Jika kita tidak hanya sekadar ngomong berhura-hura dengan KKM ini, maka sudah 
harus ada konsep yang disiapkan bagaimana bentuk ekonomi kerakyatan berbadan 
hukum dan berbentuk koperasi syariah itu dijelmakan dan diterapkan dalam 
masyarakat Minangkabau, di darat dan di laut. Saya melihat ekonomi kerakyatan 
berbadan hukum dan berbentuk koperasi syariah itu basisnya harus di Nagari. Dan 
Nagari itulah yang diberdayakan untuk menjadi korporasi berbadan hukum dan 
berbentuk koperasi syariah itu.
 
Mari kita mengajak para pakar ekonomi kita, baik di lingkungan perguruan tinggi 
maupun di luarnya untuk segera menyiapkan konsep ekonomi kerakyatan dimaksud. 
Yang penting adalah, baik lembaga eksekutif pemerintahan di tingkat provinsi, 
Kabupaten/Kota sampai ke Kecamatan dan Nagari, maupun lembaga legislatif 
masing2 perlu dilibatkan secara aktif. Contoh Kabupaten Agam yang berhasil 
menggerakkan badan BMT di seluruh Nagari di Kabupaten Agam dan menjadikan BMT 
menjadi bahagian yang integral dan terkait langsung dengan kegiatan ekonomi 
kerakyatan dan sekaligus lembaga pemerintahan, adalah bukti nyata bahwa 
pemerintah bisa langsung terlibat dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan itu 
tanpa menunggu aba2 dari atas. Bukankah melalui otonomi yang diberikan kepada 
Kab/Kota tiada apa2 yang harus ditunggu kecuali adalah inisiatif dan kerjasama 
dari berbagai pihak.
 
Majelis Adat dan Syarak -- atau apapun istilah lainnya yang disepakati di 
Kongres nanti -- dapat menjadi inisiator untuk mengajak  semua unsur dan 
potensi masyarakat di Nagari untuk menjelmakan konsep ekonomi kerakyatan 
dimaksud. 
 
Mochtar Naim 28/05/10
 
 
--- On Fri, 5/28/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:


From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: Re: Bls: Undangan Kongres Budaya Minangkabau 2010 ---> Thema-thema 
Utama Kongres.
To: [email protected], "asmun sjueib" <[email protected]>
Cc: "mohcholilbaridjambek" <[email protected]>, "zulhasril nasir" 
<[email protected]>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, 
"Mochtar Naim" <[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" 
<[email protected]>, "Amri AZIZ" <[email protected]>
Date: Friday, May 28, 2010, 3:24 AM







Waalaikumsalam w.w pak Asmun,


Saya telah membaca saran masukan Bp, dan faham akan isinya. Saya kira semua 
warga Minangkabau akan sepakat bahwa masalah ekonomi dan kesejahteraan 
masyarakat -- yang amat amburadul ini -- harus menjadi perhatian utama kita 
semua. Itulah sebabnya mengapa dalam Draft 16 Kesepakatan Bersama Kongres 
dicantumkan apa tolok ukur terwujudnya ABS SBK, yaitu terwujudnya kesejahteraan 
masyarakat seperti yang diajarkan baik oleh adat maupun oleh agama Islam. 
Sekaligus diupayakan untuk meletakkan dasar-dasar tentang lembaga-lembaga dan 
program yang perlu ada untuk mewujudkan tujuan itu.



Masalah yang menjadi perhatian kita dalam melaksanakan kebijakan tersebut di 
atas adalah kenyataan riil, bahwa kita warga suku bangsa Minangkabau selain 
bukan saja belum cukup jernih pemahaman kita tentang ABS SBK itu sendiri,  juga 
tidak atau belum mempunyai suatu lembaga kebersamaan yang mampu merancang 
pelaksanaan tujuan yang ingin diwujudkannya. Dalam hubungan ini tidaklah akan 
berkelebihan jika saya katakan, bahwa bahkan komunikasi sosial antara sesama 
warga Minangkabau sendiri sungguh amat buruk, sehingga wacana yang berkembang 
selama ini hampir selalu tentang sengketa soal harta pusaka, atau saling curiga 
antara sesama orang Minangkabau. Saya mengamati hal ini sejak tahun 1966, dan 
kelihatannya belum banyak perubahan sampai saat ini.


Dengan kata lain, konsep-konsep yang demikian bagus mengenai pembangunan -- 
termasuk pembangunan dalam bidang ekonomi yang harus kita prioritaskan -- 
hampir mustahil untuk kita wujudkan dalam waktu dekat, baik oleh karena tidak 
ada atau sangat kurangnya trust yang menurut Francis Fukuyama merupakan modal 
sosial yang amat penting; maupun oleh karena tidak adanya lembaga kebersamaan 
yang akan merupakan wahana institusional yang diperlukan untuk mengefektifkan 
modal sosial itu.


Dua hal yang bersifat mendasar inilah yang ingin ditangani terlebih dahulu 
dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, dengan thema pokok ABS SBK sebagai 
jati diri Minangkabau, yang kali ini dirinci dalam aspek 1) ajaran, 2) 
kelembagaan, 3) etika, dan 4) kebijakan, seperti yang dapat pak Asmun baca 
dalam Kerangka Acuan dan Draft `16 Kesepakatan Bersama. Sekedar catatan, saya 
sedang menyiapkan Draft 17, menunggu masukan dari tim IAIN Imam Bonjol Padang. 


Pengalaman selama lima bulan sosialisasi Kongres ini, baik di Sumatera Barat 
maupun di Jakarta dan Pekanbaru memang menunjukkan bahwa tidaklah mungkin ABS 
SBK yang secara umum sudah kita setujui itu untuk dilaksanakan secara langsung 
dalam kenyataan, oleh karena ada perbedaan faham dan tafsir tentang apa 
kandungan maknanya, apa lembaga-lembaganya dan bagaimana melaksanakannya. 


Syukur Alhamdulillah, setelah 12 kali turun ke lapangan, serta setelah 
mensosialisasikan substansi yang akan dibahas Kongres melalui Rantau Net serta 
Face Book, sudah mulai diperoleh semacam konsensus awal tentang apa yang 
dimaksud dengan ABS SBK itu dan bagaimana melaksanakannya.


Apakah kita sudah bisa masuk membahas program secara langsung, mendalam, dan 
terinci dalam Kongres bulan Agustus besok, misalnya khusus dalam bidang ekonomi 
? 


Saya rasa belum. Sebabnya ialah oleh karena waktu yang sangat sempit untuk 
membahas hal itu, yaitu hanya dua hari, tanggal 7-8 Agustus. Lagi pula, wawasan 
pembangunan ekonomi yang pak Asmun kembangkan belum kita sosialisasikan kepada 
peserta Kongres.


Lantas bagaimana ? Menurut pendapat saya, sejak saat ini kita perlu menyiapkan 
rangkaian kongres-kongres kebudayaan Minangkabau mendatang, mungkin setiap lima 
tahun [seperti dahulu kita mengadakan sidang umum MPR], dengan thema-thema yang 
lebih khusus. Untuk kongres 2015 -- misalnya -- bisa kita siapkan kongres 
kebudayaan Minangkabau dengan thema utama bidang ekonomi, baik berdasar wawasan 
yang dikembangkan Yayasan Imam Bonjol/Koperasi MININC, atau gagasan badan usaha 
milik nagari dari pak Bachtiar Abna, ataupun pendalaman lembaga Baitul Mal wa 
Tamwil yang terbukti sukses di kabupaten Agam. Dengan perencanaan secara 
strategis ini insya Allah kita akan dapat menangani masalah-masalah 
keminangkabauan secara lebih mendasar,lebih melembaga, dan lebih 
berkesinambungan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.


Dalam hubungan ini saya setuju jika bahan-bahan yang telah disiapkan Yayasan 
Imam Bonjol/Keperasi MININC dapat dibagikan kepada para  peserta Kongres, yang 
direncanakan akan berjumlah 1.500 orang. Sekedar catatan, oleh karena panitya 
sedang sibuk menggalang dana -- yang masih amat minim pada saat ini -- akan 
sangat membantu kalau pak Asmun dapat memperbanyaknya sendiri.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) 
--- On Fri, 5/28/10, asmun sjueib <[email protected]> wrote:


From: asmun sjueib <[email protected]>
Subject: Bls: Undangan Kongres Budaya Minangkabau 2010
To: [email protected], [email protected]
Cc: "mohcholilbaridjambek" <[email protected]>, "zulhasril nasir" 
<[email protected]>
Date: Friday, May 28, 2010, 4:25 PM






Aww.
aaa) Menilik dan mengacu kepada Tentative Program KBM 2010 sebagaimana tersebut 
dalam siaran pers serta masukan yang kami peroleh dari Panitia, kiranya tidak 
berkelebihan PRESENTASI UTAMA dapat diisi dengan Topik "Ketahanan ekonomi untuk 
masa depan kesatuan bangsa-Membangun ketahanan ekonomi rakyat sebagai jaring 
pengaman" yang dapat terdiri dari Pemikiran MN tentang badan hukum Nagari yang 
menurut pendapat kami adalah suatu pokok pemikiran yang sangat diperlukan dalam 
menghadapi pengaruh buruk/negatif hantu Globalisasi baik langsung tidak 
langsung kepada IPOLEKSOSBUDKAMTIB rakyat Minangkabau dimasa depan.
bbb) Walaupun sudah beberapa kali menjadi usulan rakyat Minangkabau di 
perantauan (Yayasan Imam Bonjol/LPM Imam Bonjol/Kop Mininc.) kepada terutama 
sang pejabat Provinsi masalah ketahanan ekonomi rakyat di Kanagarian nampaknya 
belum mendapatkan perhatian yang diharapkan sebagaimana mustinya.
ccc) Dari beberapa kali diskusi bersama MN, SB, ZN dan kawan2 lainnya bersama 
MCB dan ASM dapat disimpulkan bahwa "visi" ditingkat Pemda dan mungkin juga 
dengan Duns di Swasta Nasional sekalipun belum dapat melihat "urgensi" 
strategis Ekonomi Rakyat di Sumatera Barat (Minangkabau), apalagi dengan 
bertiup kencangnya arus Kuning dengan membawa serta ajaran2 keagamaan diluar 
ABS-SBK "mengerikan"
ddd) Seandainya SC/OC sependapat dengan kami bahwa masalah Ekonomi Rakyat di 
SUmatera Barat seyogyanya dibongkar habis sedemikian rupa dan dengan networking 
yang sangat luas Duns dipenjuru dunia dapat menjadi stakeholder yang positif 
dan mendorong kemajuan ekonomi rakyat anak nagari ;
eee) Kami percaya bahwa beberapa pokok pemikiran yang sudah dan sedang berjalan 
saat ini dengan Koperasi MININC misalnya dan beberapa usaha keterkaitan usaha 
nasional, regional dan internasional, Insya Allah terobosan KBM 2010 dapat 
berhasil langsung kepada Kesejahteraan Anak Nagari.
fff) Bersama ini dengan hormat turut terlampir kami teruskan power point dan CV 
yang ada, Insya Allah segala sesuatunya akan dilengkapi dengan pokok-pokok 
pemikiran rekan-rekan lainnya yang PEDULU kepada Minangkabau!
Merdeka 100%! terbebas dari Arus Neolib-Arus Kuning dan Arus-arus lainnya yang 
telah memporakporandakan ekonomi rakyat. Bangkitlah Rakyat Minangkabau dari 
keterpurukan total!
Wassalam dan mOhon maaf kami,
Aspermato, MA
Note: 
1. Mohon maaf untuk MCB Dt.Rajobasa dan Prof.Dr. ZN sekiranya berkenan 
memberikan sumbangsih kita. 
2. Promotion of SME's dan Koperasi Provinsi SUmatera Barat akan kami lengkapi 
dalam waktu dekat.
3.Pak MN, konsep Promotion SME's dan Koperasi kami yl. mohon konsep kenagarian 
dengan dasar hukum yang bapak buatkan dapat menjadi patokan kita selanjutnya 
mendudukkan PIER (Pusat Informasi Ekonomi Rakyat) di setiap Kenagarian.Insya 
Allah detil keterkaitan bisnis luar negeri (ekspor) untuk kemajuan SUmatera 
Barat right away kita kerjakan.
















      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke