Hari Jumat, 7 Februari 2003 di Kota Suci Makkah, dalam perjalanan pulang 
sehabis shalat Jumat di Masjidil Haram.

Seorang PKL terdengar menawarkan dagangannya dalam Bahasa Indonesia: "Hati 
onta, hati onta, obat asma lima riyal" 

Saya yang penderita Asma sejak kecil karena keturunan dengan agak jumawa 
membatin: "Ah, saya tidak butuh!". Dan saya tidak menunggu lama.

Hari Sabtu  keesokan harinya ketika bangun tidur saya merasa napas saya mulai 
sesak. Berodual inhaler yang baru dibeli sebelum berangkat ternyata tidak dapat 
digunakan  karena bocor. Kondisi saya jam demi jam semakin memburuk, pada hal 
hari Minggu kesokan harinya  seluruh jemaah haji akan berangkat untuk berwukuf 
di Arafah.

Ketika menunaikan ibadah haji bersama isteri dalam tahun 2003 hampir seluruh 
hari-hari saya di haramain memang saya jalani dalam keaadaan sakit. Tetapi saya 
tidak terlalu terkejut. 

Sejak menderita serangan hari Sabtu pagi itu saya sudah merasa bahwa penyakit 
saya ini bukan sesuatu yang "kebetulan". Sebelum berangkat ke Tanah Suci, saya 
sudah mendengar bahwa perjalanan ibadah haji ini banyak cobaannya, antara lain 
sakit berat. Ada yang sakit menjelang berangkat, selama di Tanah Suci, atau 
setelah kembali ke tanah air.

 "Bapak tidak sakit, tetapi diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk langsung 
mengadu kepada-Nya." Kemudian dilanjutkannya, "Menurut saya sakit ini lebih 
baik dari pada sehat," ujar Ustadz Abdul Azis---yang memberikan terarapi 
alternatif yang memungkinkan saya tidak perlu berwukuf di atas ambulan---datang 
mengunjungi saya ketika terbaring sakit di kamar setelah saya menunaikan 
seluruh manasik haji dengan berdiri tegak. Lama saya termenung merenungkan 
kata-kata Ustadz Azis itu.

Seetelah kembali ke Tanah Air, pengalaman di tanah suci tersebut saya tulis dan 
saya kirimkan--- seluruhnya berjumlah 27 postingan + 2 yang saya tulis sebelum 
berangkat ---ke sejumlah milis termasuk Palanta.

Sahabat maya saya di Milis Kota Bogor Robert Adolf Tumsilar yang penganut Agama 
Kristen yang selalu mengikuti catatan tersebut setelah memberitahukan, 
memforwardkannya ke milis sejumlah milis lain yang menyebabkan  catatan 
tersebut sempat dimuat di milis mahasiswa Indonesia di Jerman dan sebuah milis 
perantau Indonesia di Kuwait.

Memenuhi saran Nakan Nofen, catatan tersebut saya posting ulang, saya pikir dan 
saatnya sangat tepat, yakni pada saat sanak kemenakan di Palanta yang pada 
musim haji tahun ini Insya Allah akan memenuhi panggilan Nabi Ibrahim mulai 
mempersiapkan diri

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat menjadi baacaan di sela-sela waktu 
luang, juga bagi sanak kemenakan yang berniat atau ingin mengetahui lebih 
banyak mengenai ibadah haji, terutama  di luar hal-hal yang berkaitan dengan 
manasik haji.

Wallahu a'lam 

Wassalam, HDB-SBK (67-)
Asal Padangpanjang, tinggal di Depok, Jawa Barat 


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke