Jejaring Sosial Vs Jurang Sosial
(KOMENTAR : mari kita introspeksi terhadap diri masing2 , apakah sdh
kecanduan internet, email, mailing list dll,.Yg jelas dan pasti  adalah
technology ituselalu  double edge sword,(pedang bermata dua) bgmn kita
menfaat kan /memisahkan teknolgy itu sesuai dgn kebutuhan kita, yg mempunyai
efk negatif cepat di hindari, Apakah sukar?
Antalah sanak,..yg penting bgmn mencegahnya, spt sekat2 di warnet harus
dilarang, sehingga yg dibawah umur jangan bebas akses ke pornografi.
Wass. Muzirman Tanjung
----------------------------------------------------------------------------------


Kamis, 27 Mei 2010 | 07:11 WIB



TEMPO/Kink Kusuma Rein

*TEMPO Interaktif*,  Sepasang suami-istri itu duduk di kafe di bilangan
Cikini, Jakarta. Dinaungi cahaya temaram, mereka duduk tenang dengan dua
gelas kopi di meja. Setengah jam duduk, keduanya tak bercakap. Mereka justru
terpaku pada layar laptop masing masing. Dengan layanan Wi-Fi gratis di kafe
itu, keduanya sibuk mengakses situs jejaring sosial.

Kondisi seperti itu kini kian jamak ditemui. Entah menggunakan komputer
jinjing atau ponsel, orang sering asyik sendiri dengan aktivitas *online*,
utamanya situs jejaring sosial. Misalnya Facebook atau Twitter. Dua situs
jejaring sosial itu memang paling digandrungi. Anggotanya mencapai ratusan
juta.

Banyak orang maniak dengan situs jejaring sosial hingga membuat mereka
menyepi dan jatuh ke jurang sosial. Sampai-sampai ada penyimpangan perilaku
dikenal dengan *Facebook addiction disorder* (FAD). FAD merupakan bagian
dari kecanduan Internet (*Internet addiction*). Walau belum ada dalam kamus
psikologi, American Psychiatric Association berencana memasukkan kecanduan
ini ke Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima,
yang rencananya dirilis pada 2012.

Sebenarnya, menurut Dr Elias Aboujaoude, Asisten Direktur Klinik
Obsessive-Compulsive Disorder pada Stanford School, tidak ada yang salah
pada teknologi. "Kecuali kehidupan nyata mulai terganggu. Saat itulah ia
jadi masalah," ujar Elias.

Penelitian dari University of Guelph, Ontario, Kanada mengungkapkan, situs
jejaring sosial menjadi masalah berkaitan dengan hubungan laki-laki dan
perempuan. Tiga peneliti, yakni Amy Muise, Msc; Emily Christofides, Msc; dan
Serge Desmarais, PhD, menemukan fakta bahwa menghabiskan waktu di situs
jejaring sosial membuat pasangan mereka cemburu.

Jadi mereka menghabiskan waktu untuk mengawasi aktivitas
*online*pasangannya. "Akan jadi masalah jika menghabiskan banyak waktu
dengan teman
*online* daripada keluar dengan pasangan," kata mereka.

Pendiri Center Online Addiction, psikolog Kimberly S. Young, MD, PhD,
menilai candu ini bisa dilihat dari gaya hidup. "Jika dalam hidup Anda *
online* lebih banyak daripada *offline*, sudah saatnya Anda menilai kembali
(perilaku Anda)," ujar Young.

Young, yang telah bertemu dengan puluhan remaja yang berusaha menghentikan
kebiasaan situs jejaring sosial, menilai kecanduan ini seperti kecanduan
lainnya. "Sulit untuk menyapih diri sendiri."

Saat ini, Young melanjutkan, tak ada program komputer yang ditujukan untuk
membantu penyembuhan mereka yang kecanduan situs jejaring sosial. Bahkan,
dua negara dengan populasi *online* terbanyak, Cina dan Amerika Serikat,
harus membuka klinik terapi penyembuhan kecanduan Internet. Di Amerika
Serikat, pada Juli 2009, dibuka program untuk rehabilitasi kecanduan
Internet. Program selama 45 hari ini dibanderol US$ 14.500.

Young lalu menyajikan sejumlah tip agar tak terjerumus dalam candu situs
jejaring sosial ini. Pertama, periksa kembali tujuan bergabung dalam situs
jejaring sosial. Kenapa Anda bergabung? Apakah tujuan Anda bergabung? Apakah
aktivitas Anda di situs jejaring sosial sudah sesuai dengan tujuan?
Kedua, catat apa yang sebenarnya Anda lakukan di situs jejaring sosial.
Catatan ini berguna untuk mengontrol aktivitas Anda. Situs jejaring sosial
bisa menjadi kegiatan yang memakan waktu jika Anda membiarkannya.

Terakhir, buat jadwal aktivitas membuka situs jejaring sosial. Dengan jadwal
ini, Anda membatasi waktu *online agar sesuai dengan tujuan awal Anda.
Periksa akun situs jejaring sosial sekali sehari. Ini adalah cara untuk
melepaskan diri tanpa harus menghapus situs jejaring sosial dari kehidupan
Anda.

| nur rochmi | berbagai sumber

Tanda masuk jurang sosial:

- Selalu membuka setidaknya tiga tab/window untuk mengakses situs jejaring
sosial (Twitter/Facebook).
- Enggan tidur untuk tetap online.
- Jika akses ke situs jejaring sosial berkurang, Anda merasa gelisah,
murung, depresi, atau mudah tersinggung.
- Kegiatan sosial di dunia nyata berkurang dan beralih ke situs jejaring
sosial.
- Anda mulai mengungkapkan kasih sayang kepada orang tercinta melalui situs
jejaring sosial daripada secara langsung.
- Anda memiliki teman banyak di situs jejaring sosial. Tapi daftar teman itu
lebih banyak yang tak Anda ketahui siapa mereka.
- Sering berbohong untuk menutupi aktivitas berjejaring sosial yang
berlebih.
- Situs jejaring sosial jadi tempat pelarian dari masalah dan depresi.
- Kehidupan Anda berpindah ke dunia maya. Anda mulai mengungkapkan bahasa
sehari-hari ke dalam situs jejaring sosial.
- Fisik berubah (berat badan naik, sakit punggung, sakit kepala).

| nur rochmi | berbagai sumber *

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke