Assalamualaikum wr wb Mengomentari "Matinya Kota Pusaran Peradaban (di Pantai Barat Sumatera)" ada beberapa hal yang saya kurang sependapat, kebetulan pesisir & perairan barat pulau sumatera saya cukup mengetahui kondisinya. Saya dibesarkan dipesisir barat aceh dimana waktu itu orang tua bekerja di perkebunan sawit swasta di aceh barat, selatan & singkil. Setelah menamatkan sma saya sempat bekerja sebagai abk tug boat untuk perusahaan kayu di sibolga, selama 2 tahun saya sering berlayar di perairan sumatera utara, aceh & mentawai. Sebagai contoh daerah singkuang terletak dimuara batang gadis yang masih berada pada pulau sumatera. Namun untuk mencapai kesana saat itu (1996-1998) tidak ada jalan darat. Harus menempuh jalur laut & memakan waktu 7 jam (lokasinya berdekatan dengan daerah natal). Walaupun terisolir & terlihat terbelakang, untuk bisa menikah dengan wanita disana sekurang-kurangmya pihak pria harus memiliki 5 rupiah emas. Anak gadis di Singkuang jamak menggunakan kalung rantai dengan mainan kalung berbentuk koin 1 rupiah emas. Hal ini bisa terjadi karena daerah tersebut penghasil kayu kapur yang mutunya jauh lebih bagus di banding kayu meranti, hal ini ditambah dengan hasil alam berupa sarang walet yang hidup di gua-gua. Etnis masyarakat singkuang berasal dari pariaman & tapanuli selatan, dengan menggunakan suku seperti masyarakat minang namun turun dari pihak ayah (bukan dari ibu).
1. Pesisir barat pulau sumatera adalah Sentra Perkebunan Sawit baik skala besar ataupun perorangan. Pesisir Bengkulu mulai dari Air Muring - Ipuh - Muko hingga Lunang Sialut, Pesisir Sumbar mulai dari Lubuk Basung - Kinali - Simpang Empat - Ujung Gading hingga Batahan, Pesisir Sumut mulai dari Natal - Sikara-kara - Tabuyung - Singkuang hingga Muaro Batang Toru, Pesisir Aceh mulai dari Manduamas - Singkil - Alue Billie hingga Seunagan. Daerah ini akan terus mengalami kemajuan dengan basis perkebunan sawit & karet (havea brazilensis), banyak perantau minangkabau yang berdomisili dipesisir bengkulu bekerja sebagai guru sekaligus memiliki toko kelontong & paling tidak memiliki 5-10 ha lahan perkebunan sawit. Harga tanah yang selama ini cukup murah di pesisir bengkulu (Rp. 5 jt / ha tahun 2008) membuat luasnnya pembukaan perkebunan sawit baik perusahaan atau perorangan. 2. Daerah yang rawan itu sebenarnya adalah Pesisir Selatan & Pariaman . Untuk kedua daerah ini terkendala dengan pemahaman hak ulayat yang tidak jelas penjabarannya, sehingga untuk melakukan usaha tani skala yang cukup besar masih terkendala dalam hal modal & penguasaan lahan yang sifatnya bersama/ulayat. Apabila limbago nagari bisa berperan aktif dengan elemen masyarakat, daerah pesisir selatan bisa mencontoh pasaman dalam penerapan perkebunan plasma dimana anak nagari tetap sebagai pemilik lahan & mendapat keuntungan. pesisir selatan memiliki potensi ternak yang cukup besar, sebenarnya hal ini adalah modal yang sangat bagus berkaitan dengan pertanian untuk mengatasi kelangkaan pupuk, namun pengelolaan yang masih menerapkan cara tradisonal menyebabkan usaha tani peternakan sapi tidak optimal. Pariaman juga mengalami kendala yang serupa dengan Pesirsir Selatan. Tidak berkembangnya usaha perikanan di daerah pesisir sumbar sebenarnya berawal pada penjualan hasil tangkapan. Juragan-juragan kapal selama ini memberikan hasil tangkapannya terlebih dahulu ke pihak penampung, setelah terjual baru pemilik kapal mendapatkan bayaran atas hasil tangkapannya, hal ini menyebabkan diperlukannya modal usaha yang 2 -3 kali lebih besar. Masukan yang bisa saya berikan untuk kemajuan kedua daerah tersebut adalah : - memberikan bantuan modal usaha yang pengembaliannya bisa dicicil setiap minggu (seperti pemberian bibit sapi simental, bibit tanaman kakao) dimana sangat berkaitan langsung dengan pertanian usaha sawah dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan pupuk mengingat harga pupuk yang semakin langka & sulit ditemukan dipasaran. - memperbaiki tataniaga penjualan hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan satuan kilo seperti yang dilakukan daerah sibolga, selama ini dipesisir sumbar hanya menggunakan satuan keranjang. - transfer teknologi pertanian & perikanan, seperti memberikan pelatihan kepada kelompok tani serta memberikan pelatihan pasca produksi seperti pengawetan ikan dan tata niaganya. - memberdayakan masyarakat secara langsung bagaimana mengelola pariwisata, mengingat kedua daerah ini punya potensi wisata bahari yang sangat besar. Apabila anak nagari setempat terlibat secara langsung dalam industri pariwisata sebagai pemilik & pengelola saya kira tujuan memajukan pariwisata akan tercapai & tetap dalam jalur budaya minangkabau yang selaras ajaran agama islam. Selama ini tindakan mengundang investor tidak membawa dampak signifikan untuk kemajuan pariwasata. Alangkah baiknya pengelolaan pariwisata dipeggang oleh yayasan yang bernaung pada kanagarian masing-masing sehingga anak kemanakan bisa mendapatkan keuntungan secara materi dalam pariwisata tersebut. Dengan kata lain, biarlah kita memulai usaha dengan skala kecil ditingkat nagari, dengan memberi pelatihan bisnis pariwisata & manejerial kepada anak nagari saya kira industri tersebut akan tumbuh secara perlahan namun pasti. - untuk melakukan semua itu diperlukan adalah NGO yang selama ini sudah ada berupa ikatan-ikatan keluarga minang, hanya diperlukan koordinasi dengan baik & menyeluruh. Dengan demikian permasalahan modal kerja & usaha kiranya bisa terbantu dengan pengajuan kredit pada Bank Nagari apabila telah dibentuk lembaga usaha berbentuk hukum di nagari masing-masing. - Sedikit konyol sebanranya, menurut hemat saya jangan terlalu berharap banyak pada pemda, hal ini tentu saja dimaklumi mengingat kinerja Pemda yang kita sendiri harap memakluminya. Sekian & terima kasih, semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alaamin. On 29 Mei, 20:20, "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> wrote: > Jadih, ambo tunggu. Tolong agiah kaba dulu, supayo dapek ambo ajak panguruih > Gebu Minang nan lain. > > Wassalam, > SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > -----Original Message----- > From: rizki skb <[email protected]> > > Sender: [email protected] > Date: Sat, 29 May 2010 20:15:01 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [...@ntau-net]matinyakotapusaranperadaban(di Pantai Barat > Sumatera) > > Alhamdulillah mak saaf, SDM sudah kami siapkan sedemikian rupa, insya > ALLAH juni ini ambo ke Jakarta menemui mak saaf. > Salam ka Bundo mak saaf. > > Wassalam > Hormat ananda > > Rizki Sikumbang > 26 Tahun, Pariaman > Presiden KPRRS > 081363078890, 0751-8276781, 9826781 > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta > r...@ntaunethttp://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat > di:http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di:http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
